Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

Muhamad Yasir

Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:32 WIB
Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR
Sejumlah pengungsi kembali mendatangi bagian belakang kantor Komisioner Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR) di Kuningan, Jakarta Selatan, setelah diberi imbauan persuasif oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
baca 10 detik
  • Jafar Ali Husaini, pengungsi Afghanistan, bertahan di trotoar depan kantor UNHCR Jakarta demi menanti kepastian negara ketiga.
  • Penertiban trotoar oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan pada Juli 2026 menyebabkan Jafar kehilangan harta benda dan tempat tinggal.
  • Jafar belum mendapat kejelasan relokasi atau pemindahan ke negara ketiga meskipun telah berada di Indonesia sejak 2024.

Suara.com - Seorang pengungsi asal Afghanistan, Jafar Ali Husaini (47), mengungkap kisah hidupnya setelah hampir setahun bertahan di trotoar depan kantor Komisioner Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Ia mengaku sempat ditahan selama 15 hari usai penertiban dan hingga kini belum mendapat kepastian untuk dipindahkan ke negara ketiga.

Jafar mengatakan penertiban yang terjadi pada Juli 2024 membuat dirinya kehilangan tempat berteduh sekaligus harta benda yang dimilikinya.

"Pada Juli 2024, saya sempat ditahan selama 15 hari setelah ditertibkan," kata Jafar saat ditemui di belakang kantor UNHCR Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, saat penertiban berlangsung, petugas turut membawa sejumlah barang miliknya, mulai dari tenda, terpal, pakaian hingga uang tunai sekitar Rp2 juta.

Seorang pengungsi yang bertahan di trotoar kantor Komisioner Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR) Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Jafar Ali Husaini (47) memberikan keterangan kepada wartawan Jumat (3/7/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Seorang pengungsi yang bertahan di trotoar kantor Komisioner Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR) Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Jafar Ali Husaini (47) memberikan keterangan kepada wartawan Jumat (3/7/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Selama menjalani penahanan, Jafar mengaku sempat dijanjikan akan dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi di Jakarta Barat. Namun, harapan itu tak pernah terwujud.

"Tidak ada tempat yang layak bagi kami," ujarnya.

Usai dibebaskan, kondisi ekonominya semakin memburuk. Pengungsi yang telah berada di Indonesia sejak Februari 2024 itu mengaku tidak bisa bekerja karena tidak memiliki dokumen yang dipersyaratkan.

Jafar juga membantah pernah mendapat informasi dari UNHCR bahwa proses penempatan ke negara ketiga bisa memakan waktu sedikitnya tujuh tahun.

baca juga

Menurutnya, saat pertama datang, ia justru dijanjikan proses tersebut hanya berlangsung sekitar tiga tahun.

"Saya tidak pernah mendengar pernyataan itu. Saya dulu dijanjikan hanya tiga tahun," ungkapnya.

Sebelum tiba di Indonesia, Jafar sempat mengungsi ke Pakistan setelah meninggalkan Afghanistan. Selama hampir 18 tahun di negara asalnya, ia bekerja sebagai kontraktor konstruksi sebelum akhirnya memutuskan pergi karena alasan keselamatan.

"Saya datang ke sini karena tidak memiliki keamanan. Saya tidak aman di negara saya," tuturnya.

Meski hidup dalam keterbatasan, Jafar mengaku tetap bertahan di sekitar kantor UNHCR karena belum memperoleh kepastian mengenai nasib maupun proses penempatannya ke negara ketiga.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Selatan menertibkan puluhan pengungsi warga negara asing yang menduduki trotoar di depan kantor UNHCR, Kuningan, pada Kamis (2/7/2026).

Penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai fasilitas pejalan kaki sekaligus menjaga ketertiban dan kebersihan kawasan.

Hingga kini, UNHCR masih berupaya mencari lokasi relokasi bagi 32 pengungsi yang terdampak penertiban.

Sementara itu, aturan mengenai penanganan pengungsi dalam Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 juga masih menjalani proses peninjauan kembali (judicial review) di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sehari Ditertibkan, Puluhan Pengungsi UNHCR Masih Bertahan di Trotoar Kuningan

Sehari Ditertibkan, Puluhan Pengungsi UNHCR Masih Bertahan di Trotoar Kuningan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:29 WIB

Anak Jakarta Terpaksa Main Bola di Aspal, DPRD Minta Pemprov Manfaatkan Lahan Tidur

Anak Jakarta Terpaksa Main Bola di Aspal, DPRD Minta Pemprov Manfaatkan Lahan Tidur

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:17 WIB

Sering Bikin Kaget! MRT Rem Mendadak di Jalur Senayan-ASEAN Ternyata Akibat Gangguan Sinyal

Sering Bikin Kaget! MRT Rem Mendadak di Jalur Senayan-ASEAN Ternyata Akibat Gangguan Sinyal

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 07:43 WIB

Terkini

Profil Julita Rista Lestari, Pemimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Profil Julita Rista Lestari, Pemimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:40 WIB

Review Juvenile Justice: Ketika Usia Menjadi Tameng bagi Pelaku Kejahatan

Review Juvenile Justice: Ketika Usia Menjadi Tameng bagi Pelaku Kejahatan

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:38 WIB

Rezeki Lancar, 3 Zodiak Ini Diprediksi Finansialnya Makin Hoki pada 17 hingga 23 Agustus 2026

Rezeki Lancar, 3 Zodiak Ini Diprediksi Finansialnya Makin Hoki pada 17 hingga 23 Agustus 2026

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:35 WIB

35 Link Twibbon HUT ke-81 RI Terbaru dan Gratis, Tinggal Pasang Foto untuk 17 Agustus

35 Link Twibbon HUT ke-81 RI Terbaru dan Gratis, Tinggal Pasang Foto untuk 17 Agustus

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto

Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto

Otomotif | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:23 WIB

Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT

Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT

Sulsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:19 WIB

Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'

Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri

Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter

Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:00 WIB

HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol

HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol

Jakarta | Senin, 17 Agustus 2026 | 04:50 WIB

×