Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa

Bangun Santoso

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:05 WIB
Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa
Spektrum Literasi Demokrasi (SLD) menggelar Sarasehan bertajuk 'Solidaritas Nasional Untuk Indonesia Tangguh' di Jakarta, Jumat (26/6/2026). (Ist)
baca 10 detik
  • Spektrum Literasi Demokrasi menggelar sarasehan di Jakarta pada 26 Juni 2026 untuk menyikapi aksi demonstrasi dan gejolak sosial masyarakat.
  • Fauzan Ohorella menegaskan perlunya menjaga stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran serta menolak isu Reformasi Jilid 2 yang dianggap tidak relevan.
  • Wawan Sugiyanto dan Niswatus Shabrina membahas solusi penguatan sektor UMKM serta pentingnya media menyajikan informasi edukatif bagi publik.

Suara.com - Spektrum Literasi Demokrasi (SLD) menggelar Sarasehan bertajuk 'Solidaritas Nasional Untuk Indonesia Tangguh' di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Diskusi ini di gelar sebagai wujud komitmen kolektif kalangan pemuda dan mahasiswa dalam merespon gejolak aksi massa hari ini.

Fauzan Ohorella, Koordinator Forum Pemuda Indonesia Raya atau FPIR menyebut, bahwa aksi demonstrasi dari berbagai elemen terus meningkat di sejumlah daerah sampai di Jakarta.

Fauzan menilai, bahwa aksi ini adalah bagian dari sosial kontrol yang umum ketika ada permasalahan pada jalannya pemerintahan.

"Saya rasa ini adalah hal yang wajar ketika kita sebagai masyarakat merasa ada persoalan pada tata kelola pemerintahan. Ini reaksi yang berangkat dari keresahan publik saat ini," ujar Fauzan Ohorella dalam sarasehan tersebut.

Fauzan juga menyinggung, bahwa isu yang mencuat soal Reformasi Jilid 2 tidak relevan dan sangat tendensi untuk mengacaukan stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurutnya, isu tersebut bukan bagian dari perjuangan aspirasi mahasiswa.

"Kita harus bisa menjaga Solidaritas Nasional pemerintahan Prabowo Gibran. Dari diskusi ini, kita harus jadi pesan bagi kelompok yang ingin mendeligitimasi Soliditas pemerintah hari ini," tandas Fauzan.

Pada kesempatan itu, Wawan Sugiyanto selaku Staf Khusus Wakil Menteri Tenaga Kerja (Stafsus Wamenaker) turut menjelaskan soal isu sejumlah perusahaan besar yang ingin keluar dari Indonesia serta ribuan PHK yang akan dilakukan oleh perusahaan.

baca juga

"Hal itu tidak murni kesalahan pemerintah. Kita juga terus mendorong soal kesejahteraan kelompok Buruh. Tetapi yang mesti di pahami, bahwa permintaan dari buruh harus juga harus menyesuaikan dengan kapasitas perusahaan. Saya rasa ini yang jadi triger bagi isu ini," jelas Wawan Sugiyanto.

Lebih lanjut, Wawan juga menegaskan, bahwa penguatan sektor UMKM harus terus di tingkatan, sebagai wujud ekonomi kerakyatan. Menurutnya, bahwa soal lapangan kerja tidak melulu berbentuk perusahaan yang besar.

"UMKM juga bagian dari lapangan kerja. Maka itu, pemerintah harus lebih menguatkan sektor UMKM sebagai sel-sel ekonomi kerakyatan. Karena lapangan kerja tidak spesifik harus perusahaan yang besar," kata Wawan

Narasumber lain, Niswatus Shabrina, Direktur Administrasi Lembaga Pers Mahasiswa Islam PB HMI, memberi pandangan tentang pergerakan kaum intelektual hari ini.

Shabrina mengklaim, bahwa penyampaian aspirasi ada hak publik dan penyeimbang bagi demokrasi.

"Hari ini, aspirasi ini bisa melalui banyak metode. Kanal sosial media yang berupa konten juga bentuk aspirasi. Maka itu, Pers sebagai bagian dari pilar demokrasi, harus menjadi ruang edukasi bagi publik," jelas Shabrina

Ia menganggap, tuntutan publik hari ini adalah persoalan tata kelola pemerintahan yang di rasa masih jadi pekerjaan rumah.

Akan tetapi, muncul isu lain dan itu diamplifikasi oleh media-media demi menarik pembaca (viewers), bukan lagi dalam konteks penyedia informasi bagi publik.

"Kita bisa lihat dari algoritma sosmed atau situs media yang kita lihat. Contoh, beberapa kanal podcast malah membuat isu lain yang keluar dari konteks pergerakan mahasiswa. Alih-alih terlihat beda, tetapi keluar dari isu arus utama mahasiswa dan masyarakat," pungkas Shabrina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Dugaan Uang Rp20 Juta untuk Alihkan Demo Mahasiswa, DPR: Jangan Beli Idealisme!

Heboh Dugaan Uang Rp20 Juta untuk Alihkan Demo Mahasiswa, DPR: Jangan Beli Idealisme!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:43 WIB

Hasto Singgung Mahasiswa UBK dan Gibran saat Menjawab Tuduhan PDIP Dalang Demo

Hasto Singgung Mahasiswa UBK dan Gibran saat Menjawab Tuduhan PDIP Dalang Demo

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:18 WIB

PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat

PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:52 WIB

Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?

Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:35 WIB

Mahfud MD Sebut Penolakan UU Polri oleh Mahasiswa Wajar: Memang Tak Ada Perubahan

Mahfud MD Sebut Penolakan UU Polri oleh Mahasiswa Wajar: Memang Tak Ada Perubahan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:53 WIB

Demo Mahasiswa di Patung Kuda Memanas, Orator Teriak Minta Massa dan Polisi Mundur

Demo Mahasiswa di Patung Kuda Memanas, Orator Teriak Minta Massa dan Polisi Mundur

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:51 WIB

Perlu Diinvestigasi, Polri Didesak Ungkap Aktor Intelektual di Balik Suap BEM FH UBK

Perlu Diinvestigasi, Polri Didesak Ungkap Aktor Intelektual di Balik Suap BEM FH UBK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:17 WIB

Terkini

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

×