Chatib Basri Dikabarkan Jadi Kandidat Kuat Gubernur PFII, Prabowo Segera Tentukan Pilihan

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:09 WIB
Chatib Basri Dikabarkan Jadi Kandidat Kuat Gubernur PFII, Prabowo Segera Tentukan Pilihan
Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri dikabarkan menjadi kandidat terkuat untuk memimpin Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sebagai gubernur pertama lembaga tersebut. [Suara.com/Novian Ardiansyah]
baca 10 detik
  • Chatib Basri disebut jadi kandidat utama Gubernur PFII.
  • Presiden menunjuk Gubernur PFII tanpa fit and proper DPR.
  • PFII disiapkan jadi pusat keuangan internasional Indonesia.
 

Suara.com - Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri dikabarkan menjadi kandidat terkuat untuk memimpin Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sebagai gubernur pertama lembaga tersebut.

Informasi yang dihimpun dari sumber yang mengetahui proses tersebut menyebut Presiden Prabowo Subianto tengah mempertimbangkan ekonom senior yang akrab disapa Mas Dede itu untuk memimpin kawasan pusat keuangan baru Indonesia.

"Salah satu nama yang diusulkan adalah Chatib Basri menjadi Gubernur PFII," kata Sumber yang mengetahui informasi tersebut kepada Suara.com, Rabu (5/8/2026).

Disisi lain Suara.com sudah mencoba menghubungi Mas Dede perihal isu tersebut melalui pesan singkatnya, tetapi hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban yang diberikan.

Pembentukan PFII sendiri telah memiliki payung hukum setelah DPR mengesahkan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (UU PFII) dalam rapat paripurna pada 21 Juli 2026. Berdasarkan aturan tersebut, Gubernur PFII ditunjuk langsung oleh Presiden tanpa melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

Apabila ditunjuk, Chatib akan memegang peran strategis dalam membangun pusat keuangan internasional Indonesia yang dirancang mampu menarik investasi global, memperluas akses pembiayaan, hingga menghadirkan berbagai layanan keuangan berstandar internasional.

PFII akan menjadi rumah bagi beragam sektor keuangan mulai dari perbankan, pasar modal, asuransi, keuangan syariah, family office, perdagangan karbon, bullion, hingga transaksi valuta asing dan derivatif. Kawasan ini juga akan memiliki lembaga arbitrase serta pengadilan khusus untuk menyelesaikan sengketa bisnis internasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan pembentukan PFII merupakan strategi pemerintah mendiversifikasi sumber pembiayaan nasional. Menurutnya, Indonesia membutuhkan financial center yang mampu bersaing dengan pusat keuangan dunia tanpa menggantikan sistem keuangan domestik yang telah ada.

Ketika ditanya soal Mas Dede yang akan menjadi kandidat kuat Gubernur PFII, dirinya tidak mengetahui masalah itu. "Oh saya engga tahu itu," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat

Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Prabowo Tegur Soal Listrik Padam di Kalimantan, Bahlil Janji Gangguan PLN Cepat Beres

Prabowo Tegur Soal Listrik Padam di Kalimantan, Bahlil Janji Gangguan PLN Cepat Beres

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Pamer Diminta Jadi Brand Ambassador Kopi: Biar Dapat Suplai Terus!

Prabowo Pamer Diminta Jadi Brand Ambassador Kopi: Biar Dapat Suplai Terus!

Video | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×