Safari Politik Lampung Sepi Massa? Jokowi Dinilai Tak Lagi Mampu Mobilisasi Rakyat Tanpa Alat Negara

Dwi Bowo Raharjo, Tiara Rosana

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:24 WIB
Safari Politik Lampung Sepi Massa? Jokowi Dinilai Tak Lagi Mampu Mobilisasi Rakyat Tanpa Alat Negara
Joko Widodo atau Jokowi saat blusukan di Lampung. (Ist)
baca 10 detik
  • Anggota BON JOWI, Lukas Luwarso, menilai daya tarik politik Joko Widodo menurun setelah tidak lagi menjabat sebagai Presiden RI.
  • Safari politik Jokowi di Lampung sepi peminat karena ia tidak lagi memiliki akses mobilisasi massa melalui perangkat negara.
  • Kondisi tersebut menunjukkan Jokowi kesulitan menyesuaikan diri terhadap perubahan respons publik dan hilangnya pengaruh kekuasaan pasca-menjabat presiden.

Suara.com - Joko Widodo atau Jokowi disebut mulai kehilangan daya tarik politik usai tak lagi menjabat sebagai Presiden RI.

Penilaian itu disampaikan anggota Tim Bongkar Ijazah Jokowi (BON JOWI), Lukas Luwarso, saat menjadi narasumber dalam podcast Madilog Forum Keadilan yang tayang pada Selasa (30/6/2026).

Dalam perbincangan tersebut, Lukas menilai safari politik Jokowi di Lampung menjadi gambaran bahwa situasi politik telah berubah.

Menurut dia, Jokowi tak lagi memiliki kemampuan memobilisasi massa seperti ketika masih memegang kekuasaan.

"Dia pikir dia masih sepopuler ketika dia masih jadi presiden. Kalau masih jadi presiden kan dia bisa menggerakkan aparat, polisi, TNI, birokrasi, semuanya harus mendukung, memobilisasi masyarakat untuk bergembira, menyambut," kata Lukas Luwarso.

"Tapi sekarang dia hanya mantan presiden, mobilisasi yang sifatnya formal menggunakan perangkat alat negara itu sudah tidak bisa dia lakukan lagi," tambahnya.

Ia menyinggung kegiatan dialog Jokowi di Lampung yang menurutnya tak dipenuhi peserta.

Lukas menyebut salah satu hal yang menjadi sorotan publik adalah banyaknya kursi kosong dalam acara tersebut.

"Kebanyakan yang datang di acara yang hari pertama itu justru acara dialog. Yang muncul di media sosial itu kursi yang kosong. Kalau pun ada yang hadir orang-orang yang memakai seragam kaos putih, kaosnya PSI. Itu sangat sedikit sekali," bebernya.

baca juga

Lukas juga menilai Jokowi masih membawa cara pandang ketika menjabat sebagai kepala negara. Menurutnya, mantan presiden itu belum sepenuhnya keluar dari bayang-bayang kekuasaan.

 Jokowi memulai kegiatan blusukan terakhir di Lampung dengan mengunjugi Kecamatan Kota Gajah, Lampung Tengah, Minggu 28 Juni 2026. (Ist)
Jokowi memulai kegiatan blusukan terakhir di Lampung dengan mengunjugi Kecamatan Kota Gajah, Lampung Tengah, Minggu 28 Juni 2026. (Ist)

"Problem Jokowi yang kelihatan yakin itu adalah carry over dari era dia jadi presiden. Jadi dia itu masih mengalami apa yang disebut post-power syndrome. Dia merasa masih bisa menyuruh orang. Dulu yang diperintah menteri, panglima TNI, kapolri. Sekarang orang yang diperintah justru bertanya, 'Oke, berapa nih?'" katanya.

Menurut Lukas, kondisi itu membuat Jokowi salah memperkirakan respons masyarakat terhadap agenda politik yang kini dijalaninya.

Ia bahkan menyebut citra Jokowi di mata publik sudah jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu.

"Image Jokowi ini sekarang sudah sangat buruk. Saya kira masyarakat setelah 10 tahun dan mulai melihat perilaku Jokowi dan keluarganya, mereka akan merasa malu kalau didatangi Jokowi dan tujuannya hanya satu, agar PSI menjadi partai yang punya pendukung," ucap Lukas.

Sebagai informasi, Jokowi menjadi sorotan usai menghadiri rangkaian kegiatan di Lampung belum lama ini.

Dalam agenda yang juga diisi pemberian gelar adat tersebut, beredar foto yang memperlihatkan Jokowi duduk di singgasana dengan salah satu kakinya berada di atas kepala kerbau yang telah disembelih.

Momen itu memicu perdebatan di media sosial. Sebagian pihak mempertanyakan makna simbolik dari tindakan tersebut, sementara pihak penyelenggara menjelaskan prosesi itu merupakan bagian dari rangkaian adat yang disiapkan dalam acara penyambutan Jokowi di Lampung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Cuma Soal Injak Kepala Kerbau, Lukas Luwarso Soroti Tokoh di Balik Acara Jokowi di Lampung

Bukan Cuma Soal Injak Kepala Kerbau, Lukas Luwarso Soroti Tokoh di Balik Acara Jokowi di Lampung

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:57 WIB

PKB Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi: Mau Gabung PSI Pun Itu Hak Beliau

PKB Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi: Mau Gabung PSI Pun Itu Hak Beliau

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:46 WIB

Semiotika Politik Jokowi: Bukan Sekadar Adat, Injak Kepala Kerbau untuk Serang PDIP?

Semiotika Politik Jokowi: Bukan Sekadar Adat, Injak Kepala Kerbau untuk Serang PDIP?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:14 WIB

Siap Adu Ahli! Polda Metro Tunggu Langkah Roy Suryo di Sidang Praperadilan Ijazah Jokowi

Siap Adu Ahli! Polda Metro Tunggu Langkah Roy Suryo di Sidang Praperadilan Ijazah Jokowi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:49 WIB

Kejari Jaksel Sebut Gugatan Roy Suryo Salah Sasaran: Urusan Penangkapan Itu Domain Polisi!

Kejari Jaksel Sebut Gugatan Roy Suryo Salah Sasaran: Urusan Penangkapan Itu Domain Polisi!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:33 WIB

Terkini

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×