5 Pemimpin Dunia Sambut Amerika Serikat dan Iran Damai

Pebriansyah Ariefana

Senin, 15 Juni 2026 | 13:38 WIB
5 Pemimpin Dunia Sambut Amerika Serikat dan Iran Damai
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (istimewa)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat dan Iran sepakat menandatangani perjanjian damai di Jenewa pada hari Jumat.

  • Para pemimpin dunia menyambut baik kesepakatan ini sebagai langkah nyata meredam konflik.

  • Isu nuklir Iran dan keamanan Selat Hormuz menjadi fokus utama perhatian global.

Suara.com - Amerika Serikat dan Iran sepakat mengakhiri ketegangan panjang lewat perjanjian baru yang dijadwalkan berlaku mulai Jumat ini. Langkah diplomasi ini langsung memicu gelombang optimisme dari berbagai pemimpin dunia demi stabilitas global.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif membeberkan bahwa penandatanganan kesepakatan formal bakal berlangsung di Jenewa, Swiss. Momen krusial ini bertepatan dengan penutupan KTT G7 yang digelar di Évians-les-Bains, Prancis.

Dikutip dari CNN, Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa dialog lanjutan segera digelar di Swiss pasca-seremonial penandatanganan. Pertemuan tersebut dirancang untuk merumuskan langkah teknis implementasi poin-poin kesepakatan di lapangan.

Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim al-Thani yang bertindak sebagai mediator utama menyerukan kerja sama konkret. Tokoh kunci diplomasi Timur Tengah ini menaruh harapan besar pada iktikad baik kedua belah pihak.

Ia mengekspresikan harapannya agar semua pihak terlibat dalam semangat positif dan konstruktif yang akan membantu mengonsolidasikan kemajuan ini dan membangun di atasnya.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer turut memberikan respons positif atas perkembangan eksekusi perjanjian ini. Dirinya secara terbuka menyebut capaian diplomasi tersebut sebagai sebuah "langkah penting" bagi keamanan internasional.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. ANTARA/Anadolu/py
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. ANTARA/Anadolu/py

Apresiasi mendalam juga datang dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres kepada negara-negara penengah. Guterres memuji peran aktif Pakistan, Turki, dan Arab Saudi dalam menjembatani konflik.

"Kesepakatan tersebut sebagai langkah kritis menuju penyelesaian konflik secara damai," tulis dalam unggahannya.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak seluruh pihak segera mengeksekusi nota kesepakatan secara utuh. Macron menegaskan dukungan penuh negaranya terhadap kedaulatan Lebanon yang selama ini menjadi titik krusial konflik.

baca juga
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) setibanya di Bandara Internasional Esenboga, Ankara, Turki, Rabu (9/4/2025). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wpa]
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) setibanya di Bandara Internasional Esenboga, Ankara, Turki, Rabu (9/4/2025). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wpa]

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoan menyambut baik kerangka kerja ini namun mengingatkan adanya potensi gangguan. Erdoan meminta semua pihak tetap waspada terhadap segala bentuk provokasi yang bisa merusak kesepakatan sebelum hari penandatanganan.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bersama Menteri Luar Negeri Penny Wong mendorong pemanfaatan momentum ini. Mereka mendesak Iran menyelesaikan kekhawatiran global terkait program nuklirnya demi menciptakan perdamaian yang bermanfaat.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi ikut menyuarakan harapannya melalui platform media sosial pasca-pengumuman kesepakatan. Takaichi menekankan pentingnya jaminan keamanan jalur pelayaran internasional komersial di kawasan Timur Tengah.

Jepang berharap kesepakatan ini mampu memastikan navigasi yang bebas dan aman di Selat Hormuz dalam waktu dekat. Tokyo juga mendesak penyelesaian komprehensif atas program nuklir Iran demi stabilitas ekonomi dunia.

Hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Iran berada dalam tensi tinggi akibat perselisihan program nuklir yang berkepanjangan. Ketegangan ini berdampak luas pada keamanan jalur maritim logistik global dan memicu instabilitas di kawasan Timur Tengah.

Keterlibatan berbagai aktor regional seperti Lebanon turut memperumit proses negosiasi gencatan senjata selama beberapa tahun terakhir. Kehadiran negara mediator seperti Qatar dan Pakistan akhirnya berhasil membuka jalan buntu diplomasi melalui draf perjanjian Jenewa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Militer Iran Klaim Mempermalukan Pasukan Amerika Serikat dan Israel Usai Damai

Militer Iran Klaim Mempermalukan Pasukan Amerika Serikat dan Israel Usai Damai

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:54 WIB

Jelang Iran vs Selandia Baru, Mehdi Taremi Sebut Perlakuan Buruk AS Rusak Marwah Sepak Bola

Jelang Iran vs Selandia Baru, Mehdi Taremi Sebut Perlakuan Buruk AS Rusak Marwah Sepak Bola

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 12:35 WIB

AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar

AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:59 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×