Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 24 Juni 2026 | 15:30 WIB
Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda
Potret Hutan Hujan Tropis (Pexels/ Ana Mai )

Suara.com - Selama ini hutan tropis dikenal sebagai salah satu penyerap karbon dioksida (CO2) terbesar di dunia dan menjadi harapan utama dalam menekan laju perubahan iklim. Kemampuannya menyerap emisi karbon dari atmosfer membuat ekosistem ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim Bumi.

Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa kemampuan tersebut kini diduga tidak lagi sebesar yang selama ini diperkirakan.

Hutan Tropis Kini Tak Lagi Menjadi Solusi Terbaik dalam Menyerap CO2

Sebuah penelitian berjudul “Improved Latitudinal Carbon Budgets from Global Airborne Surveys” mengungkapkan bahwa tumbuhan di kawasan tropis menyerap karbon jauh lebih sedikit dibandingkan hasil pemodelan sebelumnya. Temuan ini diperoleh melalui penggabungan berbagai survei udara dan pengamatan atmosfer secara global yang mampu memberikan gambaran lebih akurat mengenai pertukaran karbon di berbagai wilayah di dunia.

Salah satu peneliti dalam studi tersebut, Dr. Michael Bertolacci dari University of Western Australia, menjelaskan bahwa mengukur pertukaran karbon di atmosfer bukanlah hal yang mudah. Karena itu, tim peneliti menggunakan metode pelacakan konsentrasi CO2 di udara dan arah pergerakan angin untuk mengetahui sumber serta tujuan pergerakan karbon tersebut.

"Kami mengukur berapa banyak CO2 yang ada di udara dan melacaknya kembali melalui angin untuk menemukan dari mana asalnya," ujar Michael.

Dari analisis tersebut, para peneliti menemukan hasil yang cukup mengejutkan.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah tropis tampaknya menyerap karbon lebih sedikit daripada yang diprediksi oleh banyak penelitian dan model lain, dan bahkan mungkin mendekati netral dalam pertukaran karbonnya," kata Michael. 

Menjadi Peringatan bagi Negara Tropis 

baca juga

Temuan ini menjadi perhatian penting, terutama bagi negara-negara yang memiliki kawasan hutan tropis luas, termasuk Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia memiliki sekitar 126 juta hektare hutan hujan tropis, menjadikannya negara dengan luas hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Republik Demokratik Kongo.

Jika kemampuan hutan tropis dalam menyerap karbon terus menurun, maka kontribusinya dalam menekan emisi gas rumah kaca juga dapat berkurang. Kondisi ini berpotensi memengaruhi berbagai strategi global yang selama ini mengandalkan hutan sebagai penyerap karbon alami.

Perlunya Adanya Solusi Terbaru Dalam Menyerap CO2 

Melalui hasil penelitian tersebut, para ilmuwan menilai bahwa pemahaman mengenai siklus karbon global perlu diperbarui agar proyeksi perubahan iklim di masa depan menjadi lebih akurat.

"Temuan ini penting karena kita perlu mengetahui ekosistem mana yang membantu kita memerangi perubahan iklim dengan menyerap lebih banyak karbon dan ekosistem mana yang melepaskan lebih banyak CO2," ujar Michael.

Selain itu, hasil studi ini juga menjadi pengingat bahwa upaya mitigasi perubahan iklim tidak dapat hanya bergantung pada hutan tropis. 

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan

Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:50 WIB

Bisakah Plastik Dibuat Lebih Mudah Terurai? Penelitian Baru Tawarkan Pendekatan Lewat Upcycling

Bisakah Plastik Dibuat Lebih Mudah Terurai? Penelitian Baru Tawarkan Pendekatan Lewat Upcycling

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:30 WIB

Label Poliester Daur Ulang Terlihat Ramah Lingkungan, tetapi Apakah Benar Berkelanjutan?

Label Poliester Daur Ulang Terlihat Ramah Lingkungan, tetapi Apakah Benar Berkelanjutan?

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:32 WIB

Terkini

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 22:35 WIB

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:52 WIB

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:50 WIB

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:28 WIB

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:06 WIB

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:58 WIB

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:30 WIB

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:10 WIB

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:05 WIB

×