-
Seorang ibu di Australia melahirkan bayi kembar empat identik alami dari satu plasenta.
-
Persalinan sukses dilakukan melalui operasi sesar pada usia kehamilan 28 minggu empat hari.
-
Seluruh bayi dan sang ibu selamat tanpa komplikasi meskipun tergolong kehamilan sangat berisiko.
Suara.com - Kelahiran bayi kembar empat perempuan identik secara alami mengguncang dunia medis internasional karena tingkat kelangkaannya yang luar biasa di dunia.
Peristiwa langka ini membuktikan keajaiban medis saat seorang ibu berhasil melewati masa kehamilan yang sangat berisiko tinggi tanpa komplikasi.
Pasangan suami istri Jenitar Na'amoana dan Jortham tidak pernah membayangkan bakal menambah empat anggota keluarga baru sekaligus.

Ibu berusia 34 tahun tersebut melahirkan seluruh buah hatinya melalui operasi sesar pada usia kehamilan 28 minggu empat hari.
Keempat bayi perempuan ini berasal dari satu sel telur yang membelah menjadi empat embrio terpisah.
Tim medis Royal Brisbane and Women's Hospital menyambut gembira keberhasilan persalinan yang tergolong langka dalam sejarah medis tersebut.
Dokter spesialis kedokteran maternal janin dan kebidanan, Dr Alexa Bendall, menyebut fenomena ini terjadi satu berbanding 15 juta kehamilan.
Kondisi keempat janin yang berbagi satu plasenta membuat penanganan medis menjadi jauh lebih rumit dan penuh risiko.
"Kami selalu mengatakan bahwa jika kami bisa membawanya hingga 28 minggu, kami sudah melakukan tugas dengan baik," ujar Dr Alexa Bendall dikutip dari BBC.
Penanganan ketat dimulai sejak usia kehamilan memasuki minggu ke-25 agar pemantauan kesehatan ibu dan janin bisa dilakukan secara intensif.
"Jadi fakta bahwa kami mendapatkan empat bayi yang cantik dan sehat lahir pada usia 28 minggu empat hari adalah hal yang luar biasa dan kami sangat bahagia menjadi bagian darinya," tambah Bendall.
Sikap tenang sang ibu selama menjalani perawatan intensif menjadi kunci utama keberhasilan persalinan berisiko tinggi ini.
"Jenitar telah menghadapi segalanya dengan tenang sejak hari pertama... dia entah bagaimana berhasil menghindari setiap komplikasi dan risiko, baik untuk dirinya sendiri maupun bayi-bayinya," kata Bendall.
Sebagai bentuk rasa terima kasih, pasangan ini menyematkan nama sang dokter kepada salah satu putri kecil mereka.
Keempat bayi mungil tersebut diberi nama Emily, Harriet, Catherine, serta Alexa yang diambil dari nama Dr Alexa Bendall.
Dr Alexa Bendall menganggap pemberian nama tersebut sebagai "sebuah penghormatan yang indah" atas kerja keras seluruh tim medis.
Saat ini seluruh bayi masih berada dalam ruang perawatan intensif neonatal (NICU) hingga pertumbuhan mereka mencapai usia cukup bulan.
Kondisi kesehatan seluruh bayi dilaporkan stabil dan berkembang sangat baik di bawah pengawasan ketat tim medis.
Kelahiran ini membuat keluarga Jenitar dan Jortham kini memiliki total delapan anak yang masih berusia sangat muda.
Anak-anak mereka sebelumnya masih berada pada rentang usia satu hingga sepuluh tahun.
Tantangan nyata merawat empat bayi baru lahir secara bersamaan mendorong sang ibu menggalang bantuan dana daring untuk membeli mobil operasional keluarga.
"Empat keajaiban berharga kami telah tiba dengan selamat, dan meskipun hati kami melimpah dengan rasa syukur, realitas merawat empat bayi baru lahir sekaligus membawa tantangan yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya," tulis Na'amoana.
Penggalangan dana tersebut telah berhasil mengumpulkan lebih dari A$37.000 untuk membeli kendaraan berkapasitas minimal 10 kursi.
Secara umum, peluang terjadinya kehamilan kembar empat yang dikandung secara alami berkisar satu berbanding 700.000 kelahiran.
Namun, kasus pembelahan satu sel telur menjadi empat embrio yang berbagi satu plasenta merupakan fenomena yang sangat jauh lebih langka.
Kondisi monozygotic quadruplets dengan satu plasenta menuntut perhatian medis ekstrem karena tingginya risiko pasokan nutrisi yang tidak merata antarjanin.
Keberhasilan penanganan kasus di Australia ini menjadi rekor medis baru dalam menyelamatkan ibu dan empat bayi kembar secara utuh.