-
Desakan informasi dari keluarga korban gempa Karakas membanjiri media sosial para sukarelawan lapangan.
-
Edwin Borges menegaskan sukarelawan tidak memiliki kapasitas untuk merilis data sensitif identitas korban.
-
Publik diimbau menahan diri dan wajib menunggu pembaruan data resmi dari otoritas berwenang.
Borges memilih membatasi kontennya hanya pada visualisasi aktivitas kerja keras para tim penyelamat. Ia menolak mengeksploitasi identitas personal para korban demi konten digital.
"Apa yang bisa saya lakukan hanyalah membagikan apa yang saya lihat," kata Borges tentang unggahan Instagram-nya.
"Itulah yang kami para sukarelawan lihat, bukan hal-hal spesifik tentang orang-orang."
Distrik Los Palos Grandes di Karakas saat ini menjadi pusat perhatian akibat runtuhnya beberapa gedung pencakar langit. Salah satu titik terparah berada di kompleks hunian Apartemen Petunia yang menyisakan puing-puing masif.
Runtuhnya infrastruktur ini memicu operasi penyelamatan berskala besar yang melibatkan tim spesialis dan warga lokal. Di tengah proses krusial ini, arus informasi yang tidak terkontrol di media sosial kini menjadi tantangan baru bagi otoritas setempat dalam mengelola situasi darurat.