- Aliansi BEM se-UI menggelar aksi bertajuk #MatinyaReformasiPolri di sekitar Jalan Trunojoyo pada Rabu, 1 Juli 2026.
- Polisi mengarahkan massa berunjuk rasa di depan Museum Polri agar penyampaian aspirasi tetap berjalan dengan tertib.
- Aksi berakhir tanpa korban luka meskipun sempat terjadi ketegangan dan saling dorong antara mahasiswa serta aparat.
Suara.com - Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Nugraha menjelaskan alasan aparat mengarahkan massa Aliansi BEM se-Universitas Indonesia (BEM se-UI) agar tidak melintas di Jalan Trunojoyo saat menggelar aksi memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (1/7/2026).
Menurut Nugraha, kepolisian tidak melarang mahasiswa menyampaikan aspirasi. Massa justru telah disiapkan lokasi aksi di depan Museum Polri agar kegiatan tetap dapat berlangsung.
"Nah teman-teman sebetulnya boleh, diperbolehkan. Kita sudah sediakan tempat di depan Museum Polri. Kita sudah arahkan di sana kan. Silakan kalau mau menyampaikan aspirasi, silakan di sana," kata Nugraha kepada wartawan usai pengamanan aksi.
Penjelasan itu disampaikan setelah wartawan menanyakan alasan massa tidak diperbolehkan melintas di Jalan Trunojoyo menuju Mabes Polri.
Di tengah sesi wawancara, sejumlah peserta aksi juga sempat melontarkan protes kepada aparat.
"Enggak ada peraturan larangan? Peraturan yang mana? Tadi dibilangnya karena diskresi!" teriak salah seorang peserta aksi.
Meski sempat terjadi saling dorong saat massa berupaya membawa keranda dan karangan bunga ke arah Mabes Polri, polisi memastikan situasi secara umum tetap terkendali.
Dalam kesempatan yang sama, pihak kepolisian menilai mahasiswa bersikap kooperatif selama aksi berlangsung.
Menurutnya, komunikasi antara aparat dan massa terus dilakukan untuk mencegah situasi berkembang menjadi lebih besar.
"Tapi sejauh ini dalam pengamanan demo hari ini cukup kooperatif tadi dari teman-teman mahasiswa. Kita sama-sama saling diskusi, walaupun ada sedikit ini ya, kita anggap bagian dari dinamika," terangnya.
Saat ditanya mengenai evaluasi pengamanan aksi, polisi bersyukur demonstrasi berakhir tanpa korban.
"Untuk pengamanan demo ini kita cuma mengucapkan alhamdulillah. Tidak ada satu apa pun, tidak ada yang luka, tidak ada yang cedera, semua baik-baik aja. Teman-teman juga tadi bisa, adapun kalau misalnya ada sedikit gesekan ya karena situasi di lapangan, tapi semua bisa dikendalikan," katanya.
Sebelumnya, Aliansi BEM se-UI menggelar aksi bertajuk #MatinyaReformasiPolri bertepatan dengan Hari Bhayangkara ke-80.
Massa membawa keranda, karangan bunga duka cita, dan bendera kuning sebagai simbol kritik terhadap kondisi reformasi Polri.
Mahasiswa sempat meminta agar dapat berjalan menuju gerbang Mabes Polri untuk menyerahkan langsung simbol aksi kepada pimpinan Polri.
Namun aparat mengarahkan mereka ke lokasi lain di sekitar Museum Polri dan Baharkam dengan alasan pengaturan jalannya aksi.
Perbedaan pandangan tersebut sempat memicu ketegangan dan aksi saling dorong, tetapi situasi akhirnya dapat dikendalikan hingga demonstrasi berakhir.