Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:01 WIB
Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan
Seorang ibu di Australia berhasil melahirkan bayi kembar empat identik alami yang sangat langka. (BBC)
baca 10 detik
  • Seorang ibu di Australia melahirkan bayi kembar empat identik alami dari satu plasenta.

  • Persalinan sukses dilakukan melalui operasi sesar pada usia kehamilan 28 minggu empat hari.

  • Seluruh bayi dan sang ibu selamat tanpa komplikasi meskipun tergolong kehamilan sangat berisiko.

Suara.com - Kelahiran bayi kembar empat perempuan identik secara alami mengguncang dunia medis internasional karena tingkat kelangkaannya yang luar biasa di dunia.

Peristiwa langka ini membuktikan keajaiban medis saat seorang ibu berhasil melewati masa kehamilan yang sangat berisiko tinggi tanpa komplikasi.

Pasangan suami istri Jenitar Na'amoana dan Jortham tidak pernah membayangkan bakal menambah empat anggota keluarga baru sekaligus.

Seorang ibu di Australia berhasil melahirkan bayi kembar empat identik alami yang sangat langka. (BBC)
Seorang ibu di Australia berhasil melahirkan bayi kembar empat identik alami yang sangat langka. (BBC)

Ibu berusia 34 tahun tersebut melahirkan seluruh buah hatinya melalui operasi sesar pada usia kehamilan 28 minggu empat hari.

Keempat bayi perempuan ini berasal dari satu sel telur yang membelah menjadi empat embrio terpisah.

Tim medis Royal Brisbane and Women's Hospital menyambut gembira keberhasilan persalinan yang tergolong langka dalam sejarah medis tersebut.

Dokter spesialis kedokteran maternal janin dan kebidanan, Dr Alexa Bendall, menyebut fenomena ini terjadi satu berbanding 15 juta kehamilan.

Kondisi keempat janin yang berbagi satu plasenta membuat penanganan medis menjadi jauh lebih rumit dan penuh risiko.

"Kami selalu mengatakan bahwa jika kami bisa membawanya hingga 28 minggu, kami sudah melakukan tugas dengan baik," ujar Dr Alexa Bendall dikutip dari BBC.

baca juga

Penanganan ketat dimulai sejak usia kehamilan memasuki minggu ke-25 agar pemantauan kesehatan ibu dan janin bisa dilakukan secara intensif.

"Jadi fakta bahwa kami mendapatkan empat bayi yang cantik dan sehat lahir pada usia 28 minggu empat hari adalah hal yang luar biasa dan kami sangat bahagia menjadi bagian darinya," tambah Bendall.

Sikap tenang sang ibu selama menjalani perawatan intensif menjadi kunci utama keberhasilan persalinan berisiko tinggi ini.

"Jenitar telah menghadapi segalanya dengan tenang sejak hari pertama... dia entah bagaimana berhasil menghindari setiap komplikasi dan risiko, baik untuk dirinya sendiri maupun bayi-bayinya," kata Bendall.

Sebagai bentuk rasa terima kasih, pasangan ini menyematkan nama sang dokter kepada salah satu putri kecil mereka.

Keempat bayi mungil tersebut diberi nama Emily, Harriet, Catherine, serta Alexa yang diambil dari nama Dr Alexa Bendall.

Dr Alexa Bendall menganggap pemberian nama tersebut sebagai "sebuah penghormatan yang indah" atas kerja keras seluruh tim medis.

Saat ini seluruh bayi masih berada dalam ruang perawatan intensif neonatal (NICU) hingga pertumbuhan mereka mencapai usia cukup bulan.

Kondisi kesehatan seluruh bayi dilaporkan stabil dan berkembang sangat baik di bawah pengawasan ketat tim medis.

Kelahiran ini membuat keluarga Jenitar dan Jortham kini memiliki total delapan anak yang masih berusia sangat muda.

Anak-anak mereka sebelumnya masih berada pada rentang usia satu hingga sepuluh tahun.

Tantangan nyata merawat empat bayi baru lahir secara bersamaan mendorong sang ibu menggalang bantuan dana daring untuk membeli mobil operasional keluarga.

"Empat keajaiban berharga kami telah tiba dengan selamat, dan meskipun hati kami melimpah dengan rasa syukur, realitas merawat empat bayi baru lahir sekaligus membawa tantangan yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya," tulis Na'amoana.

Penggalangan dana tersebut telah berhasil mengumpulkan lebih dari A$37.000 untuk membeli kendaraan berkapasitas minimal 10 kursi.

Secara umum, peluang terjadinya kehamilan kembar empat yang dikandung secara alami berkisar satu berbanding 700.000 kelahiran.

Namun, kasus pembelahan satu sel telur menjadi empat embrio yang berbagi satu plasenta merupakan fenomena yang sangat jauh lebih langka.

Kondisi monozygotic quadruplets dengan satu plasenta menuntut perhatian medis ekstrem karena tingginya risiko pasokan nutrisi yang tidak merata antarjanin.

Keberhasilan penanganan kasus di Australia ini menjadi rekor medis baru dalam menyelamatkan ibu dan empat bayi kembar secara utuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Piala Dunia 2026: Akhir Perjalanan Wakil Asia dan Pergantian Kiper yang Terasa Sangat Menyakitkan

Piala Dunia 2026: Akhir Perjalanan Wakil Asia dan Pergantian Kiper yang Terasa Sangat Menyakitkan

Your Say | Senin, 06 Juli 2026 | 09:32 WIB

Mohamed Salah Menangis Haru, Mesir Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti

Mohamed Salah Menangis Haru, Mesir Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti

Your Say | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:25 WIB

Australia Kandas, Sepak Bola Asia Kian Alami Keterpurukan di Piala Dunia!

Australia Kandas, Sepak Bola Asia Kian Alami Keterpurukan di Piala Dunia!

Your Say | Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:10 WIB

Terkini

Kenapa Pindah ke Transportasi Umum Itu Investasi Buat Bumi?

Kenapa Pindah ke Transportasi Umum Itu Investasi Buat Bumi?

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:06 WIB

Cara JHL Auto Jaga Loyalitas Konsumen BAIC Melalui Wadah Komunitas Eksklusif

Cara JHL Auto Jaga Loyalitas Konsumen BAIC Melalui Wadah Komunitas Eksklusif

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:05 WIB

Golkar Pertanyakan Efektivitas Kabinet Bayangan, Sarmuji: Siapa yang Menindaklanjuti?

Golkar Pertanyakan Efektivitas Kabinet Bayangan, Sarmuji: Siapa yang Menindaklanjuti?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:01 WIB

Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan

Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:01 WIB

Membaca Ways to Live Forever: Bagaimana Anak Kecil Melihat Sebuah Kematian?

Membaca Ways to Live Forever: Bagaimana Anak Kecil Melihat Sebuah Kematian?

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:00 WIB

KPK Bongkar Dugaan Suap Bupati Lombok Barat, Ada Alphard Rp 1,2 Miliar dan Sepatu Hermes

KPK Bongkar Dugaan Suap Bupati Lombok Barat, Ada Alphard Rp 1,2 Miliar dan Sepatu Hermes

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:00 WIB

Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri

Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:58 WIB

Bolehkah Facial saat Ada Jerawat? Ketahui Kondisi yang Perlu Dihindari

Bolehkah Facial saat Ada Jerawat? Ketahui Kondisi yang Perlu Dihindari

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:58 WIB

Pemerintah Akan Rampungkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Yang Jadi Baru 65

Pemerintah Akan Rampungkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Yang Jadi Baru 65

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:54 WIB

Harga Sawit Riau Menguat Kembali, Mitra Swadaya Tembus Rp3.846 per Kg

Harga Sawit Riau Menguat Kembali, Mitra Swadaya Tembus Rp3.846 per Kg

Riau | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:54 WIB

×