Perang Dimulai Lagi, Amerika Gempur Iran dengan Skala Besar

Pebriansyah Ariefana

Senin, 13 Juli 2026 | 08:12 WIB
Perang Dimulai Lagi, Amerika Gempur Iran dengan Skala Besar
Persediaan Rudal AS disinyalir menipis. (Instagram)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat membombardir pangkalan militer Iran setelah kapal komersial ditembaki di Selat Hormuz.

  • Presiden Donald Trump memerintahkan serangan udara untuk menghentikan ancaman terhadap pelaut sipil.

  • Serangan Iran di akhir pekan berdampak pada kerusakan fasilitas di Kuwait dan Qatar.

Suara.com - Militer Amerika Serikat meluncurkan serangan udara beruntun ke wilayah Iran demi menghentikan ancaman terhadap kapal komersial global. Gempuran ini menandai eskalasi baru konflik bersenjata yang melumpuhkan keamanan jalur perdagangan laut internasional.

Operasi tempur komando Pentagon ini berlangsung lebih lama dari biasanya dan menyasar puluhan target strategis. Gelombang serangan ini menjadi respons langsung atas agresivitas Teheran yang berulang kali mengincar aset asing.

Dikutip dari CNN Internasional, langkah tegas Washington diambil setelah pasukan Garda Revolusi Iran terdeteksi menembaki kapal dagang di Selat Hormuz. Jalur perairan ini sengaja dieksploitasi Teheran untuk memperkuat posisi tawar mereka dalam diplomasi global.

Kapal perang Amerika Serikan USS Miguel Keith (Dok. U.S Navy Photo via Wikipedia)
Kapal perang Amerika Serikan USS Miguel Keith (Dok. U.S Navy Photo via Wikipedia)

Komando Pusat AS menegaskan bahwa operasi militer dimulai sejak hari Minggu pukul 17.00 waktu setempat. Langkah penindakan ini bertujuan memutus kemampuan tempur Iran yang terus mengganggu ketertiban maritim.

Presiden Donald Trump mengambil keputusan cepat dengan menginstruksikan langsung operasi udara berskala besar tersebut. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban mutlak atas tindakan sewenang-wenang Teheran.

US Central Command menyatakan pasukan mulai meluncurkan serangan terhadap Iran pada jam 5 sore ET hari Minggu untuk terus mendegradasi kemampuan mereka menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang transit secara bebas di Selat Hormuz.

Pernyataan resmi tersebut mempertegas posisi Pentagon dalam mengamankan jalur pelayaran komersial dunia dari gangguan bersenjata. Fokus utama operasi ini adalah melemahkan infrastruktur militer yang digunakan untuk menyerang kapal sipil.

Central Command mengatakan Presiden Donald Trump mengarahkan serangan tersebut untuk menuntut pertanggungjawaban pasukan Iran.

Perintah eksekutif ini memicu pergeseran konfrontasi di Timur Tengah menjadi konflik terbuka yang kian memanas. Baku tembak di koridor laut strategis kini memperburuk hubungan diplomatik kedua negara yang sudah retak.

baca juga

Sebelum serangan balasan AS jatuh, Teheran lebih dahulu membombardir sejumlah pangkalan militer Washington di kawasan tersebut. Aksi saling balas ini memicu kepanikan massal di wilayah perbatasan negara-negara tetangga.

Negara-negara sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah turut melaporkan adanya kerusakan akibat serangan udara Iran. Beberapa wilayah kedaulatan mereka menjadi sasaran proyektil dan rudal sepanjang akhir pekan lalu.

Pemerintah Kuwait mengonfirmasi bahwa hantaman roket mengenai pos-pos penjagaan perbatasan mereka dengan sangat telak. Fasilitas pengeboran minyak lepas pantai milik Kuwait juga mengalami kerusakan serius akibat insiden ini.

Otoritas Qatar melaporkan adanya korban luka-luka akibat serpihan ledakan rudal yang berhasil dicegat di udara. Ketegangan militer ini memaksa sistem pertahanan udara di seluruh kawasan Teluk beroperasi penuh.

Negara Oman, Yordania, dan Uni Emirat Arab juga mendeteksi adanya aktivitas tembakan yang melintasi ruang udara mereka. Situasi ini memicu alarm kewaspadaan tinggi bagi maskapai penerbangan sipil dunia.

Konfrontasi bersenjata di Selat Hormuz berakar dari buntunya negosiasi pembatasan nuklir dan sanksi ekonomi global. Iran kerap memanfaatkan ancaman pemblokiran jalur minyak dunia ini sebagai senjata diplomasi utama mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Meroket Menyusul Serangan Udara Beruntun Antara Militer AS dan Iran

Harga Minyak Dunia Meroket Menyusul Serangan Udara Beruntun Antara Militer AS dan Iran

News | Senin, 13 Juli 2026 | 07:57 WIB

Pangkalan Militer AS di Teluk Jadi Sasaran Serangan Rudal dari Pasukan Iran, Selat Hormuz Ditutup

Pangkalan Militer AS di Teluk Jadi Sasaran Serangan Rudal dari Pasukan Iran, Selat Hormuz Ditutup

News | Senin, 13 Juli 2026 | 07:29 WIB

Harga Minyak Naik 3 Persen Imbas Perang Iran-AS Kembali Memanas

Harga Minyak Naik 3 Persen Imbas Perang Iran-AS Kembali Memanas

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:22 WIB

Terkini

Karhutla Menggila di Kalteng, 7.634 Hektare Lahan Terbakar

Karhutla Menggila di Kalteng, 7.634 Hektare Lahan Terbakar

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Nasaruddin Umar Tak Jadi Calon Ketum PBNU, Pilih Fokus Jalankan Tugas sebagai Menag

Nasaruddin Umar Tak Jadi Calon Ketum PBNU, Pilih Fokus Jalankan Tugas sebagai Menag

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 06:56 WIB

Tersedia Anggaran Rp515 Miliar, Perbaikan Sektor Pertanian di Aceh Pasca-Bencana Diminta Dikebut

Tersedia Anggaran Rp515 Miliar, Perbaikan Sektor Pertanian di Aceh Pasca-Bencana Diminta Dikebut

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 06:49 WIB

4 Shio Paling Beruntung 28 Agustus 2026, Kehidupan Terasa Lebih Mudah Mulai Hari Ini

4 Shio Paling Beruntung 28 Agustus 2026, Kehidupan Terasa Lebih Mudah Mulai Hari Ini

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Kericuhan Pecah di Malam Hari Usai Demo 27 Agustus

Kericuhan Pecah di Malam Hari Usai Demo 27 Agustus

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

×