AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

M Nurhadi

Minggu, 12 Juli 2026 | 23:31 WIB
AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS
Kapal-kapal di Selat Hormuz dekat pantai Bandar Abbas, Iran, pada Juni. [West Asia News Agency/via Reuters]
baca 10 detik
  • Militer Amerika Serikat menyerang 140 target militer Iran pada 12 Juli 2026 sebagai balasan atas serangan kapal di Selat Hormuz.
  • Iran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal dan drone ke lima negara mitra Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
  • Eskalasi konflik ini mengancam gencatan senjata serta memicu kenaikan harga minyak dunia akibat ketidakpastian jalur logistik Selat Hormuz.

Suara.com - Situasi di Timur Tengah berada di ambang perang terbuka setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara besar-Besaran ke wilayah Iran pada Minggu dini hari (12/7/2026).

Langkah agresif ini diambil Washington sebagai respon atas serangan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terhadap sebuah kapal kontainer berbendera Siprus di Selat Hormuz, yang menyebabkan kapal terbakar hebat dan satu awak kapal asal India dinyatakan hilang.

Konflik bersenjata ini meletus tepat di tengah masa krusial 60 hari kesepakatan gencatan senjata interim, yang awalnya dirancang untuk mengakhiri perang yang telah diinisiasi AS dan Israel sejak 28 Februari lalu. Dengan eskalasi ini, masa depan negosiasi permanen berada di ujung tanduk.

AS Bombardir 140 Target, Iran Balas Hantam 5 Negara Mitra

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi telah menggempur sekitar 140 target strategis di Iran, termasuk situs peluncuran rudal dan drone, gudang amunisi, serta pusat komunikasi militer. Serangan ini dilaporkan jauh lebih masif dibandingkan operasi hari-hari sebelumnya.

"Kami membombardir mereka habis-habisan tadi malam," ujar Presiden AS Donald Trump dalam program Meet the Press di stasiun televisi NBC.

Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah negara Timur Tengah yang menampung pangkalan militer AS, yaitu Bahrain, Kuwait, Qatar, Yordania, dan Oman. Teheran bersikeras bahwa mereka memegang kendali penuh atas Selat Hormuz dan berhak memungut tarif bagi kapal yang melintas.

"Era kesepakatan sepihak sudah BERAKHIR. Kami sudah katakan: tepati janji Anda atau bayar harganya. Realitas kini sedang mengetuk pintu," tegas Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Bagher Qalibaf, melalui akun resminya.

Dampak dari serangan balasan Iran menyebar ke berbagai negara Teluk:

baca juga
  • Qatar: Militer setempat berhasil mencegat serangan udara Iran. Serpihan intersepsi melukai tiga orang, termasuk seorang anak.
  • Bahrain & Kuwait: Sirene bahaya udara aktif berdengung seiring upaya militer mencegat proyektil yang datang.
  • Yordania: Tiga rudal Iran dilaporkan jatuh dan menimbulkan kerusakan minor tanpa korban jiwa.
  • Oman: Mengalami serangan drone di wilayah perairan perbatasan. Untuk pertama kalinya sejak perang pecah, Oman memanggil Kedutaan Besar Iran guna melayangkan protes keras atas tindakan yang mereka sebut "tidak bertanggung jawab".

Di jalur pelayaran, otoritas maritim Oman berhasil menyelamatkan 23 kru dari kapal kontainer M/V GFS Galaxy yang diserang Iran. Namun, Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi satu warganya masih hilang dan tengah dicari dalam operasi penyelamatan terpadu.

Status Selat Hormuz Simpang Siur, Harga Minyak Dunia Intai US$90

Klaim sepihak membingungkan terjadi terkait jalur logistik global ini. Iran menyatakan Selat Hormuz resmi ditutup total hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Namun, Presiden Trump dan Pentagon membantah hal tersebut dan menegaskan jalur internasional itu tetap dibuka secara aman.

Meski navigasi harian dilaporkan menurun drastis dari angka normal 140 kapal per hari sebelum perang, sebanyak 22 dari 24 kapal milik perusahaan pelayaran domestik Indonesia yang sempat tertahan sejak krisis Februari dilaporkan telah berhasil keluar dari selat tersebut.

Sebelum perang, Selat Hormuz mengalirkan seperlima dari total pasokan minyak dan LNG dunia. Akibat insiden terbaru ini, pasar energi global kembali bergejolak.

Harga minyak mentah Brent dan WTI yang sempat merosot ke level US$60–US$70 per barel pasca-kesepakatan bulan lalu, kini merangkak naik masing-masing ke angka US$76,01 dan US$71,41 per barel. Para analis memproyeksikan dalam skenario terburuk, harga minyak mentah dunia bisa kembali melonjak ke level US$80–US$90 per barel pada pekan depan.

Meskipun Trump sempat memberi sinyal bahwa kesepakatan damai telah "berakhir", sejumlah negara mediator seperti Pakistan, Qatar, dan Mesir terus bergerak cepat melakukan diplomasi di balik layar.

Menteri Luar Negeri Pakistan dilaporkan telah menghubungi diplomat tertinggi Iran guna mendesak terjadinya deeskalasi militer dari kedua belah pihak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:07 WIB

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:46 WIB

Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan

Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 09:41 WIB

Amerika Serikat Balas Serangan ke Iran, Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz

Amerika Serikat Balas Serangan ke Iran, Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 09:25 WIB

Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai

Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:00 WIB

Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan

Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:04 WIB

Terkini

KPK Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor

KPK Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Design dan Object di IDD, Saat Kursi hingga Cangkir Jadi Bagian Penting Sebuah Ruang

Design dan Object di IDD, Saat Kursi hingga Cangkir Jadi Bagian Penting Sebuah Ruang

Jakarta | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:36 WIB

99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun

99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun

Sumsel | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:30 WIB

CCTV Dirusak Massa Aksi DPR, Pemprov DKI Bakal Bawa ke Jalur Pidana

CCTV Dirusak Massa Aksi DPR, Pemprov DKI Bakal Bawa ke Jalur Pidana

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:16 WIB

BRI Turut Salurkan Bantuan Bahan Pangan untuk Korban Kebakaran di Desa Adat Sade

BRI Turut Salurkan Bantuan Bahan Pangan untuk Korban Kebakaran di Desa Adat Sade

Bri | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:14 WIB

Ditolak Hakim, Febri Diansyah: Praperadilan Bukan Sekadar Soal Menang atau Kalah

Ditolak Hakim, Febri Diansyah: Praperadilan Bukan Sekadar Soal Menang atau Kalah

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Mau Renovasi Rumah? Kartu Kredit BRI Kasih Diskon 5 Persen di Mitra10 Sepanjang 2026!

Mau Renovasi Rumah? Kartu Kredit BRI Kasih Diskon 5 Persen di Mitra10 Sepanjang 2026!

Bri | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Bangladesh Pede Main di FIFA ASEAN Cup, Sang Pelatih Pernah Bikin Timnas Indonesia Malu

Bangladesh Pede Main di FIFA ASEAN Cup, Sang Pelatih Pernah Bikin Timnas Indonesia Malu

Bola | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:56 WIB

Timnas Indonesia Gabung di Grup A Piala Asia U-17 2027, Lawannya Ngeri-ngeri Sedap

Timnas Indonesia Gabung di Grup A Piala Asia U-17 2027, Lawannya Ngeri-ngeri Sedap

Bola | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:56 WIB

Administrasi Penyidikan Jadi Masalah, Pengacara Febrie Adriansyah: Menyangkut Nasib Orang

Administrasi Penyidikan Jadi Masalah, Pengacara Febrie Adriansyah: Menyangkut Nasib Orang

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×