Hafid Abbas Curiga Dana Bansos Tak Dipakai buat MBG demi 'Bagi-bagi Amplop' di Pemilu

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 06 Juli 2026 | 16:11 WIB
Hafid Abbas Curiga Dana Bansos Tak Dipakai buat MBG demi 'Bagi-bagi Amplop' di Pemilu
Petugas SPPG tengah menyiapkan Makan Bergizi Gratis. (indonesia.go.id)
baca 10 detik
  • Pemerintah menuai kritik karena menggunakan dana pendidikan APBN 2026 sebesar Rp270 triliun untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis.
  • Prof. Hafid Abbas menyarankan pemerintah mencari sumber dana alternatif dari pos subsidi atau bantuan sosial agar anggaran pendidikan terjaga.
  • Program Makan Bergizi Gratis saat ini mendapat sorotan publik menyusul adanya kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Kepala Badan Gizi.

Suara.com - Polemik sumber pendanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disorot. Keputusan pemerintah mengambil jatah anggaran pendidikan dalam APBN untuk mendanai program tersebut menuai kritik tajam karena dianggap mengancam keberlangsungan program pendidikan lainnya.

Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Hafid Abbas, mengungkapkan kekhawatirannya.

Menurutnya, langkah mencaplok anggaran pendidikan di tengah keterbatasan dana hanya akan membebani sektor krusial tersebut.

Sebagai informasi, pemerintah telah mematok dana pendidikan sebesar Rp769,1 triliun dalam APBN 2026. Sementara itu, pembiayaan program MBG saat ini diproyeksikan mencapai Rp270 triliun, angka yang sejatinya sudah terkoreksi dari rencana awal sebesar Rp335 triliun.

Hafid menilai potret politik anggaran pendidikan saat ini masih jauh dari rasa keadilan.

Mantan Ketua Komnas HAM ini pun menantang pemerintah untuk lebih kreatif mencari kantong-kantong dana lain demi menyokong program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut tanpa harus mengorbankan bangku sekolah.

Ia menyarankan agar pemerintah mengalihkan anggaran dari kementerian tertentu atau pos subsidi yang selama ini dinilai belum tepat sasaran.

"Sumber dana banyak. Ada subsidi listrik, BBM, gas, bansos. Macam-macam," kata Hafid dikutip dari kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP pada Senin (6/7/2026).

Hafid memberikan simulasi konkret. Jika pemerintah berani mengambil anggaran MBG dari pos bantuan sosial (bansos) Kemensos yang nilainya mencapai Rp400 hingga Rp500 triliun, maka "napas" anggaran pendidikan dipastikan aman.

baca juga

Namun, ia mencium aroma janggal di balik keengganan pemerintah menyentuh dana bansos tersebut. Ia curiga ada kepentingan terselubung di mana bansos masih ingin dipertahankan sebagai komoditas politik.

"Sebenarnya dana pendidikan gak perlu di ganggu. Tapi itu kelihatannya disiapkan untuk bagi-bagi amplop menjelang Pemilu. Dijadikan (BLT) alat politik," cetusnya.

Tak hanya soal pengalihan anggaran, Hafid juga mendesak pemerintah melakukan efisiensi radikal.

Cara cek penerima bansos online, pencairan bulan ini dipercepat (pexels)
Ilustrasi uang bansos. (pexels)

Salah satunya dengan memangkas biaya perjalanan dinas yang selama ini dianggap hanya menghamburkan uang negara tanpa urgensi yang jelas.

Apresiasi yang Tercederai Korupsi

Meski melontarkan kritik pedas soal pendanaan, Hafid mengakui bahwa secara esensi, program MBG memiliki sisi positif untuk memangkas jurang kesenjangan ekonomi. Namun, syaratnya mutlak: harus dikelola secara profesional.

"Kalau dikelola dengan baik bisa mengangkat orang-orang yang ada di bawah," tegasnya.

Di sisi lain, ia juga menumpahkan kekecewaannya terkait mencuatnya kasus dugaan korupsi tata kelola MBG yang menyeret nama mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.

Hafid mengecam keras praktik lancung tersebut, terlebih program ini menyangkut hajat hidup masyarakat bawah. Bagi Hafid, korupsi di sektor gizi adalah tindakan yang sudah di luar batas kemanusiaan.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggaran MBG 2027 Bakal Turun, Segini Hitung-hitungannya!

Anggaran MBG 2027 Bakal Turun, Segini Hitung-hitungannya!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 14:44 WIB

Keras! Guru Besar UNJ Sebut Program Makan Bergizi Gratis Jadi 'Proyek Berbagi Keuntungan'

Keras! Guru Besar UNJ Sebut Program Makan Bergizi Gratis Jadi 'Proyek Berbagi Keuntungan'

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:28 WIB

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Besar-besaran, Kemenkeu Ikut Awasi SPPG

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Besar-besaran, Kemenkeu Ikut Awasi SPPG

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 11:12 WIB

Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur

Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:55 WIB

Terkini

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Banten | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK

Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka

Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:57 WIB

×