Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Vania Rossa

Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
ilustrasi kolesterol tinggi (freepik.com/rawpixel.com)
baca 10 detik
  • Kadar kolesterol tinggi berisiko menyebabkan penyakit jantung dan stroke karena sering kali muncul tanpa gejala klinis yang nyata.
  • Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan 39,5 persen penduduk memiliki kadar kolesterol tinggi sehingga deteksi dini sangatlah krusial dilakukan.
  • Pencegahan komplikasi kardiovaskular dapat dilakukan melalui pemeriksaan rutin sejak usia 20 tahun serta penerapan pola hidup sehat.

Suara.com - Kolesterol tinggi masih menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke yang kerap luput disadari. Pasalnya, kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang baru mengetahui kadar kolesterolnya sudah tinggi setelah mengalami komplikasi.

Padahal, penyakit kardiovaskular hingga kini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Karena itu, para ahli menekankan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara rutin agar risiko penyakit dapat dicegah sejak awal.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Nancy Virginia, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, FAPSC, menjelaskan bahwa kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel sehat, memproduksi hormon, serta membantu pembentukan vitamin D. Namun, jika kadarnya berlebihan, terutama kolesterol LDL (low-density lipoprotein) atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat, risiko penyumbatan pembuluh darah akan meningkat.

"Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh, tetapi jika kadarnya berlebihan dapat menjadi faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Kolesterol tinggi juga sering kali tidak bergejala, sehingga banyak pasien baru mengetahui kondisinya setelah terjadi komplikasi," ujar dr. Nancy.

Menurutnya, pengendalian kadar LDL secara optimal dapat membantu menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular di kemudian hari.

Siapa yang Perlu Periksa Kolesterol?

Pemeriksaan kolesterol tidak hanya diperuntukkan bagi orang lanjut usia. dr. Nancy menyarankan setiap orang mulai menjalani pemeriksaan profil lipid sejak usia 20 tahun, terutama jika memiliki faktor risiko seperti obesitas, diabetes, hipertensi, riwayat keluarga dengan penyakit jantung, atau kebiasaan merokok.

Pemeriksaan yang dianjurkan meliputi kadar kolesterol total, LDL, HDL (kolesterol baik), dan trigliserida. Frekuensi pemeriksaan selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan faktor risiko masing-masing individu.

Program edukasi kesehatan Love The Beat. (Dok. Ist)
Program edukasi kesehatan Love The Beat. (Dok. Ist)

Selain pemeriksaan laboratorium, masyarakat juga disarankan melakukan medical check-up secara berkala yang mencakup pemeriksaan gula darah, tekanan darah, hingga kesehatan jantung.

baca juga

Kadept. Medis Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Reinaldo, mengatakan langkah tersebut penting mengingat tingginya angka kolesterol di Indonesia.

"Menurut Survei Kesehatan Indonesia 2023 dari Kementerian Kesehatan, sebanyak 39,5 persen penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol yang sudah di atas kategori normal atau termasuk tidak aman. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat rentan terhadap risiko gangguan kesehatan jantung." 

Gaya Hidup Berperan Besar

Selain pemeriksaan rutin, perubahan gaya hidup menjadi langkah utama untuk mengendalikan kadar kolesterol. Pola makan rendah lemak jenuh dan lemak trans, memperbanyak konsumsi buah, sayur, serta makanan tinggi serat dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap normal.

Aktivitas fisik juga tidak kalah penting. Dokter merekomendasikan olahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, serta membatasi konsumsi alkohol.

Pada kondisi tertentu, terutama jika perubahan gaya hidup belum cukup menurunkan kadar LDL, dokter dapat memberikan terapi obat, seperti statin maupun terapi non-statin, sesuai kondisi masing-masing pasien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

4 Cara Mengolah Daging Kambing agar Rendah Kolesterol, Ternyata Jadi Kebiasaan Orang Arab

4 Cara Mengolah Daging Kambing agar Rendah Kolesterol, Ternyata Jadi Kebiasaan Orang Arab

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:35 WIB

Terkini

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:40 WIB

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:06 WIB

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

×