Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

Muhamad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Selasa, 07 Juli 2026 | 22:45 WIB
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
Edward Omar Sharif Hiariej atau Prof Eddy. [YouTube Denny Sumargo]
baca 10 detik
  • Wamenkum Edward Omar Sharif Hiariej memperingatkan RPMK penyeragaman kemasan rokok berpotensi melanggar UU Merek dan Desain Industri nasional.
  • Kebijakan penyeragaman kemasan rokok tersebut harus melibatkan koordinasi lintas sektor untuk menghindari tumpang tindih regulasi dan ketidakpastian hukum.
  • GAPPRI khawatir regulasi ketat tersebut akan menurunkan produktivitas industri dan meningkatkan peredaran rokok ilegal.

Suara.com - Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej mengingatkan Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi pada Produk Tembakau dan Rokok Elektronik berpotensi berbenturan dengan Undang-Undang Merek dan Desain Industri.

Menurutnya, kebijakan penyeragaman kemasan rokok tidak bisa dipandang semata-mata dari aspek kesehatan.

Peringatan itu disampaikan Edward dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengaturan Standarisasi Kemasan dalam Perspektif UU Merek dan Desain Industri yang digelar Universitas Brawijaya.

RPMK tersebut merupakan aturan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 yang mengatur penyeragaman huruf, bentuk, hingga penggunaan warna Pantone 448C pada kemasan rokok.

Edward menilai kebijakan tersebut harus disusun dengan melibatkan berbagai sektor agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

"Isu kunci adalah dinamika regulasi kesehatan dapat selarasan dengan kepastian hukum. Karena ada resiko overlapping kewenangan. Jika dilihat, arah kebijakan penyeragaman kemasan, harus lintas sektor. Bukan sekadar melibatkan kesehatan, namun juga perdagangan, perindustian, dan perlindungan hak kekayaan intelektual," ujarnya, dikutip Selasa (7/7/2026).

Ia menegaskan, regulasi mengenai zat adiktif tetap harus menjaga keseimbangan antara perlindungan kesehatan masyarakat dan kepastian hukum bagi dunia usaha, termasuk perlindungan terhadap hak atas merek dagang.

"Jangan sampai over regulation dan menjadi kebijakan tanpa dasar dampak. Rancangan aturan penyeragaman kemasan jangan sampai bertentangan dengan hak kekayaan intelektual," paparnya.

Edward juga mengingatkan bahwa Peraturan Menteri Kesehatan hanya bersifat teknis dan tidak boleh melampaui kewenangan yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah.

baca juga

"Permenkes itu bersifat teknis dan delegatif, tidak boleh mengatur di luar kewenangan nya. Jangan sampai terjadi tumpang tindih, ada kejelasan delegasi. Kuncinya adalah kepastian hukum dan kebijakan proposionalsan rokok," katanya.

Petugas Bea Cukai Aceh mengamankan rokok ilegal. [Antara]
ilustrasi-Petugas Bea Cukai Aceh mengamankan rokok ilegal. [Antara]

Industri Khawatir Rokok Ilegal Meningkat

Dalam forum yang sama, Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan, menyebut industri hasil tembakau (IHT) saat ini menghadapi tekanan berat akibat banyaknya regulasi yang saling tumpang tindih.

Menurutnya, hingga kini terdapat sekitar 500 aturan dari pemerintah pusat maupun daerah yang memengaruhi sektor tersebut, sementara produktivitas industri terus menurun.

"Padahal, kinerja IHT sudah mengalami kontraksi sejak tahun 2020. Produktivitas industri mengalami penurunan 3% di tahun 2025. Dari 317,4 miliar batang di 2024 menjadi 307,8 miliar batang di tahun 2025. Yang kami harapkan saat ini adalah pemerintah dapat memberikan jaminan kepada kami, industri legal dapat bekerja dengan baik," ujar Henry.

Ia mengingatkan, regulasi yang semakin ketat justru berpotensi memperbesar ruang bagi peredaran rokok ilegal.

Henry juga mengingatkan bahwa arah kebijakan tersebut berpotensi berdampak terhadap sekitar enam juta pekerja yang menggantungkan hidup pada ekosistem industri pertembakauan.

Hingga kini, RPMK tentang penyeragaman kemasan rokok masih dalam tahap pembahasan dan belum ditetapkan menjadi aturan final.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Mimpi Punya Generasi Emas, FKBI Soroti Ironi Negara Raup Rp2,23 Triliun dari Perokok Anak

Jangan Mimpi Punya Generasi Emas, FKBI Soroti Ironi Negara Raup Rp2,23 Triliun dari Perokok Anak

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:19 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Rp 2,23 Triliun Masuk ke Kas Negara dari Rokok yang Dihisap Anak-Anak

Rp 2,23 Triliun Masuk ke Kas Negara dari Rokok yang Dihisap Anak-Anak

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 10:24 WIB

Terkini

House of Hummingbird: Tentang Tumbuh di Dunia yang Tak Selalu Memberi Ruang

House of Hummingbird: Tentang Tumbuh di Dunia yang Tak Selalu Memberi Ruang

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Pemadaman Listrik Massal Akibat Produsen Batu Bara Enggan Pasok PLN

Pemadaman Listrik Massal Akibat Produsen Batu Bara Enggan Pasok PLN

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Kebakaran 150 Rumah di Penjaringan Tewaskan Wanita 40 Tahun dan Bocah 6 Tahun

Kebakaran 150 Rumah di Penjaringan Tewaskan Wanita 40 Tahun dan Bocah 6 Tahun

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Bukan Ayam Goreng Biasa, Wingstop Hadirkan Twizty Buzz dengan Sensasi Rasa Berbeda di Tiap Gigitan

Bukan Ayam Goreng Biasa, Wingstop Hadirkan Twizty Buzz dengan Sensasi Rasa Berbeda di Tiap Gigitan

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Mahakarya Singhasari Dipamerkan di Galeri Prajnaparamita Museum Nasional

Mahakarya Singhasari Dipamerkan di Galeri Prajnaparamita Museum Nasional

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Hampir Gabung ke Persija, Radja Nainggolan: Ternyata Tim Polisi yang Butuh Saya

Hampir Gabung ke Persija, Radja Nainggolan: Ternyata Tim Polisi yang Butuh Saya

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Sumur Rusak Sebulan Lebih, Warga Bantargebang Terpaksa Beli Air hingga 10 Galon Sehari

Sumur Rusak Sebulan Lebih, Warga Bantargebang Terpaksa Beli Air hingga 10 Galon Sehari

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Paca Goya, Tradisi Adat Masyarakat Kalaodi untuk Jaga Kelestarian Hutan

Paca Goya, Tradisi Adat Masyarakat Kalaodi untuk Jaga Kelestarian Hutan

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:40 WIB

4 Padu Padan OOTD ala Chae Soo Bin, Gaya Preppy yang Anti-Boring!

4 Padu Padan OOTD ala Chae Soo Bin, Gaya Preppy yang Anti-Boring!

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Di Balik Aturan Tidak Naik Kelas: Mengurai Nasib Siswa Terpinggirkan

Di Balik Aturan Tidak Naik Kelas: Mengurai Nasib Siswa Terpinggirkan

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:40 WIB

×