Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:48 WIB
Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Polri, KPK, BNN, dan PPATK mengusulkan tambahan anggaran tahun 2027 saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI.
  • Anggota Komisi III DPR RI menekankan agar tambahan dana tersebut mampu memberikan dampak nyata dan manfaat bagi masyarakat.
  • Institusi penegak hukum wajib mengedepankan transparansi serta akuntabilitas digital dalam penggunaan anggaran untuk menjamin efektivitas kinerja di lapangan.

Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, menegaskan bahwa usulan tambahan anggaran bagi aparat penegak hukum pada 2027 harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan menyusul rapat kerja Komisi III DPR RI bersama sejumlah mitra penegak hukum di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026), yang membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) Tahun 2027 serta evaluasi kinerja tahun berjalan.

Dalam rapat tersebut, Polri, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengajukan tambahan anggaran untuk tahun 2027.

Polri mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp66,1 triliun, BNN Rp5,05 triliun, KPK Rp989,3 miliar, dan PPATK Rp516,4 miliar.

Tambahan anggaran tersebut direncanakan untuk memperkuat penegakan hukum, pemberantasan korupsi dan narkotika, penanganan kejahatan siber, hingga peningkatan pelayanan publik.

Menanggapi usulan tersebut, Abdullah yang akrab disapa Abduh mengingatkan bahwa setiap tambahan anggaran harus diiringi peningkatan kinerja yang benar-benar dirasakan masyarakat.

"Hal utama yang harus dipastikan adalah setiap anggaran yang ditambahkan dan digunakan oleh institusi negara benar-benar diarahkan untuk menghadirkan penegakan hukum yang berpihak kepada masyarakat," ujar Abdullah kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan penggunaan anggaran tidak cukup diukur dari besarnya dana yang terserap atau banyaknya program yang dijalankan, melainkan dari dampak konkret di lapangan.

Ia menyebut sejumlah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas penggunaan anggaran, seperti penurunan angka kriminalitas, percepatan penanganan laporan masyarakat, membaiknya Indeks Persepsi Korupsi (IPK), berkurangnya kebocoran anggaran negara, meningkatnya pengungkapan jaringan judi online, hingga menurunnya angka prevalensi penyalahgunaan narkoba.

baca juga

"Penambahan anggaran dan capaian kinerja yang dibuat oleh setiap institusi harus benar-benar dirasakan masyarakat. Ukurannya sederhana, apakah angka kejahatan menurun, laporan masyarakat ditangani lebih cepat, indeks persepsi korupsi membaik, kebocoran anggaran negara berkurang, jaringan judi online semakin banyak dibongkar, dan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba menurun," jelasnya.

Selain efektivitas, Abduh juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.

Ia mendorong setiap institusi penegak hukum membuka akses informasi seluas-luasnya kepada publik melalui sistem digital agar masyarakat dapat ikut mengawasi penggunaan uang negara.

"Transparansi tidak boleh berhenti pada laporan administrasi. Masyarakat juga harus bisa mengetahui bagaimana anggaran digunakan dan apa hasil yang telah dicapai. Ini dapat dilakukan melalui publikasi data dan capaian kinerja berbasis digital yang diperbarui secara berkala, baik setiap bulan maupun setiap triwulan," katanya.

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI itu juga mengingatkan agar tidak terjadi penyimpangan dalam penggunaan anggaran. Menurutnya, tata kelola keuangan negara harus sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

"Tidak boleh ada satu rupiah pun uang negara yang digunakan tanpa manfaat yang jelas bagi masyarakat. Pada akhirnya, seluruh anggaran yang dikelola institusi negara harus kembali dalam bentuk pelayanan, perlindungan, dan keadilan bagi rakyat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Pusat Dikepung Demo! 4.263 Aparat Jaga Ketat Monas, DPR, hingga Bundaran HI

Jakarta Pusat Dikepung Demo! 4.263 Aparat Jaga Ketat Monas, DPR, hingga Bundaran HI

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:16 WIB

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:50 WIB

Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Pimpinan DPR Siap Temui Massa Aksi Besok

Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Pimpinan DPR Siap Temui Massa Aksi Besok

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:22 WIB

Terkini

Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!

Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:38 WIB

Pemprov Jabar Tingkatkan Akses Pekerja Informal terhadap BPJS Ketenagakerjaan

Pemprov Jabar Tingkatkan Akses Pekerja Informal terhadap BPJS Ketenagakerjaan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:34 WIB

KPK Dalami Dugaan Illegal Gain Rp 27,8 Miliar Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Dalami Dugaan Illegal Gain Rp 27,8 Miliar Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:32 WIB

Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus

Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:29 WIB

Kemenag Sudah Cairkan Insentif Tahap II untuk Guru PAI Non ASN dan Non Sertifikasi

Kemenag Sudah Cairkan Insentif Tahap II untuk Guru PAI Non ASN dan Non Sertifikasi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:21 WIB

Dugaan Mark Up Proyek MBG, Kejagung Amankan 17.600 Unit Motor Listrik dan Segel Dua Gudang

Dugaan Mark Up Proyek MBG, Kejagung Amankan 17.600 Unit Motor Listrik dan Segel Dua Gudang

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:20 WIB

Program Mangrove NHM di Kao Berhasil Pulihkan Kawasan Pesisir dan Tingkatkan Ketahanan Lingkungan

Program Mangrove NHM di Kao Berhasil Pulihkan Kawasan Pesisir dan Tingkatkan Ketahanan Lingkungan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:18 WIB

Dua Sekolah Rakyat Permanen di Pasuruan Siap Gelar Open House pada Juli

Dua Sekolah Rakyat Permanen di Pasuruan Siap Gelar Open House pada Juli

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:49 WIB

Jakarta Janjikan Kawasan Pedestrian Modern Bebas Genangan di Rasuna Said

Jakarta Janjikan Kawasan Pedestrian Modern Bebas Genangan di Rasuna Said

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:48 WIB

Tentara Israel Tewas Terbunuh di Ledakan Dahsyat di Lebanon, Belasan Lain Luka Parah

Tentara Israel Tewas Terbunuh di Ledakan Dahsyat di Lebanon, Belasan Lain Luka Parah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:46 WIB