Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 15 Juni 2026 | 10:26 WIB
Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?
Personel Polres Aceh Barat melakukan upaya pemadaman dan pendinginan saat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lahan gambut Desa Kuta Padang, Kecamatan Bubon, Aceh Barat, Aceh, Senin (1/6/2026). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/wsj]
  • Luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia meningkat tajam hingga 81.077 hektare selama Januari hingga Mei 2026.
  • Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan metode pembakaran terkendali sebagai strategi mitigasi risiko kebakaran selain melakukan pemadaman api.
  • Para ahli menegaskan bahwa metode pembakaran terkendali tidak boleh diterapkan pada lahan gambut karena risiko lingkungan yang besar.

Metode tersebut dikenal sebagai prescribed burning atau pembakaran terkendali.

Prinsipnya sederhana: melakukan pembakaran secara sengaja, terbatas, dan terukur untuk mengurangi akumulasi bahan bakar alami seperti daun kering, semak, ranting, dan vegetasi yang mudah terbakar.

Pakar pengelolaan kebakaran dari organisasi lingkungan internasional The Nature Conservancy (TNC), McRee Anderson, menjelaskan praktik ini telah lama digunakan di Amerika Serikat, Australia, dan Kanada.

Tujuannya bukan membuka lahan, melainkan menurunkan risiko kebakaran besar yang sulit dikendalikan.

Di beberapa ekosistem, pembakaran terkendali juga disebut membantu regenerasi vegetasi, menekan spesies invasif, dan menjaga proses ekologis yang memang secara alami melibatkan api.

Pendekatan ini lahir dari satu kesadaran penting: tidak semua api identik dengan bencana. Tetapi, itu bukan berarti semua tempat cocok menggunakan metode yang sama. Mengapa Indonesia tidak bisa menyalin begitu saja?

Di sinilah konteks Indonesia menjadi penting.

Selama ini, kebijakan nasional cenderung menggunakan pendekatan zero burning atau larangan pembakaran sebagai strategi utama pencegahan karhutla.

Pakar kebakaran hutan dan lahan Israr Albar menilai pendekatan tersebut tetap relevan, tetapi ruang diskusi mengenai metode lain tetap terbuka dalam batas regulasi yang ada.

Menurut dia, pembakaran terkendali mungkin dapat dipertimbangkan pada lahan bermineral dengan syarat pengawasan dan perencanaan yang sangat ketat.

Namun ada satu batas yang ditegaskan berulang kali oleh para peneliti: gambut tidak boleh dibakar.

Pakar gambut tropis Universitas Tanjungpura, Gusti Zakaria Anshari, mengingatkan bahwa kebakaran gambut memiliki karakter berbeda dari kebakaran permukaan biasa.

Api bisa bergerak di bawah tanah, sulit dipadamkan, dan menghasilkan emisi karbon dalam jumlah besar.

Peneliti gambut YKAN, Nisa Novita, juga menunjukkan hasil kajian jangka panjang di Kalimantan yang menemukan hubungan konsisten antara El Niño, peningkatan frekuensi kebakaran, dan luas gambut yang terbakar.

Dari memadamkan menuju mengelola risiko

Diskusi mengenai pembakaran terkendali pada akhirnya bukan tentang memilih membakar atau melarang.

Yang sedang diperdebatkan adalah bagaimana Indonesia membangun strategi pengelolaan kebakaran yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Itu berarti memperkuat peringatan dini, menjaga kelembapan lanskap, memulihkan ekosistem yang rusak, mengurangi bahan bakar alami secara aman, memperkuat pengawasan, dan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari pencegahan.

Karhutla yang meningkat hampir delapan kali lipat tahun ini menunjukkan satu hal: pendekatan lama belum cukup.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah kebakaran akan datang, tetapi apakah Indonesia siap mengelola risikonya sebelum api muncul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petugas Berjibaku Jinakkan Karhutla di Lahan Gambut Aceh Barat

Petugas Berjibaku Jinakkan Karhutla di Lahan Gambut Aceh Barat

Foto | Senin, 01 Juni 2026 | 19:09 WIB

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:35 WIB

Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi

Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi

News | Minggu, 26 April 2026 | 16:10 WIB

Terkini

Pasar Saham Asia Langsung Gacor Usai AS dan Iran Damai

Pasar Saham Asia Langsung Gacor Usai AS dan Iran Damai

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:22 WIB

Kejagung Serahkan Uang Hasil Lelang Ke Kementerian Keuangan Sebesar Rp 1,02 Triliun

Kejagung Serahkan Uang Hasil Lelang Ke Kementerian Keuangan Sebesar Rp 1,02 Triliun

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:08 WIB

Tak Cuma Izin WNA! KPK Berpeluang Bongkar Korupsi Sektor Lapas di Kasus Silmy Karim

Tak Cuma Izin WNA! KPK Berpeluang Bongkar Korupsi Sektor Lapas di Kasus Silmy Karim

News | Senin, 15 Juni 2026 | 09:55 WIB

#TataUlangIndonesia! Mahasiswa Demo di Istana dan DPR Bawa 20 Tuntutan

#TataUlangIndonesia! Mahasiswa Demo di Istana dan DPR Bawa 20 Tuntutan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 09:38 WIB

Pulang Haji Bos Maktour Fuad Hasan Langsung Diperiksa KPK, Apa yang Bakal Digali?

Pulang Haji Bos Maktour Fuad Hasan Langsung Diperiksa KPK, Apa yang Bakal Digali?

News | Senin, 15 Juni 2026 | 09:19 WIB

Cek Rute Alternatif! Ini 10 Ruas Jalan yang Ditutup Saat Rombongan Presiden Jerman Melintas

Cek Rute Alternatif! Ini 10 Ruas Jalan yang Ditutup Saat Rombongan Presiden Jerman Melintas

News | Senin, 15 Juni 2026 | 08:49 WIB

Awas Macet! Ribuan Aparat Gabungan Kawal Demo Mahasiswa Hari Ini: DPR hingga Monas Dijaga Ketat

Awas Macet! Ribuan Aparat Gabungan Kawal Demo Mahasiswa Hari Ini: DPR hingga Monas Dijaga Ketat

News | Senin, 15 Juni 2026 | 08:33 WIB

Aksi Demo Bertajuk 'GATAL', GMNI Kepung DPR Siang Ini: Rezim Prabowo-Gibran Gagal Total!

Aksi Demo Bertajuk 'GATAL', GMNI Kepung DPR Siang Ini: Rezim Prabowo-Gibran Gagal Total!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 08:16 WIB

Demo di Istana Siang Ini! Mahasiswa UBK Bawa 6 Tuntutan: Stop MBG hingga Tolak Militerisme

Demo di Istana Siang Ini! Mahasiswa UBK Bawa 6 Tuntutan: Stop MBG hingga Tolak Militerisme

News | Senin, 15 Juni 2026 | 07:46 WIB

AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Donald Trump: Biarkan Minyak Mengalir!

AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Donald Trump: Biarkan Minyak Mengalir!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 06:56 WIB