Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan

Vania Rossa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:36 WIB
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
Seremoni peluncuran SLPI fase II. (Dok. UNDP)
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia, Swiss, dan UNDP memperluas program pengelolaan lanskap berkelanjutan di lima provinsi hingga tahun 2029 mendatang.
  • Program ini menargetkan konservasi jutaan hektare hutan serta peningkatan kesejahteraan petani melalui penguatan tata kelola komoditas sawit.
  • Pemerintah mempercepat transformasi digital sistem sertifikasi ISPO untuk meningkatkan transparansi produk sawit di pasar global secara berkelanjutan.

Suara.com - Upaya konservasi kawasan hutan dan perkebunan di Indonesia memasuki babak baru yang lebih luas. Melalui kolaborasi internasional bersama Pemerintah Swiss dan Program Pembangunan PBB (UNDP), program pengelolaan lanskap berkelanjutan kini ditargetkan mampu mengonservasi jutaan hektare kawasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lima provinsi kunci.

Lima wilayah yang menjadi fokus utama dalam implementasi program ini meliputi Provinsi Aceh, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Langkah strategis ini merupakan kelanjutan dari Sustainable Landscape Program Indonesia (SLPI) yang resmi diperpanjang dan diperluas hingga tahun 2029.

Aretha Aprilia, Head of Nature and Low Carbon Development Unit UNDP Indonesia, mengungkapkan bahwa pada tahap awal saja, program ini telah mencatat capaian signifikan dengan mengonservasi kawasan seluas sekitar 1,79 juta hektare. Selain itu, program ini juga berhasil menggalang kemitraan dengan sektor swasta senilai sekitar 6,8 juta dolar AS.

Pada perluasan kali ini, Aretha menegaskan fokus tidak lagi hanya pada proyek percontohan skala kecil, melainkan pada dampak sistemik yang lebih besar melalui penguatan kelembagaan dan keterlibatan sektor swasta yang lebih masif.

“Yang penting sekarang bukan hanya pilot project, tapi bagaimana praktik baik ini benar-benar masuk ke sistem pemerintah,” ujar Aretha.

Dorong Kesejahteraan Petani dan Transparansi Sawit di Pasar Global

Selain perlindungan lingkungan, tujuan akhir dari program lintas negara ini adalah memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di tingkat tapak, khususnya para petani sawit. Pemerintah Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat tata kelola komoditas berkelanjutan melalui sistem sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, menjelaskan bahwa pemerintah tengah mempercepat transformasi digital pada sistem ISPO. Integrasi data sertifikasi dan perdagangan ini dilakukan agar rantai pasok komoditas Indonesia menjadi lebih transparan dan mudah dilacak oleh pasar global.

“Dengan sistem ini, kita ingin meningkatkan kepercayaan dunia terhadap produk sawit Indonesia yang berkelanjutan,” kata Dida.

baca juga

Ia menambahkan, program pengelolaan lanskap ini telah diselaraskan dengan prioritas nasional, termasuk mendorong transisi energi hijau melalui penguatan program biodiesel yang berbasis pada produksi sawit berkelanjutan.Target utamanya adalah memastikan praktik hijau ini menjadi bagian integral dari sistem pemerintah pusat maupun daerah.

Dukungan Penuh Kemitraan Internasional

Dampak nyata di lapangan ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari mitra internasional. Y.M. Olivier Zehnder, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, menegaskan bahwa hasil positif pada fase awal dalam pengelolaan perkebunan dan peningkatan kondisi masyarakat menjadi alasan kuat bagi pihaknya untuk memperpanjang komitmen ini.

“Kami melihat langsung di lapangan bagaimana program ini berjalan. Tujuannya bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas produksi,” ungkap Olivier.

Swiss berharap, penguatan sistem dan kemitraan hingga tahun 2029 ini dapat membuat program pengelolaan kawasan di Indonesia menjadi mandiri di masa depan, tanpa ketergantungan penuh pada pendanaan eksternal.

Sementara itu, pihak UNDP Indonesia kembali mengingatkan bahwa kunci keberhasilan dari target konservasi dan kesejahteraan ini berada pada sinergi multipihak.

“Pembangunan berkelanjutan hanya bisa berhasil jika masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta bekerja bersama,” paparnya.

Melalui perluasan dampak di lima provinsi ini, para mitra optimistis kolaborasi jangka panjang tersebut akan membuka peluang pasar baru yang menguntungkan lingkungan sekaligus memutar roda ekonomi daerah.

“Jika kita bekerja bersama, semua pihak akan mendapatkan manfaat. Petani lebih sejahtera, produksi lebih baik, dan pasar baru terbuka,” tutup Olivier Zehnder.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Denim, Gaya Hidup, dan Masa Depan Fashion Berkelanjutan

Denim, Gaya Hidup, dan Masa Depan Fashion Berkelanjutan

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 16:01 WIB

Pra-Acara Day of Petroleum 2026: Konservasi Penyu, Tanam Pandan, dan Bersih Pantai di Patihan

Pra-Acara Day of Petroleum 2026: Konservasi Penyu, Tanam Pandan, dan Bersih Pantai di Patihan

Your Say | Senin, 22 Juni 2026 | 13:18 WIB

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:13 WIB

Terkini

Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?

Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:26 WIB

Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional

Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:21 WIB

OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD

OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:08 WIB

Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:59 WIB

Usut Aliran Uang Pemerasan! KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 40 Hari

Usut Aliran Uang Pemerasan! KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 40 Hari

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:58 WIB

Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan

Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:51 WIB

Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan

Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:51 WIB

Duka Masyarakat Adat di DPR: Tanah Warisan Leluhur Hilang, Anak Buta Huruf karena HGU

Duka Masyarakat Adat di DPR: Tanah Warisan Leluhur Hilang, Anak Buta Huruf karena HGU

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:48 WIB

Pengamat Sentil Pemerintah: Perbesar Telinga untuk Dengar Suara Rakyat!

Pengamat Sentil Pemerintah: Perbesar Telinga untuk Dengar Suara Rakyat!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:48 WIB

Nama Dedi Congor Muncul di Sidang, KPK Telusuri Aliran Dana Rp30 Miliar dari Bos Blueray Cargo

Nama Dedi Congor Muncul di Sidang, KPK Telusuri Aliran Dana Rp30 Miliar dari Bos Blueray Cargo

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:34 WIB