-
Korban tewas akibat gempa Venezuela melonjak drastis hingga mencapai 164 jiwa.
-
Delcy Rodríguez menggandeng PBB dan IMF untuk dana pemulihan sebesar 200 juta dolar.
-
Sebanyak 30 gempa susulan memperlambat proses evakuasi korban di reruntuhan bangunan.
Suara.com - Krisis kemanusiaan di Venezuela semakin mencekam setelah jumlah korban tewas akibat gempa bumi beruntun melonjak hingga 164 orang. Data resmi juga mengonfirmasi sedikitnya 971 warga mengalami luka-luka akibat bencana fatal ini.
Pemerintah memproyeksikan angka kematian riil jauh melampaui data saat ini akibat banyaknya bangunan yang rata dengan tanah. Tim penyelamat terus berpacu dengan waktu menyisir puing-puing bangunan demi menemukan korban selamat.
Dikutip dari CNN Internasional, situasi di lapangan kian genting menyusul ancaman keselamatan yang belum mereda dari alam. Otoritas setempat mencatat setidaknya ada 30 rentetan gempa susulan yang terjadi pasca-guncangan utama.
![Dua Gempa Besar Hantam Venezuela dalam 39 Detik: Mengapa Negara Itu Berisiko Tinggi Terhadap Gempa? [@ActualidadRT]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/25/19807-gempa-venezuela.jpg)
Pemerintah pusat bergerak cepat menggalang dukungan global demi mengatasi kelumpuhan infrastruktur nasional. Langkah taktis ini diambil guna memastikan bantuan logistik dan evakuasi berjalan efektif.
Plt Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez menyatakan bahwa dirinya sedang berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengirimkan tim penyelamat. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat proses evakuasi di titik-titik paling parah.
Selain bantuan personil, pemulihan ekonomi pascabencana juga menjadi fokus utama pemerintah. Rodríguez menjelaskan kerja samanya dengan Dana Moneter Internasional untuk membuat dana awal sebesar $200 juta bagi pembangunan kembali negara tersebut.
Sektor swasta kini turut dipanggil untuk mengambil peran aktif dalam misi kemanusiaan ini. Dukungan infrastruktur dari pengusaha lokal dianggap krusial untuk menembus wilayah terisolasi.
Rodríguez juga meminta bantuan kepada sektor swasta berupa alat berat guna mendukung upaya penyelamatan. Alat-alat ini sangat dibutuhkan untuk memindahkan material beton yang menimbun pemukiman warga.
Di tengah kepanikan massal, pemimpin negara meminta warga untuk tidak menyebarkan ketakutan yang tidak perlu. Ketahanan psikologis masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi masa kritis ini.
Rodríguez mengimbau warga Venezuela untuk tetap tenang dan “bersatu,” serta tetap tinggal di rumah mereka jika strukturnya aman. Langkah preventif ini penting guna menghindari risiko robohnya bangunan akibat gempa susulan.
Pemerintah juga mengetuk sisi spiritual masyarakat untuk memperkuat moral bangsa yang sedang terguncang. Gerakan bersama ini diharapkan bisa memberikan kekuatan bagi para korban dan penyintas.
Dia menambahkan bahwa Venezuela akan mengadakan doa nasional untuk semua agama pada pukul 7 malam waktu setempat. Ritual lintas iman tersebut menjadi simbol kebersamaan publik di masa sulit.
Bencana ini dipicu oleh 2 gempa bumi utama yang mengguncang wilayah padat penduduk di Venezuela secara berturut-turut. Guncangan kuat tersebut merusak fasilitas publik, memutus akses komunikasi, dan meruntuhkan ratusan gedung bertingkat.
Hingga saat ini, operasi pencarian skala besar masih terus diintensifkan di berbagai kota terdampak. Pemerintah menetapkan status darurat dan mengerahkan seluruh instansi vertikal untuk memitigasi dampak kerusakan.