Jokowi Injak Kepala Kerbau, PDIP Tertawa

Bernadette Sariyem

Senin, 29 Juni 2026 | 12:59 WIB
Jokowi Injak Kepala Kerbau, PDIP Tertawa
Politikus PDIP Andreas Hugo Pareira (kiri) dan Politikus PSI Jokowi saat mengikuti prosesi mesol kibau atau menginjak kepala kerbau dalam acara adat cakak pepadun di Lampung.
baca 10 detik
  • Presiden ke-7 RI Jokowi melakukan ritual adat menginjak kepala kerbau saat melakukan kunjungan kerja di Provinsi Lampung.
  • Aksi tersebut memicu perdebatan politik antara PDIP dan PSI terkait makna simbolis prosesi adat masyarakat Lampung tersebut.
  • PSI mengkritik PDIP karena dianggap merendahkan budaya, sementara PDIP membantah adanya maksud politis dalam menanggapi ritual tersebut.

Suara.com - Jagad media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh potongan video yang memperlihatkan Presiden ke-7 RI, Jokowi, menjalani prosesi adat mesol kibau atau menginjak kepala kerbau dalam kunjungannya ke Provinsi Lampung.

Dalam momen yang menjadi viral tersebut, Jokowi tampak menginjak kepala kerbau yang diletakkan di atas karpet merah, sebagai bagian dari ritual penyambutan atau penghormatan adat setempat.

Namun, apa yang seharusnya menjadi apresiasi terhadap kekayaan budaya nusantara, justru bergeser menjadi arena konflik politik baru antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Publik, melalui media-media sosial mengartikan prosesi Jokowi menginjak kepala kerbau itu bermakna politis terhadap partai lamanya, yakni PDIP.

PDIP melalui Andreas Hugo Pareira tampak santai menanggapi kegaduhan ini. Andreas mengaku memang tidak mendalami secara detail makna filosofis dari ritual di Lampung tersebut.

Namun, ia merasa heran mengapa prosesi itu dikaitkan sebagai simbol penghinaan terhadap partainya.

"Saya tak memahami adat istiadat Lampung. Terutama dikaitkan dengan menginjak kepala kerbau," kata Andreas.

Bagi Andreas, jika ada pihak-pihak yang mencoba memaknai aksi Jokowi menginjak kepala kerbau sebagai cara untuk merendahkan PDIP, maka hal tersebut dianggapnya sebagai salah sasaran.

Ia menegaskan secara visual dan filosofis, lambang PDIP sangat berbeda dengan hewan yang digunakan dalam ritual tersebut.

baca juga

"Ha...ha...ha... Maaf ya, lambang PDIP itu bukan kepala kerbau, tapi banteng moncong putih. Jadi kalau seandainya menginjak kepala kerbau itu, oleh si penginjak dimaknai simbolisasi menghina PDIP ya ha...ha...ha..." kata Andreas Pereira, Senin (29/6/2026).

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, melontarkan kritik pedas. Ia menilai sikap PDIP yang menertawakan ritual tersebut, bukan sekadar kritik politik biasa, melainkan bentuk penghinaan terhadap nilai-nilai luhur adat istiadat masyarakat Lampung.

"Saya kira itu menghina adat budaya. Itu kan prosesi adat budaya Lampung. Mudah-mudahan masyarakat Lampung menyikapi secara bijak," kata Ketua DPP PSI Bestari Baru, Senin (29/6/2026).

Bestari menegaskan, kehadiran Jokowi dalam prosesi tersebut merupakan bentuk penghormatan dari para pemangku adat Lampung.

Menurutnya, ritual menginjak kepala kerbau adalah sebuah tradisi yang diwariskan secara turun-temurun oleh kerajaan-kerajaan adat di Lampung sebagai simbol penghormatan tertinggi kepada tamu agung atau pemimpin.

Lebih lanjut, Bestari juga menyentil pernyataan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang sebelumnya sempat mempertanyakan kapasitas dan kualitas Jokowi pasca-jabatan presiden.

Bestari justru membalikkan pertanyaan tersebut, dengan mempertanyakan kredibilitas Andreas dalam menilai langkah politik orang lain.

"Dia yang membuat standarisasi. Dia itu siapa kok menentukan arah orang lain?" kata Bestari.

Ketegangan antara kedua pihak ini, seolah mempertegas jurang pemisah yang semakin lebar antara kubu pendukung Jokowi dan PDIP.

Bestari menyarankan agar PDIP lebih fokus membenahi internal partai, ketimbang terus-menerus melontarkan komentar negatif terhadap Jokowi hanya berdasarkan rasa ketidaksukaan atau luka lama politik.

"Kalau tidak suka, ya hindari. Kalau luka, kecewa, terdegradasi karena ditinggal Jokowi, berbenah diri dulu. Ini kadang mengaku oposisi, terkadang tidak oposisi. Tidak jelas jenis kelaminnya," kata dia.

Sebagai penutup kritiknya, Bestari bahkan meminta Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk turun tangan mendisiplinkan para kadernya.

Ia berharap agar pendidikan mengenai penghormatan terhadap budaya daerah dimasukkan ke dalam kurikulum internal partai agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Semoga Ibu Megawati bisa menasihati anak buahnya. Itu supaya bisa menghormati budaya masyarakat Indonesia. Masukkan kurikulum sekolah kader PDIP," kata Bestari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Roy Suryo: Penangkapan Saya Seperti Film G30S/PKI, Polisi Masuk Kamar dan Larang Mandi!

Roy Suryo: Penangkapan Saya Seperti Film G30S/PKI, Polisi Masuk Kamar dan Larang Mandi!

News | Senin, 29 Juni 2026 | 10:54 WIB

Roy Suryo Telat Masuk Ruang Sidang: Tadi Saya Harus Wajib Lapor Dulu di Kejaksaan Jaksel

Roy Suryo Telat Masuk Ruang Sidang: Tadi Saya Harus Wajib Lapor Dulu di Kejaksaan Jaksel

News | Senin, 29 Juni 2026 | 10:13 WIB

Gugat Polisi dan Jaksa di Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo Jalani Sidang Praperadilan Hari Ini

Gugat Polisi dan Jaksa di Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo Jalani Sidang Praperadilan Hari Ini

News | Senin, 29 Juni 2026 | 09:02 WIB

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:53 WIB

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:21 WIB

Jokowi: Saya Masih Orang Kampung, Masih Orang Desa

Jokowi: Saya Masih Orang Kampung, Masih Orang Desa

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:05 WIB

Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah

Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:49 WIB

Terkini

Bocah 4 Tahun Tewas Terjeblos Lubang Galian di Manggarai, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

Bocah 4 Tahun Tewas Terjeblos Lubang Galian di Manggarai, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

News | Senin, 29 Juni 2026 | 12:51 WIB

Warga Kampung Bayam Geruduk Balai Kota, Tagih Janji Pramono soal Hunian dan Hak Dasar

Warga Kampung Bayam Geruduk Balai Kota, Tagih Janji Pramono soal Hunian dan Hak Dasar

News | Senin, 29 Juni 2026 | 12:39 WIB

Ribuan Pengungsi di Indonesia Belasan Tahun Tanpa Kejelasan, Ini Penjelasan UNHCR

Ribuan Pengungsi di Indonesia Belasan Tahun Tanpa Kejelasan, Ini Penjelasan UNHCR

News | Senin, 29 Juni 2026 | 12:33 WIB

Viral Balap Liar Tutup JLNT Antasari, Ahmad Sahroni: Penjarakan, Biar Kapok!

Viral Balap Liar Tutup JLNT Antasari, Ahmad Sahroni: Penjarakan, Biar Kapok!

News | Senin, 29 Juni 2026 | 12:20 WIB

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Penyekapan Tiga Karyawan Percetakan di Senen

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Penyekapan Tiga Karyawan Percetakan di Senen

News | Senin, 29 Juni 2026 | 12:09 WIB

Iphone XS Rp 34 Juta Tak Dibayar Pemenang Lelang KPK

Iphone XS Rp 34 Juta Tak Dibayar Pemenang Lelang KPK

News | Senin, 29 Juni 2026 | 11:48 WIB

Pakar UGM Nilai Pelatihan Militer untuk Manajer Koperasi Salah Arah

Pakar UGM Nilai Pelatihan Militer untuk Manajer Koperasi Salah Arah

News | Senin, 29 Juni 2026 | 11:10 WIB

Korban Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Infrastruktur Negara Lumpuh Total

Korban Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Infrastruktur Negara Lumpuh Total

News | Senin, 29 Juni 2026 | 11:09 WIB

KPK Minta RS Polri Segera Tuntaskan Perawatan Gus Yaqut

KPK Minta RS Polri Segera Tuntaskan Perawatan Gus Yaqut

News | Senin, 29 Juni 2026 | 10:56 WIB

Roy Suryo: Penangkapan Saya Seperti Film G30S/PKI, Polisi Masuk Kamar dan Larang Mandi!

Roy Suryo: Penangkapan Saya Seperti Film G30S/PKI, Polisi Masuk Kamar dan Larang Mandi!

News | Senin, 29 Juni 2026 | 10:54 WIB

×