- Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah PSI di Hotel Fugo, Samarinda, pada Sabtu (20/6).
- Kaesang memberikan arahan strategis mengenai pentingnya konsolidasi partai kepada ratusan kader PSI dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
- Kegiatan tersebut diwarnai candaan Kaesang terkait jumlah foto Presiden Joko Widodo yang lebih banyak daripada fotonya sendiri.
Suara.com - Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Kalimantan Timur di Ballroom Hotel Fugo, Samarinda, Sabtu (20/6).
Kegiatan ini dihadiri ratusan kader partai berlambang gajah dari berbagai daerah di Kaltim.
Dalam arahannya, Kaesang membuka dengan evaluasi ringan yang langsung mencairkan suasana.
Ia mengaku terkejut melihat jumlah foto Presiden ke-7 RI Joko Widodo lebih banyak dibandingkan foto dirinya di lokasi acara.
“Izinkan saya dulu mengevaluasi beberapa hal. Pertama, acara rakorwil terlebih dahulu. Ini panggung semuanya baik, tapi menurut teman-teman apa yang salah?” ujar Kaesang di hadapan kader.
Putra bungsu Jokowi itu kemudian menyoroti spanduk di ruangan.
Ia menyebut hanya ada satu foto dirinya, sementara foto Jokowi terpampang dua.
“Jadi yang salah adalah foto ketua umum hanya satu, foto beliau ada dua,” kata Kaesang sambil tertawa, disambut riuh peserta.
Suasana semakin cair ketika Kaesang melontarkan gurauan terkait Ketua DPW PSI Kaltim, Andi Wijaya.
Ia menyebut kemungkinan adanya “pergerakan” politik karena kedekatan dengan Jokowi.
“Saya enggak tahu ya, mungkin Ketua AW ada pergerakan dengan beliau. Kan kemarin sudah selesai tugasnya di Munas HIPMI. Jangan-jangan mau KLB saya,” ujarnya sambil tertawa.
Di antara hadirin tampak Andi Wijaya didampingi Sekretaris DPW PSI Kaltim Tony Suprayugo dan Bendahara Merlyn Getty.
Sejumlah pengurus DPP PSI juga hadir, seperti Bendahara Umum Fenty Noverita, Bestari Barus, Benediktus Papa, Wiryawan, serta politisi senior Rusdi Masse Mappasessu.
Meski dibalut canda, Kaesang tetap menyampaikan arahan strategis kepada kader. Ia menekankan pentingnya konsolidasi serta kesiapan menghadapi agenda politik ke depan.