Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih

Bangun Santoso

Senin, 22 Juni 2026 | 17:41 WIB
Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih
Massa yang tergabung dalam Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin (22/6/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)
baca 10 detik
  • Massa PB PMII berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026.
  • Mahasiswa menuntut evaluasi total Kabinet Merah Putih karena dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.
  • Aksi tersebut menyoroti masalah korupsi, program pemerintah yang seremonial, serta minimnya partisipasi publik dalam pembentukan regulasi.

Suara.com - Gelombang protes mahasiswa kembali memanaskan kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).

Massa yang tergabung dalam Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI.

Aksi mahasiswa itu membawa tuntutan utama berupa evaluasi total terhadap kinerja para menteri dalam Kabinet Merah Putih yang dianggap belum memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan rakyat.

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, massa mulai memadati Jalan Gatot Subroto sekitar pukul 15.35 WIB.

Sebelum mencapai titik aksi di depan gerbang parlemen, para mahasiswa melakukan long march dari arah Gelora Bung Karno (GBK).

Kehadiran massa terlihat mencolok dengan atribut organisasi yang didominasi warna biru dan kuning.

Tiga bendera berukuran raksasa dengan logo PB PMII tampak berkibar di barisan paling depan, membelah kepadatan arus lalu lintas.

Pergerakan massa ini juga diiringi oleh mobil komando yang terus memutar lagu-lagu perjuangan mahasiswa untuk membakar semangat para peserta aksi yang datang dari berbagai daerah.

Di tengah barisan, sebuah spanduk besar membentang dengan tulisan provokatif "Evaluasi Total Kabinet Merah Putih".

baca juga

Spanduk tersebut menjadi simbol kegelisahan mahasiswa terhadap arah kebijakan pemerintah saat ini.

Orator yang berdiri di atas mobil komando secara bergantian menyuarakan kritik tajam terhadap perilaku para pejabat negara yang dinilai jauh dari amanah rakyat.

"Terbukti dari kerja hari ini bagaimana para pejabat melakukan monopoli, bahkan anggaran triliunan digunakan oleh segelintir orang," ujar orator dari massa mahasiswa.

Kritik mengenai monopoli anggaran ini menjadi salah satu poin krusial yang disoroti. Mahasiswa menilai bahwa alokasi dana negara yang seharusnya menyentuh lapisan masyarakat bawah justru diduga hanya berputar di lingkaran elit tertentu.

Selain spanduk dan bendera, massa aksi juga membawa simbol teatrikal berupa tandu jenazah yang terbuat dari bambu.

Tandu tersebut dibalut dengan spanduk yang dipenuhi coretan pilox berwarna merah, melambangkan matinya keadilan dan transparansi dalam tata kelola pemerintahan.

Akibat besarnya jumlah massa, barisan mahasiswa sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto macet panjang.

Massa akhirnya tiba dan terkonsentrasi tepat di depan pintu gerbang utama Gedung DPR/MPR RI sekitar pukul 15.48 WIB.

Dalam pernyataan sikapnya, PB PMII membeberkan tiga alasan fundamental yang melatarbelakangi aksi turun ke jalan kali ini.
Pertama, mereka menyoroti Program Strategis Nasional (PSN), khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mahasiswa menilai implementasi program tersebut belum sepenuhnya menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan dan masih terkesan seremonial.

Kedua, PB PMII menyoroti kasus korupsi yang masih terus berulang di berbagai lini pemerintahan.

Keberadaan Kabinet Merah Putih diharapkan mampu membawa semangat bersih-bersih, namun realitanya praktik lancung dinilai masih menjadi bayang-bayang hitam dalam birokrasi.

Ketiga, proses pembuatan Undang-Undang (UU) di parlemen dianggap cenderung hanya memenuhi prosedur formalitas semata, tanpa melibatkan partisipasi publik yang bermakna (meaningful participation).

Menyikapi berbagai persoalan tersebut, PB PMII secara resmi melayangkan tiga poin tuntutan kepada pemerintah dan DPR.

Pertama, mereka menuntut perwujudan pemerintahan yang bersih serta penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu terhadap siapapun yang melanggar.

Kedua, mendesak pemerintah untuk membuka ruang partisipasi publik yang seluas-luasnya dan bermakna dalam setiap proses pembuatan regulasi atau UU, sehingga aturan yang dihasilkan tidak hanya berpihak pada kepentingan segelintir elit.

Ketiga, menuntut pemerintah untuk membangun komunikasi dua arah yang efektif dengan rakyat serta lebih serius mendengarkan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat bawah. (Reporter: Cornelius Juan Prawira)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:55 WIB

Respon Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

Respon Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

Video | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:21 WIB

Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja

Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja

Otomotif | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09 WIB

Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd

Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:45 WIB

Bukan Karena Malas, 5 Hal Ini Jadi Alasan Utama Kenapa Kamar Anak Kos Cepat Berantakan

Bukan Karena Malas, 5 Hal Ini Jadi Alasan Utama Kenapa Kamar Anak Kos Cepat Berantakan

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:05 WIB

Dasco Temui Ratusan Mahasiswa yang Gelar Aksi di Depan DPR

Dasco Temui Ratusan Mahasiswa yang Gelar Aksi di Depan DPR

Foto | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Jangan Beli Dulu, Harga Emas Antam Masih Naik Tinggi Jadi Rp2.565.000/Gram.

Jangan Beli Dulu, Harga Emas Antam Masih Naik Tinggi Jadi Rp2.565.000/Gram.

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 10:02 WIB

Strawberry, Ice Cream, and You: Luka Keluarga yang Tak Mudah Disembuhkan

Strawberry, Ice Cream, and You: Luka Keluarga yang Tak Mudah Disembuhkan

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 10:00 WIB

Menapaki Jabal Rahmah, Bukit Penuh Kisah di Padang Arafah

Menapaki Jabal Rahmah, Bukit Penuh Kisah di Padang Arafah

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 10:00 WIB

Rekor Kandang Jadi Taruhan Gomes Jelang Duel Panas Madura United vs Arema FC

Rekor Kandang Jadi Taruhan Gomes Jelang Duel Panas Madura United vs Arema FC

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 09:59 WIB

4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh

4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 09:55 WIB

Habib Jafar dan Wamensos Bekali SDM Sekolah Rakyat Cara Mendidik Siswa

Habib Jafar dan Wamensos Bekali SDM Sekolah Rakyat Cara Mendidik Siswa

News | Jum'at, 06 November 2026 | 09:52 WIB

Bitcoin Melesat Tembus ke Level 80.000 USD Lagi, Ini Pendorongnya

Bitcoin Melesat Tembus ke Level 80.000 USD Lagi, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:49 WIB

Peran Krusial Irjen Slamet Uliandi di Kasus Penyadapan Prabowo: Si Pemberi Izin Operasi Gelap

Peran Krusial Irjen Slamet Uliandi di Kasus Penyadapan Prabowo: Si Pemberi Izin Operasi Gelap

News | Jum'at, 06 November 2026 | 09:49 WIB

bank bjb Raih Pengakuan High Dividend,  Bukti  Fundamental Perusahaan Terjaga Solid

bank bjb Raih Pengakuan High Dividend, Bukti Fundamental Perusahaan Terjaga Solid

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:48 WIB

Bolehkah Handbody Dicampur dengan Minyak Zaitun? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

Bolehkah Handbody Dicampur dengan Minyak Zaitun? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 09:48 WIB

×