- FSGI menilai pelaksanaan SPMB 2026 di DKI Jakarta berjalan lebih tertata dibandingkan wilayah Jawa Barat.
- Sistem SPMB DKI Jakarta dianggap stabil karena penerapan jadwal bertahap serta penyediaan kanal pengaduan yang mudah diakses.
- Pelaksanaan SPMB di Jawa Barat menghadapi masalah teknis sistem, transparansi seleksi, hingga protes orang tua siswa terkait maladministrasi.
Suara.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di DKI Jakarta berjalan lebih tertata dibanding sejumlah daerah lain, termasuk Jawa Barat yang masih diwarnai berbagai persoalan teknis dan administrasi.
Ketua Umum FSGI Jakarta, Idris, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan pelaksanaan SPMB di Jakarta relatif stabil dari sisi sistem, layanan pengaduan, dan kesiapan teknis di lapangan.
“SPMB Jakarta 2026 paling siap mengantisipasi permasalahan yang muncul. Meski kanal pengaduan banyak menerima pengaduan, namun permasalahannya yang diadukan dapat tertangani dengan baik karena Juknis dan SOP yang dirancang jauh hari sebelum SPMB 2026 di mulai," kata Idris dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).
FSGI membandingkan kondisi tersebut dengan pelaksanaan SPMB di Jawa Barat, khususnya skema SPMB MAUNG di 41 SMA dan SMK unggulan, yang dinilai masih menghadapi sejumlah kendala.
Di antaranya gangguan akses sistem dan situs pendaftaran, dugaan perubahan skor seleksi, serta pelaksanaan pemetaan calon murid baru (PCMB) yang dinilai belum transparan.
Selain itu, muncul pula protes orang tua siswa yang mendatangi Dinas Pendidikan Jawa Barat dan melaporkan dugaan maladministrasi ke Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat. DPRD Jawa Barat juga disebut mengevaluasi kesiapan sistem tersebut.
Sementara itu, FSGI menilai pelaksanaan SPMB di DKI Jakarta lebih terstruktur dengan penerapan sistem bertahap, penguatan posko layanan, serta kanal pengaduan yang mudah diakses masyarakat.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta membuka 11 posko SPMB di tingkat kota dan kabupaten, posko di sekolah, serta layanan pengaduan daring dan media sosial.
“Mengatur waktu pendaftaran secara bertahap berdasarkan jenjang pendidikan dan jalur pendaftaran sehingga sistem dan aplikasi berjalan lancar dan dapat dipantau publik pergerakan pendaftarnya,” ujar Idris.
FSGI menyatakan akan terus memantau pelaksanaan SPMB 2026 di Jakarta hingga seluruh tahapan berakhir pada 10 Juli 2026.