- Presiden Prabowo menegaskan koperasi sebagai wadah gotong royong masyarakat kecil untuk memperkuat ekonomi nasional pada Minggu, 12 Juli 2027.
- Pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan buruh melalui penguatan ekonomi yang dimulai dari desa hingga tingkat kabupaten.
- Ekonomi Indonesia diproyeksikan akan bangkit dengan memastikan kekayaan tetap berputar di daerah demi kesejahteraan masyarakat secara merata.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan koperasi merupakan alatnya orang lemah dan miskin untuk bersatu dan begotong royong mengumpulkan kekuatan.
Prabowo mengibaratkan seperti sebatang lidi yang lemah jika sendirian dan akan menjadi kuat bila bersatu dengan banyak lidi.
"Saudara-saudara, koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya orang miskin. Tapi, tapi seperti sapu lidi, satu lidi... satu lidi satu lidi satu lidi lemah, tapi bergabung itu kekuatan saudara-saudara sekalian!" kata Prabowo di Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2027).
Menurut Prabowo, masa depan koperasi cerah dan akan segera bangkit. Oleh karena itu, Prabowo meminta rakyat tidak perlu khawatir terhadap koperasi.
"Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia! Kekuatan ekonomi yang tidak akan bawa uang lari dari Indonesia! Benar?" kata Prabowo.
"Saya ingin lihat tampang-tampang koperasi ini. Muka-muka kalian bukan muka orang yang bawa lari uang ke luar negeri itu. Betul!" sambung Prabowo.
Prabowo menyampaikan keinginannya membuat sejahtera warga di desa, terutama mereka yang bermata pencaharian petani dan nelayan. Ia mengaku senang mendapat laporan ada petani yang bisa liburan ke luar negeri.
"Tapi nggak ada masalah, saya dapat laporan sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri, nggak apa-apa, libur boleh. Kapan lagi petani libur ke luar negeri? Sekarang! Karena kita akan buat tani, nelayan, buruh, makmur," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan bahwa ke depan ekonomi Indonesia akan bangkit berawal dari desa, kecamatan, dan kabupaten.
"Dan uangnya akan tinggal di desa, di kecamatan, di kabupaten. Kita akan balikkan, kalau selama ini kekayaan rakyat Indonesia disedot, kita kembalikan sekarang! Ekonomi akan turun ke rakyat," kata Prabowo.