- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, menekankan aspirasi masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembangunan daerah.
- Pemprov DKI Jakarta fokus meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengembangan sektor transportasi, pendidikan, serta penanganan kawasan permukiman kumuh.
- Jakarta menargetkan transformasi menjadi kota global yang inklusif dan berkelanjutan menjelang peringatan usia lima abad pada 2027.
Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus menjadi pijakan utama dalam penyusunan program pembangunan daerah, terutama saat Jakarta bersiap menyambut usia lima abad pada 2027.
Menurut Ima, berbagai usulan warga yang dihimpun melalui kegiatan reses anggota DPRD harus ditindaklanjuti secara nyata dalam perencanaan pembangunan. Ia menilai masyarakat berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat direalisasikan dan tidak terhambat oleh keterbatasan anggaran.
"Yang terpenting, aspirasi masyarakat hasil reses harus menjadi prioritas pembangunan," ujar Ima, dikutip dari laman resmi DPRD DKI Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Politikus PDI Perjuangan itu juga mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengoptimalkan pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar pembangunan tetap menyasar kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pelayanan publik dan kesejahteraan warga.
Ima menegaskan, tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah tidak boleh menjadi alasan untuk menghambat pembangunan.
"Kita harus tetap kreatif agar pembangunan Jakarta terus bergerak," katanya.
Sejalan dengan Semangat HUT Jakarta ke-499
Pernyataan Ima dinilai sejalan dengan tema HUT ke-499 Kota Jakarta, yakni "Bergerak Menuju Era Baru Jakarta", yang menjadi pengingat agar pemerintah semakin adaptif dalam menjawab tantangan pembangunan menjelang usia lima abad ibu kota.
Di sisi lain, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menyebut ada tiga sektor yang menjadi tulang punggung pembangunan Jakarta saat ini, yakni transportasi, pendidikan, dan penanganan kawasan permukiman kumuh.
Menurut Chico, Pemprov DKI telah mencatat sejumlah capaian di berbagai sektor tersebut. Di bidang transportasi, misalnya, pembangunan dan integrasi layanan transportasi publik terus dipercepat melalui pengoperasian LRT Fase 1B rute Velodrome–Manggarai serta pembangunan MRT Jakarta Fase 2A.
Di sektor pendidikan, program sekolah swasta gratis telah menjangkau 103 sekolah. Sementara dalam penanganan kawasan kumuh, jumlah RW kumuh berhasil ditekan dari 445 wilayah menjadi 211 wilayah.
Wujudkan Kota Global yang Berpihak pada Warga
Chico menegaskan bahwa seluruh program pembangunan yang dijalankan Pemprov DKI bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Inti dari semua program ini adalah kesejahteraan warga. Pembangunan harus hadir langsung dalam kehidupan sehari-hari melalui akses transportasi yang baik, pendidikan dan kesehatan yang merata, kesempatan kerja, bantuan sosial, serta lingkungan yang bersih dan nyaman," ujarnya.
Menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027, Pemprov DKI menargetkan ibu kota menjadi kota global yang tetap berpihak kepada warganya.
"Menjelang 5 abad Jakarta, target Pemprov adalah menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berpihak pada warga. Artinya, pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur harus benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjadikan Jakarta lebih inklusif, berkelanjutan, dan siap bersaing di tingkat internasional, sambil terus membangun dari bawah bersama seluruh elemen masyarakat," jelas Chico.
Ima pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah agar pembangunan Jakarta semakin merata dan memberikan dampak langsung bagi warga.
"Pembangunan akan berhasil jika pemerintah dan masyarakat terus berkolaborasi," pungkasnya.