Indonesia Dorong Pangan Halal, Target Tembus Pasar 1,3 Miliar Penduduk Dunia

Vania Rossa

Rabu, 08 Juli 2026 | 17:00 WIB
Indonesia Dorong Pangan Halal, Target Tembus Pasar 1,3 Miliar Penduduk Dunia
D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026. (dok. ist)
baca 10 detik
  • D-8 Halal Expo Indonesia 2026 diselenggarakan di Jakarta pada 8–12 Juli guna memperkuat kerja sama ekonomi halal global.
  • Acara ini mempertemukan pelaku usaha antarnegara anggota D-8 untuk meningkatkan daya saing produk pangan serta industri halal Indonesia.
  • Kegiatan bertujuan menciptakan kemitraan bisnis dan memperluas akses pasar ekspor pangan halal nasional ke kancah internasional secara konkret.

Suara.com - Industri pangan halal terus menunjukkan potensi besar sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tak hanya memenuhi kebutuhan konsumen domestik, produk halal kini diproyeksikan menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar ekspor ke negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus dalam D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 yang resmi digelar di Senayan Tennis Indoor Stadium, Jakarta, pada 8–12 Juli 2026. Pameran ini menjadi ajang memperkuat kerja sama ekonomi halal di antara negara-negara anggota Developing-8 Organization for Economic Cooperation (D-8), yakni Indonesia, Azerbaijan, Bangladesh, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki.

Mengusung tema "Strengthening D-8 Halal Economy Through International Collaboration", pameran ini tak hanya menjadi etalase produk halal, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha, investor, eksportir, hingga pembuat kebijakan untuk memperkuat rantai pasok halal global.

Salah satu sektor yang mendapat perhatian besar adalah pangan halal, mengingat makanan dan minuman masih menjadi penyumbang terbesar dalam industri halal dunia. Melalui kolaborasi antarnegara, Indonesia ingin membuka akses yang lebih luas bagi produk pangan halal nasional agar mampu bersaing di pasar internasional.

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, mengatakan pengembangan ekonomi halal menjadi salah satu strategi Indonesia menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara Muslim.

"Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu jalannya adalah dengan memperkuat integrasi ekonomi Indonesia dengan dunia Islam, termasuk melalui pengembangan ekonomi halal," ujar Anis Matta saat membuka D-8 Halal Expo Indonesia 2026.
Menurutnya, industri halal bukan hanya berbicara mengenai sertifikasi produk, tetapi juga pembangunan ekosistem yang mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha Indonesia di pasar global.

Selama lima hari penyelenggaraan, D-8 Halal Expo menghadirkan pameran produk, forum bisnis (business matching), hingga diskusi yang mempertemukan eksportir dan importir dari berbagai negara anggota D-8 maupun negara lain seperti Belanda, Prancis, India, Palestina, Uzbekistan, Djibouti, dan Yordania.

Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sholahudin Al Aiyub, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menghasilkan kerja sama bisnis yang nyata, terutama melalui pertemuan langsung antara eksportir dan calon pembeli dari berbagai negara.

"Indonesia berupaya memfasilitasi lahirnya kemitraan bisnis, pertukaran pengetahuan, dan transaksi perdagangan yang konkret," ujarnya.

baca juga

Selain sektor pangan, D-8 Halal Expo juga menampilkan berbagai produk dari industri kosmetik, fesyen muslim, farmasi, pariwisata halal, keuangan syariah, hingga layanan digital.

Penyelenggaraan D-8 Halal Expo merupakan bagian dari keketuaan Indonesia dalam organisasi D-8 periode 2026–2027 sekaligus tindak lanjut komitmen Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 di Kairo pada Desember 2024.

Saat itu, Presiden menegaskan pentingnya membangun rantai nilai halal (halal value chain) melalui kolaborasi antarnegara sehingga Indonesia dapat berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi halal dunia.

Potensinya pun sangat besar. Negara-negara anggota D-8 memiliki populasi gabungan sekitar 1,3 miliar jiwa atau sekitar 16 persen populasi dunia, dengan total produk domestik bruto (PDB) mencapai USD 5,1 triliun.

Melalui penguatan rantai pasok, investasi, dan perdagangan produk halal, Indonesia berharap pelaku industri pangan nasional dapat memanfaatkan pasar yang jauh lebih luas, sekaligus meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di tingkat global.

Dengan semakin meningkatnya permintaan terhadap produk halal di berbagai negara, peluang bagi industri pangan Indonesia pun dinilai semakin terbuka, bukan hanya sebagai pasar domestik yang besar, tetapi juga sebagai salah satu pemain penting dalam ekosistem halal dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melihat Sisi Lain Kota Pesisir, Menyusuri Jakarta dari Mata Perempuan Muara Angke,

Melihat Sisi Lain Kota Pesisir, Menyusuri Jakarta dari Mata Perempuan Muara Angke,

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:29 WIB

Pet Lovers Merapat! Pameran Ini Hadirkan Ragam Aktivitas Edukasi hingga Kebutuhan Hewan Peliharaan

Pet Lovers Merapat! Pameran Ini Hadirkan Ragam Aktivitas Edukasi hingga Kebutuhan Hewan Peliharaan

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:29 WIB

Jelajahi ARTJOG 2026, Awal Trilogi Baru "Ars Longa: Generatio"

Jelajahi ARTJOG 2026, Awal Trilogi Baru "Ars Longa: Generatio"

Video | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:57 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×