Hasto Singgung Mahasiswa UBK dan Gibran saat Menjawab Tuduhan PDIP Dalang Demo

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:18 WIB
Hasto Singgung Mahasiswa UBK dan Gibran saat Menjawab Tuduhan PDIP Dalang Demo
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto di UGM, Kamis (25/6/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan partainya tidak terpengaruh tuduhan sebagai dalang di balik aksi demonstrasi mahasiswa di Indonesia.
  • Hasto menyatakan di UGM pada Kamis (25/6/2026) bahwa pemerintah dan partai politik wajib menanggapi kritik secara kelembagaan.
  • PDIP menyoroti adanya potensi kepentingan politik dalam gerakan mahasiswa dan menekankan pentingnya menjaga kemurnian idealisme mahasiswa dalam demokrasi.

Suara.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan partainya tidak akan terpengaruh oleh berbagai tuduhan yang mengaitkan PDIP dengan maraknya aksi demonstrasi mahasiswa. Menurut dia, tudingan semacam itu merupakan risiko politik.

"Ketika PDI Perjuangan mau dituduh dengan berbagai tuduhan apa pun, selama kami setia pada jalan kerakyatan, setia pada jalan ideologi Pancasila, pada watak pembebasan bagi rakyat-rakyat tertindas, bagi rakyat-rakyat miskin, ya kami akan kebal terhadap berbagai tuduhan-tuduhan tersebut," kata Hasto saat ditemui di UGM, Kamis (25/6/2026).

Hasto menegaskan, ukuran utama bagi PDIP bukanlah tuduhan yang dilontarkan pihak tertentu, melainkan konsistensi menjalankan politik kerakyatan.

Oleh sebab itu, berbagai narasi yang menyebut partainya sebagai dalang di balik aksi mahasiswa tidak akan mengubah arah perjuangan partai.

"Karena yang penting adalah kesetiaan pada jalan politik kerakyatan, meskipun itu membawa suatu risiko-risiko politik dituduh menjadi dalang demo dan sebagainya," ujarnya.

Disampaikan Hasto, dalam sistem demokrasi, kritik dari mahasiswa maupun masyarakat sipil seharusnya dipandang sebagai bagian dari mekanisme pengawasan terhadap kekuasaan. Pemerintah, kata dia, wajib mendengarkan suara kritis tersebut.

"Bagi kami kekuasaan politik di mana pun di dunia ini harus mendengarkan suara-suara kritis, harus mendengarkan suara rakyat karena power tends to corrupt," tegasnya.

Apalagi, ketika hak warga negara untuk menyampaikan pendapat dan berserikat telah dijamin konstitusi. Oleh sebab itu, kritik yang muncul dari kampus maupun kelompok masyarakat lainnya seharusnya dijawab secara terbuka dan kelembagaan, bukan dengan upaya delegitimasi.

Dalam kesempatan ini, Hasto turut menyinggung polemik mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang mengaku menerima uang. Mahasiswa-mahasiswa tersebut sempat bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana di tengah demo.

baca juga
Wapres RI Gibran Rakabuming Raka memanggil mahasiswa ke istana (https://media.suara.com/)
Wapres RI Gibran Rakabuming Raka memanggil mahasiswa ke istana (https://media.suara.com/)

Ia menilai kasus tersebut menunjukkan adanya potensi kepentingan politik yang mencoba memengaruhi gerakan mahasiswa.

"Ya kalau kita lihat penggunaan gerakan-gerakan mahasiswa untuk kepentingan politik kan banyak terjadi. Peristiwa '65, gerakan mahasiswa juga ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan politik akibat Perang Dingin," ujarnya.

Meski demikian, Hasto menegaskan PDIP tetap meyakini idealisme mahasiswa sebagai kekuatan moral dalam demokrasi. Maka dari itu, setiap dugaan penunggangan gerakan mahasiswa perlu ditindaklanjuti agar ruang kritik yang lahir dari kampus tetap terjaga.

"Ini harus segera ditindaklanjuti agar kemurnian gerak mahasiswa dengan gagasan-gagasan yang konkret, ya dan juga sebagai latihan di dalam proses kaderisasi kepemimpinan nasional, mereka harus diberikan suatu ruang," tandasnya.

Ia menambahkan, tugas pemerintah maupun partai politik adalah mendengarkan kritik yang berkembang di masyarakat dan menjawabnya melalui mekanisme yang institusional.

"Tugas pemerintahan negara, termasuk partai politik, termasuk PDI Perjuangan untuk mendengarkan kritik dan kemudian melakukan suatu jawaban-jawaban secara kelembagaan agar tujuan bersama di dalam membangun demokrasi yang berkeadilan sosial itu betul-betul bisa kita wujudkan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat

PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:52 WIB

Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?

Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:35 WIB

Ketika Wapres Gibran Bicara AI: Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan Rakyat?

Ketika Wapres Gibran Bicara AI: Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan Rakyat?

Your Say | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:00 WIB

Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu

Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:02 WIB

6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa

6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:23 WIB

Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...

Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:51 WIB

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:09 WIB

Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK

Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:21 WIB

Suap Mahasiswa UBK Viral, Terseret Nama 'Kapolda' dan Aliran Dana Rp20 Juta

Suap Mahasiswa UBK Viral, Terseret Nama 'Kapolda' dan Aliran Dana Rp20 Juta

Video | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:00 WIB

Guru Besar UMY: Masa Depan Politik Gibran Masih Bergantung pada Bayang-Bayang Jokowi

Guru Besar UMY: Masa Depan Politik Gibran Masih Bergantung pada Bayang-Bayang Jokowi

Video | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Cuma di Indonesia TNI Turun ke Sawah, DPR Bela Prabowo: Tentu Jadi Kebanggaan

Cuma di Indonesia TNI Turun ke Sawah, DPR Bela Prabowo: Tentu Jadi Kebanggaan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15 WIB

Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Siap Gelar MPLS Serentak Mulai 14 Juli 2026

Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Siap Gelar MPLS Serentak Mulai 14 Juli 2026

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:05 WIB

Banten Media Hub 2026 Dorong Keberlanjutan Media Lokal di Tengah Perubahan Digital

Banten Media Hub 2026 Dorong Keberlanjutan Media Lokal di Tengah Perubahan Digital

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:01 WIB

Krisna Murti Bandingkan Sony Sanjaya dengan Bharada E: Pelaku Penembakan Saja Dapat JC

Krisna Murti Bandingkan Sony Sanjaya dengan Bharada E: Pelaku Penembakan Saja Dapat JC

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:43 WIB

Daerah Masih Kekurangan Dokter, Menkes Nilai AI Belum Bisa Jadi Solusi

Daerah Masih Kekurangan Dokter, Menkes Nilai AI Belum Bisa Jadi Solusi

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:37 WIB

Wacana Gaji Guru Rp5 Juta Tuai Kritik: Apa Sudah Bisa Hidup Layak?

Wacana Gaji Guru Rp5 Juta Tuai Kritik: Apa Sudah Bisa Hidup Layak?

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:22 WIB

Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat

Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:14 WIB

Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa

Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:05 WIB

Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak

Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:05 WIB

PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat

PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:52 WIB