El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Dinda Rachmawati

Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
Ilustrasi nyamuk penyebab DBD (Freepik/jcomp)
baca 10 detik
  • Perubahan iklim dan fenomena El Nino pada 2026 mempercepat siklus hidup nyamuk Aedes aegypti serta meningkatkan risiko penyebaran DBD di Indonesia.
  • Kemenkes RI mengimbau masyarakat menerapkan 3M Plus dan vaksinasi untuk menekan beban ekonomi DBD yang mencapai Rp9 triliun pada 2024.
  • PT Takeda menyelenggarakan edukasi "ABCD Land" di Jakarta pada Juni 2026 guna meningkatkan kesadaran publik dalam pencegahan DBD secara menyeluruh.

Suara.com - Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan yang serius di Indonesia. Kini, risikonya semakin meningkat seiring dampak perubahan iklim yang membuat pola cuaca semakin sulit diprediksi. 

Fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi dengan intensitas sedang hingga kuat pada 2026 turut memicu kekhawatiran akan meningkatnya penyebaran dengue di berbagai daerah.

Perubahan suhu dan pola curah hujan ternyata berpengaruh besar terhadap siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebab DBD. Suhu yang lebih hangat dapat mempercepat perkembangan nyamuk dari telur hingga dewasa, sekaligus mempercepat replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk. 

Di sisi lain, curah hujan yang tidak menentu menciptakan lebih banyak tempat perkembangbiakan, baik melalui genangan air saat hujan deras maupun wadah penampungan air ketika musim kering.

Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Prima Yosephine, MKM, mengatakan perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang harus diwaspadai.

"Perubahan iklim dan pola cuaca yang semakin tidak menentu berpotensi meningkatkan risiko penyebaran DBD. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan sejak dini," ujarnya.

Menurut dr. Prima, pemerintah terus memperkuat upaya pengendalian dengue melalui pendekatan komprehensif, mulai dari edukasi masyarakat, pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus, hingga pemanfaatan inovasi pencegahan yang tersedia, termasuk vaksinasi.

"Kami juga mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, hingga sektor swasta," tambahnya.

Ancaman DBD bukan sekadar persoalan kesehatan. Sebuah studi terbaru dari Universitas Gadjah Mada memperkirakan total beban ekonomi akibat DBD di Indonesia mencapai hampir Rp9 triliun pada 2024. 

baca juga

Biaya tersebut mencakup pembiayaan layanan kesehatan, pengeluaran langsung pasien, hingga hilangnya pendapatan selama masa sakit. 

DBD juga tidak hanya menyerang anak-anak. Data Kementerian Kesehatan per Januari 2026 menunjukkan bahwa kematian akibat DBD paling banyak terjadi pada kelompok usia 5–14 tahun, yakni mencapai 41 persen dari total kematian akibat DBD pada 2025. 

Sementara itu, kelompok usia 15–44 tahun menjadi penyumbang kasus terbanyak, yakni 42 persen dari total kasus pada tahun yang sama.

Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K), mengingatkan bahwa masih banyak orang tua menganggap DBD sebagai penyakit musiman.

"Padahal, risiko penularan dapat terjadi kapan saja, dan pada sebagian kasus dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa, termasuk syok dengue yang memerlukan penanganan segera," jelasnya.

Ia menegaskan pentingnya perlindungan yang menyeluruh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?

Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:15 WIB

Wamendagri Dorong Penguatan Kerja Sama Daerah untuk Antisipasi Karhutla saat El Nino 20262027

Wamendagri Dorong Penguatan Kerja Sama Daerah untuk Antisipasi Karhutla saat El Nino 20262027

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:33 WIB

Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada

Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:09 WIB

Terkini

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB