Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:17 WIB
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
Sukarelawan gempa Karakas mendesak publik menunggu informasi resmi otoritas demi menghindari simpang siur data korban.(IG Pribadi)
baca 10 detik
  • Desakan informasi dari keluarga korban gempa Karakas membanjiri media sosial para sukarelawan lapangan.

  • Edwin Borges menegaskan sukarelawan tidak memiliki kapasitas untuk merilis data sensitif identitas korban.

  • Publik diimbau menahan diri dan wajib menunggu pembaruan data resmi dari otoritas berwenang.

Suara.com - Warga Venezuela mengeluhkan informasi data korban gempa bumi yang simpang siur. Sehingga mereka lebih memilih mencarinya lewat media sosial.

Hanya saja hal ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai ketepatan penyebaran informasi di tengah situasi krisis. Sukarelawan di lapangan kini berada dalam tekanan besar antara tuntutan kemanusiaan dan akurasi data.

Kondisi tersebut dialami langsung oleh Edwin Borges, seorang pelatih kebugaran yang mendadak menjadi garda depan evakuasi. Dirinya bergegas membantu penyelamatan sesaat setelah Apartemen Petunia di distrik Los Palos Grandes runtuh.

Gempa bumi dahsyat di Venezuela membongkar kerapuhan bangunan tua yang mengancam keselamatan ribuan warga. (Sunday Guardian)
Gempa bumi dahsyat di Venezuela membongkar kerapuhan bangunan tua yang mengancam keselamatan ribuan warga. (Sunday Guardian)

Borges menghabiskan waktu seharian untuk menyingkirkan puing-puing bangunan yang hancur lebur. Aksi heroik ini ditujukan agar tim penyelamat khusus bisa merangsek masuk mencari korban selamat.

Namun, kendala baru muncul ketika Borges mendokumentasikan aksi penyelamatan tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Akunnya mendadak dibanjiri pesan dari keluarga korban yang panik dan menuntut kepastian kondisi kerabat mereka.

Publik yang cemas cenderung mencari jalur informasi alternatif di luar kanal resmi pemerintah. Fenomena ini kerap mengabaikan validitas data demi kecepatan kabar yang belum terverifikasi.

Borges mengaku tidak memiliki wewenang atau kapasitas untuk menentukan status medis para korban.

Melalui keterbatasannya, ia mencoba mengedukasi pengikutnya agar bersikap lebih bijak dan sabar.

"Kenyataannya adalah, kami sejujurnya tidak tahu berapa banyak yang tewas," kata Borges kepada CNN.

baca juga

"Semua orang ingin tahu apa yang terjadi, dan sangat sulit untuk memberikan informasi dalam kapasitas kami [sebagai sukarelawan]."

Melalui unggahan terbarunya, Borges menegaskan tidak akan merilis nama-nama korban yang ia temukan di lapangan. Langkah ini diambil untuk menghormati privasi dan mencegah kepanikan massal yang tidak perlu.

Ia berulang kali mengimbau masyarakat luas untuk tetap berpijak pada pengumuman resmi instansi terkait. Menurutnya, kesalahan penyampaian informasi di media sosial bisa berdampak fatal bagi psikologis keluarga.

"Ini adalah informasi yang sensitif [tentang para korban]," kata Borges.

"Ada begitu banyak korban selamat dari daerah tersebut yang ingin tahu apakah kami telah menemukan kerabat mereka, tetapi ini sering kali merupakan informasi sensitif yang tidak seharusnya datang dari seseorang seperti saya yang tidak tahu sejauh mana kondisi [para korban] atau tidak tahu bagaimana cara menyampaikan berita sulit dengan tepat."

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa manajemen informasi pascabencana memerlukan keahlian khusus dan empati mendalam. Sukarelawan non-medis tidak dibekali kemampuan untuk menyampaikan kabar duka secara tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya

Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:47 WIB

Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar

Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:20 WIB

Gempa Venezuela Renggut 235 Jiwa, Krisis Medis Melanda Wilayah La Guaira

Gempa Venezuela Renggut 235 Jiwa, Krisis Medis Melanda Wilayah La Guaira

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:41 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×