Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Dicky Prastya

Rabu, 16 September 2026 | 08:57 WIB
Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik
Ilustrasi keanekaragaman hayati.
baca 10 detik
  • PT Weda Bay Nickel memperluas jaringan pemantauan keanekaragaman hayati dari enam menjadi 40 titik di Halmahera, Maluku Utara.
  • Kolaborasi bersama Universitas Khairun sejak 2026 berhasil memverifikasi ratusan spesies tumbuhan serta puluhan spesies fauna yang dilindungi.
  • Data pemantauan digunakan sebagai dasar penyusunan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati guna mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Suara.com - Pelestarian ekosistem di wilayah Halmahera, Maluku Utara, terus ditingkatkan melalui perluasan jaringan pemantauan keanekaragaman hayati. Dari yang semula hanya enam titik, kini riset dan pengawasan lapangan telah menjangkau 40 titik untuk memastikan keberlanjutan flora serta fauna endemik kawasan Wallacea tersebut.

Hal ini dilakukan oleh PT Weda Bay Nickel (WBN) sebagai upaya untuk memastikan keberadaan flora dan fauna serta kondisi ekosistem dapat dipantau secara berkala sebagai dasar pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Senior Rehabilitation Superintendent Weda Bay Nickel, Fitri Rahmadani Ritonga menyatakan, pemantauan ini bukan sekadar mencatat dan memenuhi kewajiban, tetapi menyediakan dasar untuk mengambil keputusan pengelolaan dan pengembangan.

"Ketika kami melakukan pemantauan dan mendapatkan hasil area mana yang memiliki nilai biodiversitas lebih tinggi, data tersebut menjadi pertimbangan dalam perencanaan pengembangan program keanekaragaman hayati serta pengelolaan lingkungan yang juga tertuang dalam dokumen Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati di Weda Bay Nickel," katanya, Rabu (16/9/2026).

Fitri menegaskan komitmen tersebut dituangkan melalui Kebijakan Keanekaragaman Hayati yang menjadi landasan WBN dalam menerapkan operasional berkelanjutan melalui perlindungan lingkungan, reklamasi lahan, restorasi habitat, pengelolaan keanekaragaman hayati serta pemenuhan regulasi lingkungan yang berlaku.

Pemantauan dilakukan dengan menggabungkan pengamatan langsung dan penggunaan camera trap. Dalam Rencana Aksi dan Strategi Keanekaragaman Hayati, WBN mencatat pemantauan reguler dilakukan secara berkala dengan interval mingguan pada area yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi.

Pemantauan tersebut juga diperkuat melalui kajian jangka panjang. Identifikasi spesies di wilayah proyek dilakukan pada periode 2001-2008 dan dilanjutkan melalui survei pada 2010-2014.

Kajian tersebut mengidentifikasi keanekaragaman hayati, menyediakan data spesies flora untuk mendukung reklamasi lahan, serta mengidentifikasi komponen flora yang memiliki nilai ekonomi maupun ekologis.

Penguatan pemantauan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Universitas Khairun. Peneliti dan Dosen Universitas Khairun M. Natsir Tamalene mengatakan, pemantauan flora dan fauna bersama WBN telah berlangsung sekitar empat tahun. Jumlah titik pemantauan bahkan berkembang dari 6 titik menjadi 40 titik.

baca juga

“Halmahera berada di kawasan Wallacea, wilayah peralihan dengan tingkat endemisitas yang tinggi dan sebaran sejumlah spesies yang terbatas secara geografis. Karena itu, pemantauan yang dilakukan secara berulang dan di berbagai titik penting untuk melihat perubahan kondisi keanekaragaman hayati dari waktu ke waktu, bukan hanya memperoleh gambaran pada satu periode tertentu,” ujar Natsir.

Dari pemantauan tersebut, tim peneliti telah memverifikasi sekitar 249 spesies tumbuhan. Sebanyak 81,1 persen masuk kategori umum, 8,8 persen merupakan endemik lokal, 5,6 persen memiliki persebaran regional hingga Papua, sementara 1,2 persen tersebar antar kawasan hingga Filipina. Dari sisi habitat, sekitar 63 persen spesies ditemukan pada habitat primer.

Untuk fauna, pemantauan mengidentifikasi 53 spesies burung, 28 serangga, delapan mamalia, delapan amfibi, empat fauna tanah, serta tiga reptil. Terdapat pula 35 trigger species fauna dan 18 spesies yang dilindungi pemerintah Indonesia.

Menurut Natsir, metode pemantauan disesuaikan dengan karakteristik setiap kelompok fauna. Burung diamati melalui perjumpaan langsung dan suara, mamalia antara lain dipantau menggunakan camera trap, sedangkan kelelawar, reptil, mamalia kecil, hingga fauna malam menggunakan metode dan perangkap yang sesuai.

WBN kemudian memperkuat basis data melalui Critical Habitat Assessment (CHA), yang mencakup survei terhadap 146 spesies target dalam kategori Critically Endangered, Endangered, Vulnerable, serta spesies yang dilindungi pemerintah Indonesia.

Hasil kajian mengidentifikasi 111 spesies sebagai pemicu habitat kritis dan menjadi salah satu dasar penyusunan Biodiversity Action Plan.

Natsir menjelaskan tidak semua spesies memiliki kemampuan yang sama dalam merespons perubahan kondisi habitatnya.

"Bagi satwa liar, kerusakan habitat tidak selalu memungkinkan mereka untuk berpindah. Fauna dengan pergerakan terbatas yang bergantung pada koridor ekologis atau pohon bertengger sangat rentan terhadap kehilangan dan fragmentasi habitat. Demikian pula, tumbuhan dengan sebaran geografis terbatas atau bergantung pada kondisi habitat tertentu sangat rentan ketika habitatnya hilang," katanya.

Hasil pemantauan dan kajian habitat digunakan untuk mengidentifikasi area dengan nilai biodiversitas tinggi serta mendukung perencanaan area preservasi di wilayah operasional perusahaan.

Di tingkat operasional, ketentuan perlindungan satwa berlaku bagi seluruh pekerja dan mitra kerja Weda Bay Nickel, termasuk larangan menangkap dan memperdagangkan satwa liar.

Langkah mitigasi juga diterapkan melalui prosedur pengelolaan kegiatan operasional, pengelolaan area dengan nilai biodiversitas tinggi, serta pemasangan rambu dan papan peringatan terkait perlindungan satwa.

Melalui pemantauan lapangan, kolaborasi dengan mitra akademik, kajian habitat, dan penerapan Biodiversity Action Plan, WBN terus memperkuat pendekatan pengelolaan keanekaragaman hayati berbasis data.

“Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi ekologis kawasan sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di tengah kegiatan operasional pertambangan di Halmahera,” kata Fitri menambahkan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GeoPix Tegaskan Konservasi Harus Berpihak Nyata pada Alam dan Satwa

GeoPix Tegaskan Konservasi Harus Berpihak Nyata pada Alam dan Satwa

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:50 WIB

12 Merk Parfum Lokal yang Wanginya Mewah dan Tidak Menyengat

12 Merk Parfum Lokal yang Wanginya Mewah dan Tidak Menyengat

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 10:58 WIB

202 Ribu Hektare Lahan Terbakar! 20 Konsesi Kena Sanksi Akibat Karhutla

202 Ribu Hektare Lahan Terbakar! 20 Konsesi Kena Sanksi Akibat Karhutla

News | Kamis, 03 September 2026 | 20:47 WIB

Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua

Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:45 WIB

Red Flag Dana Hibah Iklim Global, Mengapa Uang Konservasi Bisa Mampet?

Red Flag Dana Hibah Iklim Global, Mengapa Uang Konservasi Bisa Mampet?

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 11:05 WIB

Kehilangan Habitat: Saat Satwa Dipaksa Pergi Tanpa Tujuan

Kehilangan Habitat: Saat Satwa Dipaksa Pergi Tanpa Tujuan

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 10:31 WIB

Terkini

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:50 WIB

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:43 WIB

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:38 WIB

Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara

Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 08:32 WIB

Visual Sinematik hingga Plot Twist Mengejutkan, Ini Alasan Iklan ShopeeVIP+  Ditonton 6 Juta Kali

Visual Sinematik hingga Plot Twist Mengejutkan, Ini Alasan Iklan ShopeeVIP+ Ditonton 6 Juta Kali

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:30 WIB

Tampil Apik Saat Ajax Gunduli Nathan Tjoe-A-On Cs, Maarten Paes Dapat Kabar Bahagia

Tampil Apik Saat Ajax Gunduli Nathan Tjoe-A-On Cs, Maarten Paes Dapat Kabar Bahagia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:17 WIB

Cara Memilih Krim Pagi yang Aman untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 6 Hal Ini

Cara Memilih Krim Pagi yang Aman untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 6 Hal Ini

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:15 WIB

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:11 WIB

×