-
Keir Starmer resmi mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Inggris dan pemimpin Partai Buruh.
-
Keputusan mundur diambil demi memprioritaskan peran sebagai suami dan ayah bagi keluarganya.
-
Starmer menegaskan seluruh kebijakan selama menjabat selalu mengutamakan kepentingan terbaik untuk negaranya.
Suara.com - Keir Starmer secara mengejutkan memilih meletakkan jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris dan pemimpin Partai Buruh. Langkah drastis ini diambil demi mengalihkan seluruh fokus hidupnya kepada keluarga tercinta.
Keputusan besar ini memicu dinamika baru dalam lanskap politik Inggris pasca-kepemimpinannya yang penuh tekanan. Publik kini menyaksikan seorang pemimpin negara yang rela melepas kekuasaan tertinggi demi peran domestik.
Starmer menegaskan bahwa pengabdiannya kepada negara telah selesai dengan seluruh dedikasi terbaiknya. Setiap kebijakan yang ia ambil selama ini diklaim murni demi kepentingan seluruh rakyat.
![Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sejenak melupakan tekanan politik yang sedang menerpanya untuk merayakan keberhasilan Arsenal menjuarai Premier League musim 2025/2026. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/20/33443-pm-inggris-keir-starmer.jpg)
"Mengutamakan negara yang saya cintai," kata Keir Starmer, dikutip dari BBC, Senin (22/6/2026) WIB.
Pernyataan emosional tersebut ia sampaikan langsung di depan kantor resminya, Downing Street Nomor 10. Selepas dari lingkaran kekuasaan, ia siap mendedikasikan sisa hidupnya untuk tugas yang jauh lebih mulia.
Mantan orang nomor 1 di Inggris ini menyebut urusan keluarga sebagai prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar lagi. Baginya, menjaga keharmonisan rumah tangga jauh lebih berharga dibandingkan mempertahankan kursi kekuasaan.

Ia secara khusus memberikan penghormatan mendalam kepada belahan jiwanya yang selalu setia mendampingi. Sang istri dinilai sebagai sosok tangguh yang membuatnya mampu bertahan dalam badai politik.
"Menjadi suami terbaik yang saya bisa, untuk istri saya yang luar biasa, Vic, yang selalu menjadi penopang di sisi saya di saat senang maupun susah."
Air mata dan emosi yang tertahan mewarnai momentum perpisahan bersejarah di pusat kota London tersebut. Starmer juga berjanji akan menjadi figur ayah yang selalu hadir bagi tumbuh kembang anak-anaknya.
Anak-anaknya disebut sebagai harta paling berharga yang menjadi sumber kebahagiaan terbesar dalam hidupnya. Ia tidak ingin kehilangan momen emas bersama mereka hanya karena kesibukan mengurus negara.
"Dan menjadi ayah terbaik yang saya bisa untuk anak-anak yang cantik, yang merupakan kebanggaan dan kebahagiaan saya"
Setelah menutup pidatonya, Starmer langsung memeluk erat istrinya di hadapan para awak media. Pasangan ini kemudian berjalan masuk kembali ke dalam gedung No 10 Downing Street.
Sebelum pengumuman mengejutkan ini, kepemimpinan Keir Starmer terus berada di bawah sorotan tajam publik global. Tekanan politik yang tinggi disinyalir ikut memengaruhi keputusan personal yang sangat emosional ini.
Pengunduran diri ini otomatis meninggalkan kekosongan kekuasaan yang besar di tubuh pemerintahan Inggris saat ini. Partai Buruh kini harus bergerak cepat untuk mencari sosok pengganti yang sepadan.
Langkah Starmer menjadi preseden langka di mana seorang kepala negara mundur secara sukarela demi urusan domestik. Kini publik Inggris menanti arah baru pemerintahan pasca-kepergian sang perdana menteri.