Usai Dicek FBI, Don Ritto Berikut Tumpukan Emas dan Dolar Dilimpahkan ke Kejagung Besok!

Muhamad Yasir

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:40 WIB
Usai Dicek FBI, Don Ritto Berikut Tumpukan Emas dan Dolar Dilimpahkan ke Kejagung Besok!
Kolase foto Don Ritto dan mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya akan melimpahkan tersangka Don Ritto beserta barang bukti ke Kejaksaan Agung pada Jumat, 17 Juli 2026.
  • Pelimpahan dilakukan sebagai tindak lanjut pengalihan penanganan tiga perkara korupsi dari Kortastipidkor Polri kepada Kejaksaan Agung.
  • Penyidik menyita barang bukti berupa uang tunai dan 74 kilogram emas batangan dari 13 lokasi berbeda di Jakarta dan Bogor.

Suara.com - Penyidikan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat tersangka Don Ritto memasuki babak baru. Polda Metro Jaya memastikan Don Ritto bersama seluruh barang bukti berupa uang tunai dan emas batangan akan dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat (17/7/2026).

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon mengatakan pelimpahan dilakukan bersamaan dengan barang bukti yang sebelumnya telah disita penyidik.

"DR akan dilimpahkan Jumat, bersama barang bukti uang dan emas yang sudah kami sita," kata Victor kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).

Pelimpahan tersebut menjadi tindak lanjut setelah penanganan tiga perkara dugaan korupsi yang menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dialihkan dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri ke Kejaksaan Agung.

Barang bukti emas dan tumpukan dolar. [Suara.com/Adiyoga]
Barang bukti emas dan tumpukan dolar. [Suara.com/Adiyoga]

Bangun Pelabuhan

Kuasa hukum Don Ritto, Handika Hanggowongso, sebelumnya membantah uang sitaan polisi berasal dari tindak pidana korupsi.

Ia mengklaim uang puluhan miliar rupiah yang ditemukan di Cafe de'Clan Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, merupakan dana investasi milik kliennya bersama seorang pengusaha untuk pembangunan pelabuhan di Kalimantan Timur.

Handika juga membenarkan bahwa Cafe de'Clan dan Koin Money Changer merupakan milik Don Ritto. Menurutnya, uang tersebut tidak berkaitan dengan tiga perkara dugaan korupsi yang kini menjerat Don Ritto dan Febrie.

Ia menyebut dana tersebut bukan berasal dari dugaan pemerasan terhadap saksi dan tersangka kasus PT Asabri, penyelesaian utang anak usaha PT Krakatau Steel, maupun dugaan korupsi tata kelola pengadaan batu bara PLN.

baca juga

Meski mengaku uang itu merupakan dana kerja sama investasi dengan seorang pengusaha, Handika menolak mengungkap identitas pihak tersebut kepada publik.

Sebelum perkara dilimpahkan, penyidik juga telah melakukan serangkaian verifikasi terhadap barang bukti. Bahkan, Federal Bureau of Investigation (FBI) dan United States Secret Service (USSS) didatangkan ke Polda Metro Jaya untuk memeriksa keaslian dolar Amerika Serikat yang disita dalam perkara tersebut.

Selain FBI dan Secret Service, penyidik turut menggandeng Kedutaan Besar Amerika Serikat, Kedutaan Besar Singapura, Bank Indonesia, dan PT Pegadaian untuk menguji keaslian mata uang asing serta 74 kilogram emas batangan yang menjadi barang bukti.

Seluruh barang bukti itu disita dari sedikitnya 13 lokasi di Jakarta Selatan dan Kabupaten Bogor.

Dari Cafe de'Clan, penyidik menyita uang tunai sekitar Rp60 miliar, dokumen, dan telepon genggam. Kemudian dari Koin Money Changer, polisi mengamankan 16 jenis mata uang asing senilai sekitar Rp7,2 miliar.

Sementara dari rumah Febrie di Sentul, penyidik menyita 74 kilogram emas batangan, uang tunai dalam berbagai mata uang asing dan rupiah yang nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp476 miliar, serta sejumlah dokumen dan barang elektronik.

Dalam perkara ini, Kortastipidkor Polri telah menetapkan Febrie dan Don Ritto sebagai tersangka. Penanganan tiga perkara tersebut kini resmi dilanjutkan oleh Kejaksaan Agung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komjak Wanti-wanti Jaksa di Kasus Febrie Adriansyah, Jangan Lembek Meski Lawan Kolega

Komjak Wanti-wanti Jaksa di Kasus Febrie Adriansyah, Jangan Lembek Meski Lawan Kolega

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 20:19 WIB

ICW Cium Gelagat Kasus Eks Jampidsus Bakal Berhenti di Tengah Jalan: Sulit Lacak Aktor Besar

ICW Cium Gelagat Kasus Eks Jampidsus Bakal Berhenti di Tengah Jalan: Sulit Lacak Aktor Besar

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:56 WIB

Bukan Orang Pidsus! Kejagung Pilih 9 Jaksa Eks KPK untuk Garap Kasus Febrie Adriansyah

Bukan Orang Pidsus! Kejagung Pilih 9 Jaksa Eks KPK untuk Garap Kasus Febrie Adriansyah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:07 WIB

Terkini

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 16:48 WIB

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir

Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 16:46 WIB

Langkah Kecil Gen Z Mengubah Limbah Jadi Nilai Tambah

Langkah Kecil Gen Z Mengubah Limbah Jadi Nilai Tambah

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:45 WIB

Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir

Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 16:44 WIB

5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari

5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 16:44 WIB

×