-
Militer Israel melarang kumandang azan dan pelaksanaan ibadah salat Subuh berjamaah di Betlehem.
-
Jemaah masjid Desa Husan diusir paksa menggunakan tembakan granat kejut dan gas air mata.
-
Akses menuju Desa Al Arqoub ditutup total bersamaan dengan aksi kekerasan terhadap warga.
Suara.com - Pasukan militer Israel secara paksa menghentikan kumandang azan dan membubarkan ibadah salat Subuh berjamaah di wilayah Betlehem barat. Aksi represif zionis ini menyasar sebuah masjid di Desa Husan pada Sabtu dini hari.
Tekanan di tempat ibadah memuncak saat tentara bersenjata merangsek masuk dan memaksa seluruh jemaah yang hadir untuk segera meninggalkan lokasi. Tindakan sepihak ini mencederai kebebasan beribadah warga Palestina di tengah konflik yang terus memanas.
Laporan dari koresponden Kantor Berita WAFA mengonfirmasi adanya tindak kekerasan fisik dalam peristiwa tersebut.
"zionis juga memaksa para jama'ah untuk keluar dari masjid," ungkap sumber keamanan setempat, dikutip dari WAFA, Minggu (19/7/2026).
Ketegangan di area suci tersebut meningkat setelah infanteri Israel melakukan penyergapan mendadak ke dalam bangunan masjid. Pihak militer langsung mengusir paksa masyarakat lokal yang hendak menunaikan kewajiban agamanya.
Situasi kian mencekam ketika aparat keamanan Israel mulai melepaskan tembakan granat kejut ke arah kerumunan massa. Tidak hanya itu, tembakan gas air mata juga diarahkan langsung kepada para jemaah untuk membubarkan barisan.
Pascainsiden di tempat ibadah, tentara Israel memperluas operasi pembatasan ruang gerak secara masif di wilayah barat daya Betlehem. Seluruh gerbang utama dan pintu masuk yang mengarah ke Desa Al Arqoub kini ditutup total.
Langkah penutupan jalur transportasi ini mengisolasi penduduk setempat dari wilayah luar dan melumpuhkan aktivitas ekonomi warga. Blokade ketat ini memicu protes keras dari komunitas lokal yang terjebak di dalam desa.
Aksi kekerasan oleh tentara Israel di pos penjagaan juga dilaporkan menimpa seorang warga sipil asal Nahalin. Korban mendapat tindakan represif saat mencoba melewati gerbang pembatas utama provinsi.

Pintu perlintasan yang menjadi target insiden tersebut merupakan jalur vital yang memisahkan Betlehem dari wilayah administrasi lainnya. Kekerasan di pos pemeriksaan ini semakin memperpanjang daftar pelanggaran hak asasi di wilayah pendudukan.
Ketegangan di Desa Husan dan sekitarnya merupakan bagian dari rentetan panjang kontrol keamanan ketat Israel di Tepi Barat. Wilayah Betlehem barat sering kali menjadi titik panas gesekan akibat perluasan permukiman ilegal dan pembatasan gerak warga Palestina.
Intervensi terhadap aktivitas ibadah di masjid-masjid lokal kerap memicu eskalasi protes yang lebih luas di tingkat internasional. Penutupan akses desa seperti Al Arqoub menjadi strategi reguler militer untuk menekan mobilitas penentangan di wilayah pendudukan.