Di Balik Pemakaman Ali Khamenei: Simbol Agama dan Pesan Politik yang Menggema ke Dunia

Galih Prasetyo

Senin, 06 Juli 2026 | 07:05 WIB
Di Balik Pemakaman Ali Khamenei: Simbol Agama dan Pesan Politik yang Menggema ke Dunia
Di Balik Pemakaman Khamenei: Simbol Agama dan Pesan Politik yang Menggema ke Dunia [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Pemerintah Iran menggelar prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei selama sepekan di berbagai kota penting sepanjang Februari lalu.
  • Prosesi tersebut sarat simbol religius untuk memperkuat narasi persatuan, keteguhan rezim, serta seruan balas dendam terhadap musuh.
  • Acara ini melibatkan delegasi Poros Perlawanan guna menegaskan posisi ideologi negara dan pengaruh geopolitik Iran di kawasan.

Suara.com - Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tidak sekadar menjadi momen duka nasional.

Rangkaian prosesi justru sarat simbolisme religius yang dimanfaatkan untuk memperkuat pesan politik, baik di dalam negeri maupun di kawasan Timur Tengah.

Selama sepekan, pemerintah Iran mengemas upacara dengan narasi persatuan dan keteguhan.

Dari retorika resmi hingga mobilisasi massa, semua diarahkan untuk menegaskan dukungan terhadap rezim yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Prosesi dimulai dengan tiga hari masa berkabung di Teheran, sebelum iring-iringan jenazah melintasi sejumlah kota penting di Iran hingga Irak.

Rute ini bukan sekadar perjalanan, melainkan simbol kuat yang mengaitkan kehidupan Khamenei dengan sejarah dan ajaran Syiah.

Otoritas Iran menekankan narasi syahid atas kematian Khamenei dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu. 

Lautan Massa di Teheran Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam atas Kematian Ayatollah Khamenei [Tangkap layar X]
Lautan Massa di Teheran Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam atas Kematian Ayatollah Khamenei [Tangkap layar X]

Duka atas kepergiannya bahkan diposisikan sebagai kewajiban nasional bagi rakyat Iran.

Slogan resmi Kami Harus Bangkit terlihat di berbagai sudut kota, terpampang di spanduk dan dibawa para pelayat.

baca juga

Untuk audiens internasional, pesan itu diterjemahkan menjadi Bangkit untuk Tuhan, merujuk pada ayat Al-Qur’an tentang perjuangan di jalan ilahi.

Simbol lain yang mencolok adalah ilustrasi kepalan tangan Khamenei di latar merah dan hitam. Warna tersebut merepresentasikan duka, kesyahidan, sekaligus seruan balas dendam.

“Lautan manusia ini menyerukan dua hal: perlawanan terhadap musuh dan pembalasan atas darah pemimpin yang syahid,” demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran seperti dikutip dari Al Jazzera.

Bendera merah raksasa bertuliskan Wahai penuntut darah Hussein juga dikibarkan di kompleks Mosalla Teheran.

Simbol ini mengaitkan kematian Khamenei dengan tragedi Karbala, peristiwa penting dalam sejarah Syiah yang sarat makna pengorbanan dan perlawanan terhadap tirani.

Pesan tersebut secara tidak langsung membingkai potensi balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel sebagai kewajiban religius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam

Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam

News | Senin, 06 Juli 2026 | 00:59 WIB

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 18:03 WIB

Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia

Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:44 WIB

Iran Kesal dengan Aktivis HAM Dunia, Lihat Kelakuan Israel Cuma Diam

Iran Kesal dengan Aktivis HAM Dunia, Lihat Kelakuan Israel Cuma Diam

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:30 WIB

Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026

Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:44 WIB

Terkini

Polisi Mediasi 5 Siswi Bully Anak SD di Medan, Penyebab Diduga Gegara Postingan Medsos

Polisi Mediasi 5 Siswi Bully Anak SD di Medan, Penyebab Diduga Gegara Postingan Medsos

Sumut | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:51 WIB

Lawan Rasa Takut, KickFlip Terus Melangkah Maju di Lagu Kick Off The Wall

Lawan Rasa Takut, KickFlip Terus Melangkah Maju di Lagu Kick Off The Wall

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Berapa Menit Jeda Pemakaian Toner, Serum, Moisturizer, dan Sunscreen? Ini Urutannya

Berapa Menit Jeda Pemakaian Toner, Serum, Moisturizer, dan Sunscreen? Ini Urutannya

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Kuliah Umum di UNP, Gus Ipul Ajak Civitas Akademika Jadi Agen Perlinsos

Kuliah Umum di UNP, Gus Ipul Ajak Civitas Akademika Jadi Agen Perlinsos

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:48 WIB

4 Kombinasi Layering Parfum Scarlett dengan Paduan Unik, Wanginya Tahan Lama

4 Kombinasi Layering Parfum Scarlett dengan Paduan Unik, Wanginya Tahan Lama

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:44 WIB

Febrie Adriansyah Diduga Terima Rp12 Miliar Terkait Perkara Korupsi Tol MBZ

Febrie Adriansyah Diduga Terima Rp12 Miliar Terkait Perkara Korupsi Tol MBZ

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:43 WIB

UU Ketenagakerjaan Baru Sah: Ojol dan Kreator Resmi Diakui Pekerja

UU Ketenagakerjaan Baru Sah: Ojol dan Kreator Resmi Diakui Pekerja

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:41 WIB

Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan

Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan

Bogor | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:37 WIB

Daftar Shio yang Rezekinya Melimpah kalau Kerja di Bidang Kreatif

Daftar Shio yang Rezekinya Melimpah kalau Kerja di Bidang Kreatif

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:36 WIB

KPU Jawab Putusan MK soal Pendidikan Gibran, Klaim Dokumen Penyetaraan Sah Saat Pilpres 2024

KPU Jawab Putusan MK soal Pendidikan Gibran, Klaim Dokumen Penyetaraan Sah Saat Pilpres 2024

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:34 WIB

×