- Presiden Prabowo Subianto mengimbau seluruh elemen bangsa untuk tetap bersatu dan menerima hasil pemilihan umum dengan sikap sportif.
- Prabowo mengecam keras pemimpin yang memprovokasi massa melakukan tindakan anarkis seperti membakar fasilitas umum saat menghadapi kekalahan politik.
- Pada peringatan Hari Koperasi di Jakarta, Minggu (12/7/2026), Prabowo menegaskan bahwa pemimpin provokator akan menerima konsekuensi hukum karma.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto percaya terhadap hukum karma. Pernyataan ini ia tegaskan saat menyorot pihak-pihak yang mengajurkan sikap anarki, semisal membakar.
Prabowo mulanya mengimbau semua unsur untuk bersatu. Ia menegaskan tidak masalah ada perbedaan, baik berbeda partai atau layar belakang lainnya.
Ia lantas menyinggung mengenai pemilihan umum. Menurutnya persaingan dalam pertandingan hal wajar. Hanya saja ketika selesai, semua harus menerima.
"Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Nggak ada masalah, siapa yang menang monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar itu bangsa apa itu?" kata Prabowo di Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-76 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Prabowo kemudian mengkritik sikap sejumlah pemimpin yang kerap menjadi provokator kepada massa untuk melakukan sikap anarkis.
Prabowo menyebut pemimpin yang memiliki sifat demikian sebagai pengkhianat. Prabowo kemudian menyinggung soal hukum karma.
"Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di Republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat, Saudara-saudara sekalian! Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu," kata Prabowo.
Prabowo bercerita sepanjang dirinya mengikuti kontestasi pemilihan presiden dan kalah sebanyak empat kali, ia tidak pernah menganjurkan untuk melakukan anarki dengan bakar-bakar.
"Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah. Gak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo aja nggak," kata Prabowo.
Sebaliknya, Prabowo justru menunjuklan sikap menerima kekalahan dengan hadir langsung pelantikan rivalnya saat itu.
"Saya datang pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat. Bersaing itu baik, pertandingan itu baik, iya kan. Sepak bola ada pertandingan kan ada dua, satu harus menang. Kalau satu kalah masa wasitnya mau digebukin. Ya, persaingan itu biasa, nggak ada masalah ya," tutur Prabowo.