Bukan Cuma Oligarki, Hafid Abbas Ungkap 2 Pihak Lain yang Jadi Sumber Malapetaka Bangsa

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 06 Juli 2026 | 17:21 WIB
Bukan Cuma Oligarki, Hafid Abbas Ungkap 2 Pihak Lain yang Jadi Sumber Malapetaka Bangsa
Mantan Ketua Komnas HAM Hafid Abbas. [Suara.com/Dian Rosmala]
baca 10 detik
  • Mantan Ketua Komnas HAM Hafid Abbas menyebut kepolisian, pemerintah daerah, dan oligarki sebagai tiga pihak penyebab malapetaka bangsa.
  • Pemerintah daerah dinilai membebani warga dengan pajak tinggi demi mengembalikan modal politik yang dikeluarkan saat pemilihan kepala daerah.
  • Hafid mendorong reformasi peradilan dan penegakan hukum profesional sebagai solusi utama mengatasi kesenjangan sosial serta ekonomi di Indonesia.

Suara.com - Eks ketua Komnas HAM Hafid Abbas membeberkan mengenai 3 pihak yang diduga menjadi sumber malapetaka bangsa ini.

Hal itu ia sampaikan saat menanggapi masalah kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat yang kian buruk akibat tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum yang tidak profesional.

Hafid bercerita saat ia masih menjabat sebagai Ketua Komnas HAM 2014-2015, timnya kerap mendapat aduan dari masyarakat tiap harinya mengenai 3 pihak yang dianggap merugikan masyarakat. Yakni, Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan oligarki.

Kepolisian, kata Hafid, masih dianggap buruk di mata masyarakat karena terkesan hanya menjadi alat untuk memeras rakyat. Sebab karena itu, lanjut Hafid, masyarakat memilih untuk berjarak dengan kepolisian.

Selanjutnya Pemda, karena penerapan pajak yang masih begitu membebankan warga.

Hafid juga curiga penerapan pajak lekat akan upaya pemimpin daerah untuk menutupi ongkos politik yang telah digelontorkan saat masa pemilihan kepala daerah.

"Cara paling cepat untuk balik modal, ya menaikan pajak. Aparat kita berlomba-lomba memeras rakyat karena ulah Pemda," kata Hafid dikutip dari Youtube Abraham Samad SPEAK UP pada Senin, (6/7/2026).

Yang terakhir dan tak kalah memabahayakan, adalah oligarki. Menurut Hafid, oligarki mempunyai segala sumber daya yang mengcancam masyarakat.

"Jadi dengan itu, 3 sumber malapetaka bangsa ini harus ditertibkan,"ucapnya.

baca juga

Lebih lanjut, Guru Besar UNJ ini menilai kesenjangan akan teratasi jika penegak hukum dapat bekerja dengan profesional. Sejauh ia menilai masalahnya hanya ada pada di tahap pelaksanaan.

Oleh karena itu Hafid berharap adanya judicial reform atau reformasi peradilan yang dapat membenahi bobroknya penegakan hukum.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Cuma Pelaku Lapangan! Mabes Polri Harus Bongkar Otak Sindikat Narkoba di Katingan

Jangan Cuma Pelaku Lapangan! Mabes Polri Harus Bongkar Otak Sindikat Narkoba di Katingan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 16:30 WIB

Tiga Pembantai Polisi di Katingan Diciduk! Serang Petugas Pakai Parang Saat Gerebek Narkoba

Tiga Pembantai Polisi di Katingan Diciduk! Serang Petugas Pakai Parang Saat Gerebek Narkoba

News | Senin, 06 Juli 2026 | 15:07 WIB

Polri Paling Banyak Diadukan ke Komnas HAM Sepanjang 2025, Capai 805 Laporan

Polri Paling Banyak Diadukan ke Komnas HAM Sepanjang 2025, Capai 805 Laporan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:53 WIB

Keras! Guru Besar UNJ Sebut Program Makan Bergizi Gratis Jadi 'Proyek Berbagi Keuntungan'

Keras! Guru Besar UNJ Sebut Program Makan Bergizi Gratis Jadi 'Proyek Berbagi Keuntungan'

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:28 WIB

3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Katingan, DPR Minta Jaringan Pelaku Dibongkar Total

3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Katingan, DPR Minta Jaringan Pelaku Dibongkar Total

News | Senin, 06 Juli 2026 | 12:10 WIB

Terkini

45,29 Persen Warga Jakarta Terjepit Cari Rumah, Pemprov DKI Ajukan Ranperda Rusun Baru

45,29 Persen Warga Jakarta Terjepit Cari Rumah, Pemprov DKI Ajukan Ranperda Rusun Baru

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Gen Z Mulai Gemar Beli Produk Lokal: Bangga atau Sekadar Ikut Tren?

Gen Z Mulai Gemar Beli Produk Lokal: Bangga atau Sekadar Ikut Tren?

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Usia 40-an Mulai Muncul Flek Hitam? Ini 4 Rekomendasi Cream Ampuh di Apotek

Usia 40-an Mulai Muncul Flek Hitam? Ini 4 Rekomendasi Cream Ampuh di Apotek

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:37 WIB

Jangan Asal Buang ke Selokan! Begini Cara Benar Menyikapi Bangkai Tikus di Jalan Raya

Jangan Asal Buang ke Selokan! Begini Cara Benar Menyikapi Bangkai Tikus di Jalan Raya

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Merger Paramount - Warner Bros Mengancam PHK Ribuan Pekerja Film

Merger Paramount - Warner Bros Mengancam PHK Ribuan Pekerja Film

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Kalimantan Dikepung 1.487 Titik Panas, DPR Ingat Pemerintah Karhutla 1997 Jangan Terulang

Kalimantan Dikepung 1.487 Titik Panas, DPR Ingat Pemerintah Karhutla 1997 Jangan Terulang

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional Bersama Pegadaian dan PNM

BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional Bersama Pegadaian dan PNM

Sumut | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Sambil Pasang CCTV, Pria di Tulang Bawang Kuras Saldo M-Banking Pelanggan

Sambil Pasang CCTV, Pria di Tulang Bawang Kuras Saldo M-Banking Pelanggan

Lampung | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

BRI Kembangkan Ekosistem Emas Terintegrasi untuk Masa Depan Indonesia

BRI Kembangkan Ekosistem Emas Terintegrasi untuk Masa Depan Indonesia

Sulsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Prabowo Didesak Banyak Mendengar, Bukan Umbar Retorika Kosong Lewat Monolog

Prabowo Didesak Banyak Mendengar, Bukan Umbar Retorika Kosong Lewat Monolog

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:31 WIB

×