- Dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026, hingga merusak berbagai infrastruktur.
- Bencana ini menyebabkan 164 orang meninggal dan 971 korban luka, memaksa pemerintah menetapkan status darurat nasional segera.
- Tim penyelamat dari berbagai negara internasional kini dikerahkan untuk membantu evakuasi korban yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
Suara.com - Gempa bumi dahsyat mengguncang Venezuela. Dua gempa berkekuatan besar pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat nenimbulkan dampak kerusakan yang sangat besar.
Laporan terbaru menyebutkan per hari ini, Kamis (25/6) sore WIB, korban jumlah tewas sudah menyentuh angka 164 orang dan 971 lainnya.
Update jumlah korban ini disampaikan oleh pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodríguez.
Ia menegaskan bahwa operasi penyelamatan masih berlangsung intensif di berbagai wilayah terdampak.
“Kami sedang melakukan upaya penyelamatan yang sangat berat,” ujar Rodríguez seperti dinukil dari O Globo.
![Dua Gempa Besar Hantam Venezuela dalam 39 Detik: Mengapa Negara Itu Berisiko Tinggi Terhadap Gempa? [Suara.com/AI]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/06/25/89742-ilustrasi-gempa-venezuela.jpg)
Pemerintah juga menetapkan status darurat nasional dan menutup bandara utama.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 itu menyebabkan puluhan bangunan runtuh.
Sejumlah kota dilaporkan mengalami pemadaman listrik dan kerusakan infrastruktur parah.
Menurut United States Geological Survey, gempa 7,5 merupakan yang terkuat di Venezuela dalam lebih dari 100 tahun terakhir.
Getaran besar ini memicu kepanikan luas di berbagai daerah, termasuk ibu kota Caracas.
Di lapangan, suasana penuh keputusasaan terlihat jelas.
Melasnir laporan media lokal, warga berteriak mencari anggota keluarga yang masih tertimbun reruntuhan bangunan.
“Antonio, ini ibu… saya di sini!” teriak seorang ibu di depan puing gedung yang roboh.
Ia berharap anaknya masih hidup di bawah reruntuhan.
Tim penyelamat dari berbagai negara mulai berdatangan untuk membantu evakuasi.
Amerika Serikat, Prancis, Meksiko, El Salvador, dan Republik Dominika mengirimkan personel dan bantuan logistik.
Sementara itu, Luiz Inacio Lula da Silva menyatakan solidaritasnya.
Presiden Brasil itu membuka kemungkinan pengiriman bantuan untuk mendukung pemulihan Venezuela.
“Brasil siap membantu negara sahabat ini dalam pemulihan wilayah terdampak,” tulis Lula di akun media sosial.