Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Bella

Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
Foto udara petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (30/6/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU]
baca 10 detik
  • Sebanyak 64 warga dari 33 kepala keluarga dievakuasi ke hunian sementara akibat kualitas udara berbahaya di TPA Jatiwaringin.
  • Polda Banten dan instansi terkait melakukan pemadaman kebakaran TPA menggunakan teknik water bombing serta pengerahan personel tambahan di lokasi.
  • KLH mencatat polusi udara akibat pembakaran sampah mencapai angka ekstrem dan jauh melampaui batas aman kesehatan masyarakat sekitar.

Suara.com - Sebanyak 64 warga dari 33 kepala keluarga (KK) dievakuasi ke hunian sementara akibat dampak asap pekat kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Evakuasi dilakukan di tengah memburuknya kualitas udara yang dinilai membahayakan kesehatan masyarakat.

Kepolisian Daerah (Polda) Banten menyatakan proses evakuasi dilakukan bersamaan dengan upaya pemadaman yang melibatkan berbagai instansi.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk mempercepat penanganan kebakaran, termasuk melalui operasi water bombing.

"Pengerahan water bombing milik Kementerian Lingkungan Hidup yang didatangkan dari Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan dengan kapasitas 4.000 liter air terus dilakukan," ujar Maruli, Kamis (2/7/2026).

Selain memadamkan api, aparat memprioritaskan keselamatan warga yang terdampak kepulan asap.

"Selain upaya pemadaman, kami juga telah mengevakuasi 33 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 64 jiwa terdampak ke hunian sementara yang layak agar mereka dapat tinggal dengan aman dan nyaman," katanya.

Untuk mendukung operasi di lapangan, Polda Banten mengerahkan tambahan personel dari Direktorat Samapta dan Satuan Brimob. Seluruh petugas juga dibekali alat pelindung diri berupa masker.

Maruli turut mengimbau masyarakat agar menjauhi area kebakaran selama proses pemadaman masih berlangsung.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekati titik kebakaran demi menghindari risiko akibat panas, asap pekat, maupun aktivitas pemadaman di lokasi," ujarnya.

baca juga

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengingatkan masyarakat agar menghindari paparan asap karena kualitas udara di sekitar lokasi telah mencapai tingkat yang sangat berbahaya.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup KLH Rasio Ridho Sani mengatakan hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi partikulat halus jauh melampaui ambang batas nasional.

"Kami sampaikan tentu pada masyarakat yang berada di lokasi sekitar sini agar tetap menggunakan alat pelindung diri, termasuk menggunakan masker agar dampak pada kesehatan mereka bisa tertangani. Ini langkah-langkah kita sekarang," jelas Rasio.

Pemulung memilah sampah pada tumpukan sampah yang terbakar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (1/7/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU]
Pemulung memilah sampah pada tumpukan sampah yang terbakar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (1/7/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU]

Berdasarkan pemantauan KLH, kadar PM2.5 di sekitar TPA mencapai sekitar 1.000 mikrogram per meter kubik, jauh di atas baku mutu harian nasional sebesar 55 mikrogram per meter kubik. Sementara PM10 tercatat mencapai 750, sedangkan ambang batas idealnya 75.

KLH juga mendeteksi tingginya kandungan nitrogen oksida (NOx) dan sulfur oksida (SOx) yang berasal dari pembakaran sampah, termasuk plastik.

"Partikulatnya SOx, NOx karena juga di sini yang terbakar di antaranya ada plastik dan sebagainya, tentu plastik kan juga berdampak ke kesehatan," ujarnya.

Menurut Rasio, pencemaran udara akibat kebakaran TPA ini bahkan lebih buruk dibandingkan kebakaran hutan dan lahan karena melibatkan pembakaran biomassa, gas metana, serta berbagai jenis limbah.

"Karena dampak kualitas udaranya, pertama dia ada biomassa ada gas metannya kemudian kan ada plastik dan sebagainya," tuturnya.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan pemadaman melalui penyiraman air menggunakan helikopter water bombing.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan operasi udara akan terus dimaksimalkan untuk mempercepat pemadaman.

"Kita terus mengoptimalkan pemadaman, nanti sore kedua helikopter akan melakukan penyiraman lagi. Jadi, itu upaya-upaya kita untuk menyelesaikan pemadaman di TPU Jatiwaringin," kata Djohan.

Ia menjelaskan operasi water bombing baru dimulai sehari sebelumnya sehingga efektivitasnya masih terus ditingkatkan.

"Water bombing baru aktif mulai kemarin. Itu pun belum maksimal hanya sampai 1 jam. Jadi, karena baru digeser, kita maksimalkan," ucapnya.

Selain itu, BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang juga membuka jalur baru di area gunungan sampah agar kendaraan pemadam dan selang air dapat menjangkau titik-titik api.

"Salah satunya upaya pembuatan jalan terobos, sehingga nanti kendaraan ataupun selang dari rekan-rekan pemadam kebakaran bisa masuk," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Terminal 2F Soetta Resmi Jadi Pusat Keberangkatan Jamaah Umrah

Terminal 2F Soetta Resmi Jadi Pusat Keberangkatan Jamaah Umrah

Foto | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:47 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas Hingga 15 Hektare

Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas Hingga 15 Hektare

Foto | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:32 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat

Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:23 WIB

TPA Jatiwaringin Masih Membara, 2 Helikopter Water Bombing Diterjunkan ke Lokasi!

TPA Jatiwaringin Masih Membara, 2 Helikopter Water Bombing Diterjunkan ke Lokasi!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 12:24 WIB

Tangerang Kota Paling Rawan! Ini Peta Wilayah Kriminalitas di Jabodetabek Sepanjang 2026

Tangerang Kota Paling Rawan! Ini Peta Wilayah Kriminalitas di Jabodetabek Sepanjang 2026

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50 WIB

Modus PKBM Indonesia Negeriku Korupsi Dana Pendidikan Ratusan Pelajar

Modus PKBM Indonesia Negeriku Korupsi Dana Pendidikan Ratusan Pelajar

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Gudang di Cakung Terbakar Hebat, Damkar Berjibaku Hampir 5 Jam Jinakkan Api

Gudang di Cakung Terbakar Hebat, Damkar Berjibaku Hampir 5 Jam Jinakkan Api

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:09 WIB

Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo

Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:44 WIB

Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam

Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:11 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×