Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Vania Rossa

Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
Ilustrasi PLTS. (Freepik)
baca 10 detik
  • MOSAIC dan mitranya memaparkan riset pembiayaan PLTS komunitas.
  • Skema kombinasi hibah dan pinjaman lunak dinilai paling realistis mendukung pembangunan serta operasional PLTS jangka panjang.
  • Model pendanaan ini diharapkan mampu menjaga tarif listrik terjangkau sekaligus mendorong aktivitas ekonomi produktif di pedesaan.

Suara.com - Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berbasis komunitas dinilai membutuhkan model pendanaan yang tidak hanya mampu membiayai pembangunan awal, tetapi juga menjamin keberlanjutan operasional dalam jangka panjang.

Hasil riset yang dilakukan MOSAIC bersama Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan Purpose menunjukkan bahwa skema pembiayaan campuran berupa kombinasi hibah dan pinjaman lunak menjadi opsi paling realistis untuk mendukung pengembangan PLTS komunitas di Indonesia.

Temuan tersebut dipaparkan dalam diskusi bertajuk “Potensi Keuangan Islam untuk Pendanaan PLTS Berbasis Komunitas” yang diselenggarakan MOSAIC dan Katadata di Jakarta, Rabu (24/6).

Program Direktur MOSAIC, Aldy Permana, mengatakan penelitian tersebut berangkat dari kebutuhan untuk mencari model pembiayaan yang mampu mendukung target pembangunan energi surya nasional, termasuk rencana pengembangan PLTS berbasis desa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Menurut Aldy, tantangan utama pengembangan energi surya berbasis komunitas tidak hanya terletak pada kebutuhan investasi yang besar di awal proyek, tetapi juga bagaimana memastikan pembangkit dapat terus beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

"Pertanyaan utama yang ingin kami jawab melalui riset ini adalah bagaimana keuangan syariah dapat menjadi salah satu sumber pendanaan untuk mendukung target pembangunan 100 GW PLTS di Indonesia. Tantangannya bukan hanya membangun proyek di awal, tetapi juga memastikan proyek tersebut dapat beroperasi secara berkelanjutan," ujar Aldy.

Dalam simulasi penelitian, pembangunan PLTS komunitas berkapasitas 1 megawatt (MW) diperkirakan membutuhkan investasi awal sekitar Rp22 miliar dengan masa operasi hingga 20 tahun. Selain itu, terdapat kebutuhan biaya operasi dan pemeliharaan sekitar Rp330 juta per tahun.

Tim peneliti kemudian mengkaji sejumlah alternatif pembiayaan yang mengombinasikan dana komersial dan dana sosial Islam. Dari empat model yang dianalisis, yakni hibah penuh, pinjaman bank syariah, kombinasi hibah dan pinjaman lunak, serta dana abadi wakaf uang, skema gabungan hibah dan pinjaman lunak dinilai paling seimbang.

Model tersebut dianggap mampu menjaga tarif listrik tetap terjangkau sekaligus memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan di berbagai daerah.

baca juga

"Dari berbagai skenario yang kami kaji, model kombinasi hibah dan pinjaman lunak menawarkan keseimbangan terbaik antara keterjangkauan tarif listrik, kebutuhan dukungan dana sosial, dan peluang replikasi. Karena itu, menurut kami model ini paling layak untuk diuji coba sebagai proyek percontohan," kata Aldy.

Selain untuk pembangunan awal, penelitian tersebut juga menyoroti potensi pemanfaatan instrumen keuangan syariah seperti Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) untuk membantu membiayai kebutuhan operasional dan perawatan PLTS. Dengan begitu, proyek energi surya komunitas tidak hanya memiliki sumber pendanaan saat dibangun, tetapi juga saat memasuki masa operasional.

Analis Keuangan Negara Ahli Muda Bidang Tugas Pembiayaan dan Risiko Keuangan Kementerian Keuangan, Safrudin Sabto Nugroho, menilai model yang ditawarkan menjadi inovasi menarik karena mengintegrasikan berbagai sumber pembiayaan dalam satu skema.

"Dari perspektif Kementerian Keuangan, model yang dipaparkan hari ini merupakan sebuah inovasi yang positif. Ini mengintegrasikan berbagai sumber pembiayaan, mulai dari dana komersial, hibah, hingga instrumen sovereign sukuk. Ini merupakan terobosan yang layak untuk diimplementasikan," ujarnya.

Meski demikian, Safrudin menegaskan bahwa pengelolaan dana publik dan dana sosial harus dibarengi tata kelola yang baik, akuntabilitas, serta transparansi agar program dapat berjalan efektif.

Sementara itu, Direktur Keuangan Sosial Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dwi Irianti Hadiningdyah, mengatakan berbagai instrumen keuangan syariah sebenarnya telah tersedia untuk mendukung proyek energi terbarukan. Tantangan saat ini adalah mempertemukan sumber pendanaan dengan proyek-proyek yang siap dijalankan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLTMH Kedungrong Andalkan Sungai Kalibawang Terangi Puluhan Rumah

PLTMH Kedungrong Andalkan Sungai Kalibawang Terangi Puluhan Rumah

Foto | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:37 WIB

Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?

Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:10 WIB

Indonesia Berpotensi Ciptakan Jutaan Green Jobs, Seberapa Siap SDM Kita?

Indonesia Berpotensi Ciptakan Jutaan Green Jobs, Seberapa Siap SDM Kita?

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:30 WIB

Terkini

Panas Laga Timnas Indonesia vs Malaysia, Polda Metro Jaya Terjunkan 2.373 Personel di SUGBK

Panas Laga Timnas Indonesia vs Malaysia, Polda Metro Jaya Terjunkan 2.373 Personel di SUGBK

News | Senin, 28 September 2026 | 11:15 WIB

BEI Keluarkan 92 Saham dari Papan Pemantauan Khusus, 42 Masih Bertahan

BEI Keluarkan 92 Saham dari Papan Pemantauan Khusus, 42 Masih Bertahan

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 11:11 WIB

Honor MagicOS 11 Meluncur: Desain Liquid Glass, AI YOYO, dan Hemat Penyimpanan hingga 60 GB

Honor MagicOS 11 Meluncur: Desain Liquid Glass, AI YOYO, dan Hemat Penyimpanan hingga 60 GB

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 11:10 WIB

Siap Selebrasi di GBK! Bomber Malaysia Sesumbar Ingin Jebol Maarten Paes atau Emil Audero

Siap Selebrasi di GBK! Bomber Malaysia Sesumbar Ingin Jebol Maarten Paes atau Emil Audero

Bola | Senin, 28 September 2026 | 11:09 WIB

7 Cara Membasmi Kecoa di Kamar Mandi, Ampuh dan Tidak Bikin Balik Lagi

7 Cara Membasmi Kecoa di Kamar Mandi, Ampuh dan Tidak Bikin Balik Lagi

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:08 WIB

Husniah Talenrang Unggah Foto Ziarah ke Makam Anak

Husniah Talenrang Unggah Foto Ziarah ke Makam Anak

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 11:07 WIB

Rangkaian Pertamina SMEXPO 2026 Digelar, Libatkan Lebih Dari 150 UMKM Binaan

Rangkaian Pertamina SMEXPO 2026 Digelar, Libatkan Lebih Dari 150 UMKM Binaan

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 11:02 WIB

Hilirisasi Nikel Mulai Mengubah Ekonomi Warga Kawasi

Hilirisasi Nikel Mulai Mengubah Ekonomi Warga Kawasi

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 11:02 WIB

Gibran Minta Program Dievaluasi Usai Dugaan Keracunan MBG di Batang

Gibran Minta Program Dievaluasi Usai Dugaan Keracunan MBG di Batang

News | Senin, 28 September 2026 | 11:01 WIB

Soal Amendemen UUD 1945 Bergulir, Ketua MPR Tegaskan Tak Ingin Gegabah

Soal Amendemen UUD 1945 Bergulir, Ketua MPR Tegaskan Tak Ingin Gegabah

News | Senin, 28 September 2026 | 11:01 WIB

×