- PT Permodalan Nasional Madani merevitalisasi fasilitas pendidikan di SD Inpres Wae Moto, Manggarai Barat, pada Hari Anak Nasional 2026.
- Bantuan program PNM Peduli tersebut mencakup perbaikan ruang belajar serta peningkatan sarana sanitasi dan kebersihan sekolah.
- Inisiatif ini bertujuan memberikan lingkungan belajar yang layak bagi 64 siswa, termasuk anak-anak nasabah PNM Mekaar.
Suara.com - Semangat pendidikan anak-anak di Desa Wae Moto, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi perhatian dalam momentum Hari Anak Nasional 2026.
Di tengah keterbatasan akses dan fasilitas pendidikan, para siswa tetap berupaya mengejar cita-cita melalui bangku sekolah.
Salah satunya Mariva Yankezia, siswi berusia 10 tahun yang setiap hari datang ke SD Inpres Wae Moto dengan tekad untuk belajar dan membanggakan orang tuanya. Ia memahami bahwa perjuangan menempuh pendidikan tidak lepas dari kerja keras keluarga.
“Saya tetap semangat sekolah karena saya tahu orang tua saya bekerja keras supaya saya bisa menimba ilmu. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan mereka,” ujar Mariva.
Desa Wae Moto merupakan salah satu wilayah yang berada dari upaya memperluas dampak pemberdayaan. Tidak hanya membantu perempuan dalam mengembangkan usaha, tetapi juga ikut dalam kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Di daerah tersebut, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan harapan anak-anak dalam meraih masa depan yang lebih baik.
Namun, proses belajar mengajar di wilayah tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi infrastruktur sekolah hingga keterbatasan fasilitas sanitasi dan kebersihan.
Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Peduli menghadirkan dukungan berupa revitalisasi fasilitas pendidikan di SD Inpres Wae Moto.
Melalui program tersebut, PNM melakukan perbaikan ruang belajar agar lebih aman dan nyaman, meningkatkan fasilitas sanitasi dan akses kebersihan sekolah, serta melengkapi sejumlah sarana dan prasarana sesuai kebutuhan yang telah dihimpun bersama pihak sekolah.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan pemberdayaan yang dilakukan PNM tidak hanya berfokus pada peningkatan ekonomi ibu-ibu nasabah PNM Mekaar, tetapi juga memberikan dampak positif bagi keluarga, khususnya anak-anak mereka.
“Pemberdayaan bukan sekadar memberikan permodalan, tetapi yang tidak kalah penting adalah pendampingan usaha sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh keluarga, terutama anak-anaknya. Saya berharap 15 tahun lagi, ketika mereka mulai menggapai cita-citanya, mereka akan ingat bahwa hari ini PNM percaya pada mimpi-mimpi mereka,” kata Kindaris.
Menurutnya, keberhasilan pemberdayaan perempuan melalui program PNM Mekaar diharapkan mampu membuka peluang yang lebih besar bagi generasi berikutnya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
Di SD Inpres Wae Moto, tercatat 14 dari 64 siswa merupakan anak dari nasabah PNM Mekaar. Melalui PNM Peduli, PNM berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak agar para siswa dapat belajar dengan aman, sehat, dan memiliki kepercayaan diri dalam mengejar cita-cita.
Bagi PNM, dukungan terhadap pendidikan anak merupakan bagian dari upaya memperluas dampak pemberdayaan. Tidak hanya membantu perempuan dalam mengembangkan usaha, tetapi juga ikut menjaga harapan anak-anak agar memiliki masa depan yang lebih cerah.