Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

Galih Prasetyo

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:50 WIB
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
ilustrasi Selat Hormuz (Google Gemini)
baca 10 detik
  • Iran mewajibkan registrasi dan asuransi kapal komersial di Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata terbaru.
  • Industri maritim menolak kebijakan tersebut karena berpotensi melanggar sanksi internasional dan mengancam kelancaran jalur perdagangan minyak global.
  • Keberadaan ranjau laut serta sengketa yurisdiksi di Selat Hormuz menyebabkan penurunan lalu lintas kapal dan meningkatkan volatilitas energi.

Suara.com - Negosiasi berisiko tinggi terkait konflik Iran yang berlangsung di Swiss kini dibayangi isu baru, rencana Teheran menerapkan skema registrasi dan asuransi wajib bagi kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Industri maritim internasional memperingatkan kebijakan itu berpotensi menjadi pintu pungutan ilegal yang mengganggu perdagangan global.

Sumber senior di sektor pelayaran menyebut proposal Iran tidak dapat diterima.

“Tidak ada negara yang bisa secara sepihak mengklaim yurisdiksi atas perairan internasional. Jika itu dipaksakan, lalu lintas tidak akan kembali ke level sebelum perang,” ujar seorang sumber seperti dikutip dari NY Post.

Di bawah kesepakatan gencatan senjata 60 hari, Iran membentuk lembaga baru yang mewajibkan kapal mendaftar dan menggunakan asuransi yang disetujui pihaknya.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Iran dan AS menyepakati pakta damai untuk membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz. (IRNA)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Iran dan AS menyepakati pakta damai untuk membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz. (IRNA)

Namun, perusahaan asuransi Barat menolak, menilai skema tersebut berisiko melanggar sanksi Amerika Serikat serta memaksa mereka tunduk pada sistem hukum Iran yang tidak dipercaya.

“Ini jelas upaya menjadikan selat sebagai senjata ekonomi terhadap Barat,” kata sumber lain.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut bisa merusak ekonomi global jika diberlakukan secara luas.

Iran memang menawarkan asuransi gratis selama periode awal, tetapi tetap membuka peluang mengenakan premi tinggi di kemudian hari.

baca juga

Hal ini memicu kekhawatiran bahwa kebijakan tersebut hanyalah langkah awal menuju pungutan permanen.

Sebagai alternatif, banyak perusahaan pelayaran memilih jalur sempit melalui Oman yang dilindungi militer AS. Meski demikian, kapasitasnya terbatas.

Lalu lintas kapal masih jauh di bawah kondisi normal sebelum konflik, yang mencapai lebih dari 130 kapal per hari.

Masalah lain yang belum terselesaikan adalah ranjau laut yang masih tersebar di perairan utama.

Diplomat Uni Eropa menegaskan pembersihan ranjau menjadi prioritas mendesak.

“Tanpa itu, tidak akan ada pemulihan. Tidak ada kapten kapal yang mau mengambil risiko kapalnya meledak,” ujarnya.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital energi global.

Sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia,lebih dari 20 juta barel per hari melewati perairan sempit ini.

Jalur tersebut juga menjadi rute utama ekspor gas alam cair dari Qatar.

Kondisi ini membuat ketegangan di Hormuz berdampak langsung pada pasar energi global.

Penurunan lalu lintas dan ancaman keamanan telah menciptakan tekanan besar, sekaligus meningkatkan volatilitas harga minyak.

Sejumlah pejabat Barat menilai keberhasilan kesepakatan dengan Iran akan sangat menentukan stabilitas ekonomi global.

Jika jalur kembali aman dan terbuka, harga energi diperkirakan turun dan memberi ruang bagi kebijakan sanksi yang lebih luas terhadap negara lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Persia Kuno! Isi Lengkap Surat Timnas Iran, Kirim Pesan Damai untuk Dunia

Dari Persia Kuno! Isi Lengkap Surat Timnas Iran, Kirim Pesan Damai untuk Dunia

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 01:57 WIB

Piala Dunia 2026: Timnas Iran Tinggalkan Pesan Menyentuh di Stadion Los Angeles Usai Laga

Piala Dunia 2026: Timnas Iran Tinggalkan Pesan Menyentuh di Stadion Los Angeles Usai Laga

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 17:59 WIB

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:00 WIB

Iran Merasa Dianaktirikan di Piala Dunia 2026, Amir Ghalenoei Lontarkan Sindiran

Iran Merasa Dianaktirikan di Piala Dunia 2026, Amir Ghalenoei Lontarkan Sindiran

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 14:16 WIB

Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan

Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 11:57 WIB

Terkini

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB

×