Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi

Bangun Santoso

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:53 WIB
Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi
Presiden Prabowo Subianto (Instagram/kemensetneg.ri)
baca 10 detik
  • Aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil berunjuk rasa di berbagai kota besar Indonesia menuntut evaluasi kebijakan pemerintah Presiden Prabowo.
  • Demonstran menuntut peninjauan ulang program Makan Bergizi Gratis, penurunan harga kebutuhan pokok, serta penolakan keras revisi Undang-Undang TNI.
  • Pemerintah dikritik lamban merespons keresahan publik sehingga memicu krisis kepercayaan serta potensi ketegangan sosial yang semakin meluas.

Suara.com - Aksi demonstrasi yang digalang oleh aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil terus bergulir di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta dan Surabaya.

Kelompok seperti Cipayung Plus dan berbagai aliansi kampus turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan publik yang mencakup isu ekonomi, kebijakan sosial, revisi undang-undang, hingga persoalan lingkungan dan penegakan hukum.

Gelombang protes ini dinilai sebagai cerminan akumulasi ketidakpuasan masyarakat yang belum mendapat respons yang memadai dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Demonstran menuntut evaluasi menyeluruh atas program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). kelompok pengunjuk rasa menilai program tersebut berpotensi memotong anggaran pendidikan dan menjadi pemborosan anggaran negara yang tidak proporsional dibanding urgensi kebutuhan masyarakat lainnya.

Selain itu, muncul tuntutan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), stabilitas harga Pertamax, serta penurunan harga kebutuhan pokok menjadi isu sentral.

Melemahnya daya beli masyarakat akibat tekanan inflasi dan nilai tukar rupiah yang terdepresiasi memperparah kondisi ekonomi akar rumput.

Tuntutan ketiga adalah penolakan keras terhadap revisi Undang-Undang TNI menjadi isu politik yang paling sensitif.

Para demonstran menilai revisi ini membuka ruang bagi militer untuk memperluas kehadirannya di ranah sipil, yang dianggap sebagai kemunduran demokrasi dan ancaman terhadap supremasi sipil.

Kemudian, tuntutan keempat adalah isu perampasan ruang hidup masyarakat adat dan krisis lingkungan turut mewarnai aksi.

baca juga

Kelompok masyarakat sipil mendesak pemerintah agar lebih serius dalam menangani konflik agraria dan kerusakan ekosistem yang terus meluas di berbagai wilayah Indonesia.

Manajemen Politik Prabowo Dikritik

Di tengah eskalasi aksi unjuk rasa, suara kritis dari kalangan akademisi, praktisi hukum, dan mantan aktivis semakin mengeras.

Penilaian terhadap respons pemerintah dinilai lamban dan tidak strategis, mencerminkan ketidakmampuan membaca dinamika politik nasional yang terus memanas.

"Presiden Prabowo terlalu lamban dan tidak cerdas dalam manajemen politik, makanya situasi nasional makin rumit dan tidak ada perubahan yang dirasakan masyarakat dalam dua tahun awal pemerintahannya," ujar Firman Tendry, salah satu mantan aktivis 1998 sekaligus praktisi Hukum di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Pernyataan Firman Tendry merangkum sentimen yang kian meluas di kalangan masyarakat sipil. Dua tahun pertama pemerintahan Prabowo dianggap belum mampu menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan oleh masyarakat lapis bawah.

Ketidakmampuan pemerintah dalam mengomunikasikan kebijakan dan meredam keresahan publik dinilai telah memperburuk krisis kepercayaan.

"Gelombang protes ini bukan sekadar ekspresi ketidakpuasan sesaat. Ia mencerminkan defisit kepercayaan publik yang struktural terhadap institusi negara. Bagi pembuat kebijakan lokal maupun nasional, aksi ini merupakan sinyal kuat bahwa komunikasi kebijakan perlu diperbaiki secara mendasar," lanjut Tendry.

Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu membangun mekanisme dialog yang lebih inklusif dan responsif, bukan hanya merespons secara reaktif setelah demonstrasi membesar.

Transparansi dalam penganggaran program prioritas dan keterbukaan terhadap evaluasi publik merupakan langkah minimal yang diharapkan.

Ketiadaan respons yang cepat dan terukur berisiko mengubah aksi damai menjadi ketegangan sosial yang lebih luas dan lebih sulit dikendalikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korelasi Pidato Prabowo dengan IHSG, Isu Gorengan atau Fakta?

Korelasi Pidato Prabowo dengan IHSG, Isu Gorengan atau Fakta?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:18 WIB

Anggaran Riset Rp4 Triliun Belum Cukup! DPR Dorong Prabowo Naikkan hingga Rp8 Triliun

Anggaran Riset Rp4 Triliun Belum Cukup! DPR Dorong Prabowo Naikkan hingga Rp8 Triliun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:04 WIB

Prabowo Bentuk Satgas Guru Besar, Komisi X DPR Siap 'Pelototi' Lewat Pengawasan

Prabowo Bentuk Satgas Guru Besar, Komisi X DPR Siap 'Pelototi' Lewat Pengawasan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:45 WIB

Duduk Perkara Ultimatum Prabowo soal Demo Bayaran: Benarkah Ditunggangi dan Siapa Dalangnya?

Duduk Perkara Ultimatum Prabowo soal Demo Bayaran: Benarkah Ditunggangi dan Siapa Dalangnya?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:50 WIB

Sandi Politik di Bumi Ruwa Jurai: Mengapa Jokowi Akhirnya Berseragam PSI?

Sandi Politik di Bumi Ruwa Jurai: Mengapa Jokowi Akhirnya Berseragam PSI?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:16 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Harga Gas Industri Turun untuk Cegah PHK, Bahlil: Instruksi Presiden Prabowo

Harga Gas Industri Turun untuk Cegah PHK, Bahlil: Instruksi Presiden Prabowo

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:08 WIB

Terkini

Geger Penemuan Mayat Pria Terbungkus Karung Ditemukan di Bawah Tol Bocimi

Geger Penemuan Mayat Pria Terbungkus Karung Ditemukan di Bawah Tol Bocimi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 21:52 WIB

Bukan Cuma Mobil Mewah, Apartemen Vinna Ledy Anggraeni Ikut Disita KPK Terkait Kasus Suap!

Bukan Cuma Mobil Mewah, Apartemen Vinna Ledy Anggraeni Ikut Disita KPK Terkait Kasus Suap!

News | Selasa, 29 September 2026 | 21:48 WIB

Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Siapkan Strategi Khusus untuk Dongkrak UMKM Lokal

Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Siapkan Strategi Khusus untuk Dongkrak UMKM Lokal

Bri | Selasa, 29 September 2026 | 21:46 WIB

Modus 'Pemilik Tanah Palsu' Terbongkar, Kades di Bogor Jadi Tersangka

Modus 'Pemilik Tanah Palsu' Terbongkar, Kades di Bogor Jadi Tersangka

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 21:42 WIB

Cashback 10% Setiap Pembayaran BRIVA Melalui Superapp BRImo

Cashback 10% Setiap Pembayaran BRIVA Melalui Superapp BRImo

Bri | Selasa, 29 September 2026 | 21:39 WIB

Hari Statistik Nasional 2026, BPS Apresiasi Kontribusi PLN dalam Penguatan Kualitas Data

Hari Statistik Nasional 2026, BPS Apresiasi Kontribusi PLN dalam Penguatan Kualitas Data

News | Selasa, 29 September 2026 | 21:38 WIB

Macet 12 Km di Ketapang Berlarut-larut! Pemerintah Diminta Rombak Total Sistem Penyeberangan

Macet 12 Km di Ketapang Berlarut-larut! Pemerintah Diminta Rombak Total Sistem Penyeberangan

News | Selasa, 29 September 2026 | 21:35 WIB

Video Remaja Acungkan Celurit di Underpass Joglo Viral, Polisi Amankan Dua Pelajar

Video Remaja Acungkan Celurit di Underpass Joglo Viral, Polisi Amankan Dua Pelajar

Jawa Tengah | Selasa, 29 September 2026 | 21:35 WIB

Pay 1, Get 2: Satu Meja, Tiga Selera Family Dining di Kuningan Jakarta

Pay 1, Get 2: Satu Meja, Tiga Selera Family Dining di Kuningan Jakarta

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 21:29 WIB

Promo Eksklusif Tiket.com & BRI: Liburan Domestik dan Internasional

Promo Eksklusif Tiket.com & BRI: Liburan Domestik dan Internasional

Bri | Selasa, 29 September 2026 | 21:25 WIB

×