CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB
CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai
Serangan presisi jet tempur AS hancurkan sistem pertahanan udara Iran di dekat Selat Hormuz. (AFP)
baca 10 detik
  • Komando Pusat Amerika Serikat telah menyelesaikan serangan udara presisi terhadap objek militer strategis di Iran.

  • Operasi jet tempur AS menghancurkan radar, kendali darat, dan pertahanan udara di Selat Hormuz.

  • Pemboman dilakukan sebagai balasan atas jatuhnya helikopter AS dan gangguan kapal dagang internasional.

Suara.com - Komando Pusat Amerika Serikat resmi mengakhiri operasi serangan udara yang menargetkan infrastruktur militer strategis di wilayah Iran.

Operasi pembalasan ini diluncurkan menyusul insiden jatuhnya sebuah helikopter militer milik Washington akibat tindakan Teheran.

Dalam laporan Live CNBC Internasional, ketegangan bersenjata ini langsung mengubah lanskap keamanan geopolitik di koridor maritim paling penting di Timur Tengah.

Persediaan Rudal AS disinyalir menipis. (Instagram)
Persediaan Rudal AS disinyalir menipis. (Instagram)

Kawasan pesisir selatan Iran kini berada dalam status siaga tinggi setelah dihantam gelombang bom bertubi-tubi.

Langkah ofensif ini diambil Pentagon guna menekan kemampuan pengawasan ruang udara yang dimiliki oleh militer Teheran.

Jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan menggunakan amunisi berpandu presisi tinggi dalam operasi tersebut.

Fasilitas pemantau udara, stasiun kendali darat, serta situs radar pengintai di sekitar Selat Hormuz hancur total.

Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)
Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)

Pihak militer Amerika Serikat menegaskan bahwa tindakan ini adalah respons yang setimpal demi melindungi aset mereka.

Melalui rilis resminya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memberikan penjelasan mendetail terkait legalitas serangan udara tersebut.

baca juga

"Pasukan CENTCOM menyerang pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan situs radar pengintai di dekat Selat Hormuz dengan amunisi presisi dari jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS," tulis pernyataan tersebut.

Pentagon mengklaim operasi militer ini murni bertujuan untuk memulihkan stabilitas keamanan navigasi kapal dagang internasional yang terus diganggu.

Serangan ini menjadi pesan peringatan keras bahwa Washington tidak akan menoleransi segala bentuk ancaman di perairan regional.

"Operasi tersebut merupakan respons proporsional terhadap serangan baru-baru ini terhadap pasukan AS dan kapal komersial internasional yang transit di perairan regional," sebut CENTCOM.

Meskipun operasi pengeboman dinyatakan telah selesai, militer Amerika Serikat tidak menurunkan intensitas kewaspadaan mereka di Timur Tengah.

Armada perang AS tetap disiagakan secara penuh untuk mengantisipasi adanya potensi serangan balasan dari Teheran.

"Pasukan AS tetap waspada dan bersikap untuk bertahan melawan agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan," tegasnya.

Dampak serangan udara tersebut dikonfirmasi langsung oleh media lokal di Iran yang melaporkan terjadinya serangkaian dentuman masif.

Pulau Qeshm yang berada di lokasi strategis Selat Hormuz bergetar akibat terkena hantaman bom kiriman Pentagon.

"Suara ledakan terdengar di Pulau Qeshm beberapa kali," demikian diposting oleh kantor berita semiresmi Mehr via Telegram.

Sebelum bom menghantam Pulau Qeshm, wilayah pesisir lainnya seperti Bandar Abbas, Sirik, dan Jask telah lebih dulu membara.

Kantor berita Mehr mengabarkan situasi mencekam di mana gelombang serangan kedua kembali menggempur kota pelabuhan Jask secara agresif.

Ketegangan antara Washington dan Teheran di Selat Hormuz merupakan konflik menahun yang kerap mengancam pasokan minyak dunia.

Hubungan kedua negara semakin memburuk setelah serangkaian insiden sabotase kapal tangki dan saling tembak drone di wilayah perairan tersebut.

Jatuhnya helikopter militer Amerika Serikat menjadi pemicu utama yang memaksa Gedung Putih mengambil tindakan militer langsung ke dalam wilayah kedaulatan Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm

Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:30 WIB

Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia

Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:13 WIB

Trump Marah! Ancam Hentikan Dukungan Militer ke Israel Gegara Ulah Netanyahu

Trump Marah! Ancam Hentikan Dukungan Militer ke Israel Gegara Ulah Netanyahu

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:14 WIB

Terkini

Beda Moisturizer Wardah Renew You dan Crystal Secret, Ini Fokus Perawatannya

Beda Moisturizer Wardah Renew You dan Crystal Secret, Ini Fokus Perawatannya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Hingga Menetas Tuntas

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Hingga Menetas Tuntas

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:11 WIB

Jadwal SIM Keliling Medan 26 Oktober-1 November 2026, Ini 5 Lokasi dan Syarat Perpanjangan

Jadwal SIM Keliling Medan 26 Oktober-1 November 2026, Ini 5 Lokasi dan Syarat Perpanjangan

Sumut | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:08 WIB

DPR 'Ngebut' di Masa Reses, Pastikan RUU Perampasan Aset Sah 15 Desember

DPR 'Ngebut' di Masa Reses, Pastikan RUU Perampasan Aset Sah 15 Desember

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Koalisi Arab Saudi Hancurkan Peluncur Rudal Houthi usai Serangan Riyadh

Koalisi Arab Saudi Hancurkan Peluncur Rudal Houthi usai Serangan Riyadh

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Earphone Kabel Kembali Diminati, Bose Bawa Earphone ANC ke Indonesia

Earphone Kabel Kembali Diminati, Bose Bawa Earphone ANC ke Indonesia

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:05 WIB

52% BUMN Ternyata Alami Kerugian Senilai Rp20 Triliun

52% BUMN Ternyata Alami Kerugian Senilai Rp20 Triliun

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Febrie Adriansyah Keberatan LPSK Lindungi Ferry Boboho, Sebut Tak Penuhi Syarat

Febrie Adriansyah Keberatan LPSK Lindungi Ferry Boboho, Sebut Tak Penuhi Syarat

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Polda Kepri Mutasi Besar-besaran Jajarannya, Ada 475 Personel!

Polda Kepri Mutasi Besar-besaran Jajarannya, Ada 475 Personel!

Batam | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Ulasan Hippie: Perjalanan Menemukan Kebebasan dan Jati Diri

Ulasan Hippie: Perjalanan Menemukan Kebebasan dan Jati Diri

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:00 WIB

×