-
Komunitas global mengirimkan tim penyelamat dan logistik medis pascagempa kembar dahsyat di Venezuela.
-
Amerika Serikat memimpin bantuan finansial senilai 150 juta dolar beserta armada kapal amfibi militer.
-
Berbagai negara lintas benua bersinergi mendirikan rumah sakit lapangan dan menerjunkan anjing pelacak.
Suara.com - Komunitas internasional bergerak cepat mengirimkan ratusan personel penyelamat dan bantuan medis darurat ke Venezuela. Langkah masif ini dilakukan sehari setelah gempa bumi kembar menghancurkan kawasan pemukiman penduduk di sana.
Operasi kemanusiaan lintas negara kini difokuskan untuk menemukan korban selamat di balik puing-puing bangunan. Berbagai negara langsung menerjunkan tim elit gabungan demi mempercepat proses evakuasi di zona bencana.
Amerika Serikat memimpin pergerakan dengan mengirimkan tim penyelamat khusus, fasilitas medis, serta logistik kemanusiaan. Departemen Luar Negeri AS mengumumkan komitmen dana bantuan sebesar 150 juta dolar AS.
![Dua gempa kuat mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) petang waktu setempat, memicu kepanikan luas di berbagai kota. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/25/92885-gempa-venezuela.jpg)
Komando militer AS juga mengarahkan armadanya di wilayah tersebut untuk menyokong penuh aktivitas evakuasi. Kapal angkut amfibi USS Fort Lauderdale beserta pesawat angkut berat telah dikerahkan ke lokasi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil peran sentral dalam memimpin koordinasi taktis di lapangan. Organisasi dunia ini mengatur penempatan tim pencari dan penyelamat perkotaan agar evakuasi berjalan efektif.
Kolombia yang berbatasan langsung segera mengirimkan bantuan logistik beserta puluhan petugas kemanusiaan. Sebanyak 60 penyelamat dan empat anjing pelacak dikirim untuk mendeteksi korban tertimbun.
Dukungan besar juga datang dari El Salvador yang menerjunkan kontingen berkekuatan 300 paramedis dan penyelamat. Pemerintah setempat memastikan pengiriman 50 metrik ton pasokan esensial termasuk obat-obatan penunjang hidup.
Sementara itu, Chile memobilisasi unit khusus pemadam kebakaran yang tergabung dalam USAR (Urban Search and Rescue). Pasukan ini memiliki spesialisasi tinggi dalam melakukan penyelamatan di area perkotaan yang runtuh.
Kuba turut mengambil bagian dalam penanganan medis darurat pascabencana dengan mengoptimalkan tenaga kesehatan mereka. Langkah taktis ini berfokus pada perawatan langsung para korban yang terluka di fasilitas darurat.
Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengatakan personel kesehatan dari Kuba "secara aktif bekerja sama dalam perawatan para korban" di Venezuela.
Republik Dominika tidak ketinggalan dengan menerbangkan personel khusus beserta pasokan logistik penting. Gelombang dukungan kemanusiaan ini terus mengalir melalui jalur udara menuju titik-titik krusial.
Panama ikut bergerak cepat setelah Presiden José Raúl Mulino menginstruksikan pengiriman misi penyelamatan regional. Personel dari Sistem Perlindungan Sipil Nasional langsung diterjunkan ke pusat kendali bencana.
Masyarakat Panama juga menunjukkan empati tinggi dengan mendirikan posko-posko pengumpulan bantuan mandiri. Warga berbondong-bondong menyumbangkan kebutuhan pokok untuk meringankan beban para korban gempa.
Dari benua Eropa, Kementerian Luar Negeri Spanyol mengumumkan kesiapan pengiriman rumah sakit lapangan portabel. Sebanyak 57 tentara dari unit pencarian dan 40 petugas pemadam kebakaran dikirim dengan pesawat militer.
Meksiko mengirimkan 2 pesawat angkut Angkatan Udara yang membawa 261 personel gabungan ke Venezuela. Satuan tugas ini terdiri dari tentara, anggota angkatan udara, dan pasukan Garda Nasional.