Bantuan Beras 10 Kg Diperpanjang, Siapa Sapa Penerimanya

M Nurhadi

Selasa, 09 Juni 2026 | 16:11 WIB
Bantuan Beras 10 Kg Diperpanjang, Siapa Sapa Penerimanya
Warga mengambil Bantuan Sosial Tunai (BST) dan bantuan beras di Kelurahan Panembahan, Kraton, Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww)
  • Pemerintah memperpanjang bantuan pangan beras selama tiga bulan mulai Juli 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat rentan.
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan distribusi bantuan bagi 33,244 juta penerima manfaat untuk menghadapi potensi musim paceklik.
  • Penyaluran bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan ini bertujuan memitigasi dampak gejolak harga serta tekanan ekonomi.

Suara.com - Pemerintah mengambil kebijakan strategis dengan resmi memperpanjang masa penyaluran program bantuan pangan berupa beras bagi masyarakat selama tiga bulan ke depan.

Langkah intervensi jaring pengaman sosial ini dieksekusi sebagai upaya konkret negara dalam menjaga kestabilan daya beli warga, terutama dalam memitigasi potensi gejolak lonjakan harga bahan pokok serta menghadapi datangnya siklus musim paceklik.

Keputusan krusial ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, seusai memimpin rapat koordinasi terbatas (rakortas) di tingkat kementerian.

Forum tersebut secara khusus membedah draf perkembangan harga komoditas pangan nasional serta kesiapan stok pangan bersama perwakilan instansi terkait.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini menjelaskan bahwa distribusi bantuan beras tambahan ini dijadwalkan mulai bergulir pada bulan Juli 2026. Sementara untuk alokasi dua bulan berikutnya akan disalurkan secara fleksibel dengan menyesuaikan kondisi riil di lapangan terkait perkembangan musim paceklik.

"Oleh karena itu, bantuan beras atau bantuan pangan itu kita tambah tiga bulan. Tiga bulan, ya. Juli, kemudian dua bulannya lagi disesuaikan dengan situasi paceklik," urai Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Ia menggarisbawahi bahwa penyaluran pada bulan Juli bersifat mutlak dan harus segera dieksekusi tanpa penundaan. Langkah cepat ini dinilai krusial untuk mengantisipasi tekanan ekonomi yang berpotensi menghantam kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

"Tapi yang Juli harus (dilaksanakan)," tegasnya.

Melalui keberlanjutan program jaring pengaman ini, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dipastikan akan menerima pasokan beras berkualitas sebanyak 10 kilogram per bulannya.

Target sasaran distribusi bantuan ini akan difokuskan kepada puluhan juta penduduk yang masuk dalam klaster masyarakat paling rentan di berbagai kota besar hingga pelosok daerah.

"Itu sebanyak tiga kali atau untuk tiga bulan. 10 kilo kali tiga, 33 juta 244 ribu (penerima)," kata Zulhas memerinci data penerima.

Lebih detail, total masyarakat yang akan menerima manfaat dari kebijakan ini mencapai 33,244 juta jiwa. Dengan perhitungan skema penyaluran terpadu selama tiga bulan, total volume pasokan logistik yang disiapkan oleh pemerintah diperkirakan bakal menembus angka mendekati 1 juta ton.

"Berarti lebih kurang 1 juta ton. Lebih kurang satu juta ton. Jadi kalau stok kita 5,2 akan berkurang 1 juta itu," imbuhnya mengalkulasi ketahanan stok nasional.

Zulhas meluruskan bahwa kebijakan ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memproteksi lapisan masyarakat bawah dari hantaman dinamika ekonomi global, baik yang dipicu oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing maupun kenaikan harga pangan internasional.

"Agar 30, hampir 34 juta masyarakat kita yang paling rentan di bawah ini tidak terdampak oleh perubahan kurs atau perubahan apa pun," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat

Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:39 WIB

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:27 WIB

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:24 WIB

Beras Mahal Menjerit, Beli Rokok Sanggup: Ironi Prioritas Keluarga Indonesia

Beras Mahal Menjerit, Beli Rokok Sanggup: Ironi Prioritas Keluarga Indonesia

Your Say | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:10 WIB

Serapan Beras Bulog DIY Tembus 91 Persen, Stok Nasional Aman Tak Perlu Impor Lagi

Serapan Beras Bulog DIY Tembus 91 Persen, Stok Nasional Aman Tak Perlu Impor Lagi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:46 WIB

BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan

BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:56 WIB

Terkini

Tak Ada Lagi 'Beda Nasib', Jalan Bopeng di Bawah Flyover UI Kini Mulai Mulus usai Depok Turun Tangan

Tak Ada Lagi 'Beda Nasib', Jalan Bopeng di Bawah Flyover UI Kini Mulai Mulus usai Depok Turun Tangan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:01 WIB

Dokumen Negara Tercecer di Jalanan BSD, Imigrasi: Itu Paspor Haji Milik Kemenhaj Tangsel

Dokumen Negara Tercecer di Jalanan BSD, Imigrasi: Itu Paspor Haji Milik Kemenhaj Tangsel

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:00 WIB

3,5 Jam Rekonstruksi Kasus Little Aresha: Terungkap Siksaan ke Anak Atas Instruksi Ketua Yayasan

3,5 Jam Rekonstruksi Kasus Little Aresha: Terungkap Siksaan ke Anak Atas Instruksi Ketua Yayasan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:46 WIB

Kapolri Listyo soal UU Baru Polri: Presiden Ingin Polri Terlibat di Hal-hal Kepentingan Nasional

Kapolri Listyo soal UU Baru Polri: Presiden Ingin Polri Terlibat di Hal-hal Kepentingan Nasional

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:42 WIB

Sudah 37 Ribu Anak Keracunan MBG, YLKI Tantang Nanik S Deyang: 100 Hari Pertama Harus Nol Kasus!

Sudah 37 Ribu Anak Keracunan MBG, YLKI Tantang Nanik S Deyang: 100 Hari Pertama Harus Nol Kasus!

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:27 WIB

Jaksa Tuding Nadiem Makarim Sembunyikan Kendali di Gojek Lewat Surat Kuasa

Jaksa Tuding Nadiem Makarim Sembunyikan Kendali di Gojek Lewat Surat Kuasa

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:15 WIB

Eks Tapol Turun Tangan, STPI Serahkan Amicus Curiae ke MA Bela Aktivis Demo Agustus 2025

Eks Tapol Turun Tangan, STPI Serahkan Amicus Curiae ke MA Bela Aktivis Demo Agustus 2025

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:10 WIB

Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?

Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:08 WIB

Modus Kencan di Kos Berujung Curas, Motor dan Ponsel Pria Kalideres Raib

Modus Kencan di Kos Berujung Curas, Motor dan Ponsel Pria Kalideres Raib

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:02 WIB

Tepis Isu Bottleneck Karier, Kapolri Tegaskan Regenerasi Polri Tetap Berjalan Meski Ada UU Baru

Tepis Isu Bottleneck Karier, Kapolri Tegaskan Regenerasi Polri Tetap Berjalan Meski Ada UU Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:58 WIB