BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas

Vania Rossa

Selasa, 30 Juni 2026 | 21:01 WIB
BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas
Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang digelar Yayasan Harapan Permata Hati Kita (YAKITA) di Ciawi, Bogor, Selasa (30/6/2026). (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Survei BNN, BRIN, dan BPS menunjukkan prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia meningkat menjadi 2,11 persen pada tahun 2025.
  • Sekitar 50 orang per hari meninggal akibat narkoba, mayoritas adalah kelompok usia produktif rentang 14 hingga 25 tahun.
  • YAKITA mendorong sinergi penegakan hukum terhadap bandar serta penyediaan akses rehabilitasi guna memulihkan pecandu demi Indonesia Emas 2045.

Suara.com - Kasus penyalahgunaan narkotika di Indonesia kembali menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan Survei Nasional Prevalensi Penyalahgunaan Narkotika 2025 yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi penyalahgunaan narkotika naik dari 1,73 persen pada 2023 menjadi 2,11 persen pada 2025.

Angka tersebut setara dengan sekitar 4,15 juta penduduk Indonesia berusia 15-64 tahun yang pernah menyalahgunakan narkotika. Survei itu juga menunjukkan lingkungan sosial menjadi salah satu faktor dominan yang mendorong seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Temuan tersebut menjadi sorotan dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang digelar Yayasan Harapan Permata Hati Kita (YAKITA) di Ciawi, Bogor, Selasa (30/6/2026).

Dalam talkshow bertajuk Sinergi Kebijakan Hukum dan Rehabilitasi sebagai Strategi Nasional Melawan Narkoba untuk Menuju Indonesia Emas 2045, YAKITA mengajak pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga rehabilitasi, dunia usaha, keluarga, dan masyarakat memperkuat kolaborasi dalam penanggulangan narkoba.

Mantan Kepala BNN Komjen Pol. (Purn.) Anang Iskandar mengatakan pemberantasan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum terhadap bandar dan jaringan peredaran. Menurutnya, korban penyalahgunaan maupun pecandu juga harus memperoleh akses rehabilitasi agar dapat pulih dan kembali produktif di tengah masyarakat.

"Kebijakan penanggulangan narkotika harus berjalan secara seimbang. Bandar dan jaringan peredaran harus ditindak tegas, sementara penyalah guna baik sebagai korban penyalahgunaan narkotika maupun sebagai pecandu wajib diberikan kesempatan menjalani rehabilitasi. Dengan pendekatan yang tepat, kita tidak hanya menyelamatkan individu, tetapi juga menjaga kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045," ujar Anang.

Data BNN juga menunjukkan dampak penyalahgunaan narkoba masih sangat serius. Sekitar 50 orang meninggal setiap hari akibat penyalahgunaan narkotika atau sekitar 18 ribu orang setiap tahun. Sebagian besar korban berasal dari kelompok usia 14-25 tahun yang merupakan usia produktif.

Founder YAKITA, Joyce Djaelani Gordon, menilai keberhasilan rehabilitasi tidak hanya ditentukan oleh layanan kesehatan, tetapi juga dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.

"Rehabilitasi bukanlah akhir dari proses pemulihan, melainkan awal bagi seseorang untuk membangun kembali kehidupannya. Karena itu, keluarga, masyarakat, dan pemerintah perlu hadir bersama agar para penyintas memiliki kesempatan kedua untuk pulih dan berkarya," katanya.

baca juga

Hal senada disampaikan musisi Ivanka Slank yang berbagi pengalaman sebagai penyintas adiksi. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam proses pemulihan, sementara stigma masyarakat justru sering menjadi hambatan bagi penyintas untuk kembali menjalani kehidupan normal.

"Titik balik saya bukan dimulai dari rehabilitasi, melainkan dari kesadaran untuk berubah dan dukungan penuh dari keluarga yang terus percaya bahwa saya bisa bangkit. Saya berharap semakin banyak keluarga yang mendampingi, bukan menghakimi, dan semakin banyak masyarakat yang memberikan kesempatan kedua bagi penyintas," ujarnya.

Sementara itu, Co-Founder PT PBG Perry Primanda menilai rehabilitasi merupakan investasi sosial yang mampu mengubah penyintas menjadi individu yang kembali produktif apabila didukung keluarga, masyarakat, dan dunia kerja.

Melalui peringatan HANI 2026, YAKITA berharap pendekatan penanggulangan narkoba di Indonesia semakin menyeimbangkan penegakan hukum terhadap jaringan peredaran dengan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan, sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama pencegahan narkoba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polresta Solo Ungkap Kasus Narkoba Terbesar, Sita 3,5 Kilogram Sabu Lintas Daerah

Polresta Solo Ungkap Kasus Narkoba Terbesar, Sita 3,5 Kilogram Sabu Lintas Daerah

Video | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:05 WIB

Satresnarkoba Polresta Solo Ungkap 3,5 Kilogram Sabu, Terbesar Sepanjang Sejarah Berdiri

Satresnarkoba Polresta Solo Ungkap 3,5 Kilogram Sabu, Terbesar Sepanjang Sejarah Berdiri

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:14 WIB

Gagal Sembunyi! Penyelundup 325 Kg Sabu Thailand Gunakan Chat Enkripsi Militer Ditangkap Bareskrim

Gagal Sembunyi! Penyelundup 325 Kg Sabu Thailand Gunakan Chat Enkripsi Militer Ditangkap Bareskrim

News | Senin, 29 Juni 2026 | 09:58 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×