Israel Siap Bom Iran Lagi di Tengah Usaha AS Berdamai

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 01 Juli 2026 | 06:42 WIB
Israel Siap Bom Iran Lagi di Tengah Usaha AS Berdamai
Asap membubung di Teheran, Iran duga dari serangan rudal Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). [X/Vahid Online]
baca 10 detik
  • Israel bersumpah menyerang Iran kembali demi menggagalkan kepemilikan senjata nuklir di kawasan.

  • Ancaman konfrontasi militer mencuat tepat setelah kesepakatan damai antara AS dan Iran berlaku.

  • Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan penolakan keras terhadap segala bentuk kompromi diplomasi.

Suara.com - Israel menegaskan kesiapan untuk meluncurkan serangan militer susulan ke wilayah Iran guna menghentikan proyek persenjataan nuklir Teheran. Langkah sepihak ini diambil demi menggagalkan potensi kepemilikan bom atom yang dianggap mengancam eksistensi pertahanan mereka.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendeklarasikan komitmen tersebut dalam sebuah wawancara khusus dengan stasiun televisi lokal Channel 14 pada hari Selasa. Ia mengklaim tindakan ofensif yang direncanakan negaranya menjadi kunci utama penyelamatan dari ancaman kehancuran massal.

Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu menegaskan secara langsung sikap politiknya yang radikal terhadap program pertahanan Teheran.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]

"Di Iran, kami menyelamatkan diri kami sendiri dari bom atom," ujarnya dikutip dari Anadolu, Rabu (1/7/2026).

Pernyataan keras ini mencuat tepat setelah nota kesepahaman bersejarah antara Washington dan Teheran mulai diberlakukan secara resmi pada 18 Juni.

Perjanjian internasional tersebut ditegaskan melalui penandatanganan elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump dengan mediasi dari Pakistan.

Kesepakatan bilateral ini sebenarnya dirancang sebagai kerangka kerja strategis untuk mengakhiri perseteruan panjang melalui jalur negosiasi formal.

Fokus utama resolusi mencakup penghentian permusuhan, pencabutan sanksi ekonomi, regulasi nuklir, pemulihan jalur Selat Hormuz, hingga penataan keamanan kawasan.

Namun, pihak Tel Aviv secara konsisten memprotes keras segala bentuk kompromi diplomatik yang terjalin dengan pemerintah Iran. Israel menilai jalur diplomasi tidak akan efektif menahan ambisi militer Teheran sehingga opsi serangan fisik tetap dipertahankan.

baca juga

Ketegangan antara Israel dan Iran berakar pada rivalitas geopolitik yang mendalam di kawasan Timur Tengah selama beberapa dekade terakhir.

Situasi kian meruncing seiring kemajuan teknologi pengayaan uranium Teheran yang memicu kekhawatiran global akan lahirnya kekuatan nuklir baru.

Kendati Amerika Serikat mencoba meredam eskalasi lewat pakta kerja sama baru, penolakan keras dari Israel menandakan bahwa stabilitas regional masih rapuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:26 WIB

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:20 WIB

Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!

Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:50 WIB

Terkini

Mengapa Eropa Lebih Panas dari Timur Tengah? Suhu di Paris Lampaui Mekkah

Mengapa Eropa Lebih Panas dari Timur Tengah? Suhu di Paris Lampaui Mekkah

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:10 WIB

Wabah Misterius Menyerang AS! 145 Orang Korban Diare Akut di 20 Negara Bagian

Wabah Misterius Menyerang AS! 145 Orang Korban Diare Akut di 20 Negara Bagian

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:00 WIB

Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap

Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 02:18 WIB

Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman

Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 01:55 WIB

Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?

Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 22:08 WIB

Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti

Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:40 WIB

MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu

MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:37 WIB

TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global

TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:20 WIB

Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok

Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:09 WIB

PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG

PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:06 WIB

×