PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

Bella

Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:48 WIB
PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik
Ilustrasi mati lampu (Unsplash/Rodion Kutsaiev)
baca 10 detik
  • Pemadaman listrik bergilir terjadi di Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang akibat gangguan teknis pada sistem pembangkit PLN.
  • DPRD dan pelaku usaha terdampak meminta PLN memberikan transparansi informasi serta jadwal pemadaman agar kerugian ekonomi terminimalisir.
  • PLN menegaskan pemadaman bukan karena krisis energi, namun upaya manajemen beban demi memulihkan keandalan sistem kelistrikan wilayah tersebut.

"Kalau memang terpaksa dilakukan pemadaman, paling tidak informasikan H-2 agar kami bisa bersiap dan tidak menerima pesanan yang akhirnya tidak bisa diselesaikan," katanya.

Yanti juga berharap pemadaman tidak dilakukan pada jam-jam produktif karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

"Kalau kami terlambat membayar listrik ada sanksi, bahkan bisa diputus. Sementara ketika listrik padam dan membuat kami mengalami kerugian, tidak ada kompensasi. Harapan kami, kalau memang harus dilakukan pemadaman, sebisa mungkin jangan pada jam produktif masyarakat karena dampaknya sangat besar bagi pelaku usaha," ujarnya.

Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, menjelaskan pemadaman dipicu gangguan teknis pada sistem suplai pembangkit yang memasok listrik ke Kota Singkawang dan sebagian wilayah Kabupaten Bengkayang.

"Proses perbaikan telah dilakukan sejak sehari sebelumnya, namun pasokan listrik belum dapat kembali normal sehingga masih diperlukan pemadaman bergilir dengan durasi maksimal sekitar lima jam di beberapa lokasi," katanya.

Menurutnya, selama proses pemulihan berlangsung, PLN memprioritaskan pasokan listrik untuk fasilitas vital seperti rumah sakit dan kantor pemerintahan. PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan serta memastikan seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.

Secara terpisah, Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, memastikan pemadaman bergilir yang terjadi di berbagai daerah di Kalimantan Barat tidak disebabkan krisis batu bara ataupun kekurangan energi primer.

"Adanya padam di beberapa lokasi merupakan langkah manajemen beban secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Kalimantan Barat," kata Mukhlis.

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil setelah terjadi gangguan operasional pada pembangkit yang menyebabkan pasokan listrik ke sistem kelistrikan Kalbar belum optimal.

baca juga

"Langkah tersebut harus dilakukan menyusul adanya gangguan operasional pembangkit yang menyebabkan suplai listrik belum optimal," ujarnya.

Mukhlis menegaskan, kondisi tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan batu bara maupun energi primer.

"Kondisi ini tidak terkait dengan ketersediaan energi primer maupun batu bara, yang saat ini dalam kondisi aman," tegasnya.

PLN sebelumnya mengumumkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dilakukan dengan durasi sekitar lima jam sebagai bagian dari pengaturan beban selama proses pemulihan sistem kelistrikan berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi

Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:50 WIB

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:06 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik

Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:03 WIB

Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?

Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:10 WIB

Maaf Saja Tidak Cukup: PLN dan Tagihan Gelap yang Ditanggung Rakyat Jawa

Maaf Saja Tidak Cukup: PLN dan Tagihan Gelap yang Ditanggung Rakyat Jawa

Your Say | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:23 WIB

3 Rekomendasi Genset 500 Watt yang Bisa Dipakai di Rumah, Solusi saat Pemadaman Listrik

3 Rekomendasi Genset 500 Watt yang Bisa Dipakai di Rumah, Solusi saat Pemadaman Listrik

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:05 WIB

Byar Pet Gegara Batubara, Momentum Pengembangan Energi Gelombang

Byar Pet Gegara Batubara, Momentum Pengembangan Energi Gelombang

Opini | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:08 WIB

4 Rekomendasi Genset untuk Peternak Ayam, Bebas Risau dari Mati Lampu Dadakan

4 Rekomendasi Genset untuk Peternak Ayam, Bebas Risau dari Mati Lampu Dadakan

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:45 WIB

Terkini

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

×