Sensor Media Venezuela Bikin Warga Kalang Kabut Cari Keluarga yang Terjebak Pascagempa Bumi

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 25 Juni 2026 | 11:33 WIB
Sensor Media Venezuela Bikin Warga Kalang Kabut Cari Keluarga yang Terjebak Pascagempa Bumi
Sensor ketat pemerintah Venezuela mempersulit warga memantau kondisi keluarga pascagempa bumi besar. (GC)
baca 10 detik
  • Blokade internet pemerintah Venezuela mempersulit pendataan korban dan kerusakan infrastruktur pascagempa bumi.

  • Tokoh oposisi Edmundo González mengecam sensor sistematis yang memperparah kecemasan keluarga korban.

  • Kerusakan saluran air dan gas pascagempa memicu risiko kebakaran yang melipatgandakan kerugian.

Suara.com - Blokade informasi yang ketat atau sensor media di Venezuela kini melumpuhkan akses masyarakat untuk mengetahui kondisi korban dan kerusakan pascagempa bumi. Sensor digital yang masif membuat warga di dalam maupun luar negeri terjebak dalam ruang hampa informasi yang krusial.

Kondisi darurat ini memperlihatkan bagaimana pembatasan ruang siber oleh otoritas setempat langsung berdampak pada keselamatan publik saat bencana. Masyarakat kehilangan hak dasar untuk memitigasi risiko lanjutan akibat minimnya panduan penyelamatan yang kredibel.

Di tengah lumpuhnya saluran resmi, arus informasi kini sepenuhnya bergantung pada keberanian jurnalis lokal yang bergerak secara mandiri. Mereka memanfaatkan infrastruktur pribadi demi menyuarakan fakta dari wilayah-wilayah terdampak parah.

Dua gempa beruntun mengguncang Venezuela memicu status darurat nasional dan kerusakan infrastruktur parah. (Video Reuters/CNN)
Dua gempa beruntun mengguncang Venezuela memicu status darurat nasional dan kerusakan infrastruktur parah. (Video Reuters/CNN)

Kondisi tersebut memicu keprihatinan mendalam dari tokoh oposisi, Edmundo González, yang kini berada di pengasingan. Ia menyoroti penderitaan psikologis luar biasa yang harus ditanggung oleh keluarga korban akibat pemutusan akses komunikasi tersebut.

"Warga Venezuela di luar negeri tidak bisa mengetahui apakah keluarga mereka baik-baik saja. Mereka yang berada di dalam negeri tidak memahami skala dari apa yang telah terjadi. Ketidakpastian menjadi lapisan kecemasan lain, dan ini bukan karena jaringan yang terputus: ini adalah pemblokiran informasi yang sistematis dan berkepanjangan yang harus dihadapi oleh warga Venezuela," kata González dikutip dari CNN Internasional, Kamis (25/6/2026).

Ia juga menambahkan bahwa informasi yang beredar saat ini murni merupakan hasil kerja keras para pewarta di lapangan.

"Apa yang diketahui hanyalah berkat para jurnalis yang turun ke jalan dengan ponsel dan data mereka sendiri, bertekad untuk menceritakan apa yang mereka lihat." ujar González.

Selain kendala komunikasi, ancaman sekunder pascagempa seperti kebakaran hebat akibat kebocoran pipa gas juga mengintai wilayah padat penduduk.

Kerusakan sistem kelistrikan dan saluran air utama memperparah situasi karena menghambat proses pemadaman api oleh petugas.

baca juga

Dampak ikutan ini berpotensi melipatgandakan total kerugian ekonomi serta korban jiwa secara signifikan. Ketiadaan informasi secara aktual membuat mitigasi terhadap risiko berantai tersebut menjadi hampir mustahil dilakukan dengan cepat.

Sebagai konteks, Venezuela menempati peringkat ke-159 dari 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia lansiran Reporters Without Borders.

Di bawah kepemimpinan mantan presiden otoriter Nicolás Maduro, intimidasi dan penahanan terhadap jurnalis menjadi fenomena yang lumrah terjadi.

Meski beberapa tahanan politik telah dibebaskan sejak Delcy Rodríguez memegang kendali kekuasaan, sensor sistematis tetap berjalan kuat.

Lembaga VE Sin Filtro mencatat lebih dari 200 situs web, termasuk puluhan media berita dan platform digital global, diblokir secara sepihak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Gempa Venezuela Mulai Dievakuasi dari Reruntuhan Bangunan Ambruk di Ibu Kota

Korban Gempa Venezuela Mulai Dievakuasi dari Reruntuhan Bangunan Ambruk di Ibu Kota

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:18 WIB

Venezuela Umumkan Darurat Nasional Usai Gempa Bumi Besar, Bandara Hingga Listrik Lumpuh

Venezuela Umumkan Darurat Nasional Usai Gempa Bumi Besar, Bandara Hingga Listrik Lumpuh

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 10:40 WIB

Cerita Warga Terjebak di Lantai 9: Gempa Venezuela Mengerikan dan Menakutkan

Cerita Warga Terjebak di Lantai 9: Gempa Venezuela Mengerikan dan Menakutkan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 10:18 WIB

Terkini

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB