KPAI Sebut Rumah, Sekolah, dan Ruang Digital Masih Jadi Tempat Rawan bagi Anak

Vania Rossa

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:57 WIB
KPAI Sebut Rumah, Sekolah, dan Ruang Digital Masih Jadi Tempat Rawan bagi Anak
KPAI menggelar konferensi pers menyambut Hari Anak Nasional 2026 di Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Suara.com/Alif Bintang)
baca 10 detik
  • KPAI menerima ribuan laporan dugaan pelanggaran hak anak di Jakarta pada periode tahun 2023 hingga 2025.
  • Komisioner KPAI Sylvana Apituley menyatakan pelanggaran tersebut banyak terjadi di lingkungan keluarga, pendidikan, dan ruang digital.
  • KPAI meluncurkan sistem SIMEP Versi 3 serta memberikan rekomendasi strategis untuk memperkuat perlindungan anak di Indonesia.

Suara.com - Menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai upaya mewujudkan ruang yang aman bagi anak masih menghadapi berbagai tantangan di sejumlah sektor.

Komisioner KPAI Sylvana Apituley mengungkapkan, lembaganya menerima sekitar 6.900 laporan dugaan pelanggaran hak anak sepanjang periode 2023-2025. Dari jumlah tersebut, korban didominasi anak perempuan sebanyak 51,5 persen, sedangkan anak laki-laki mencapai 47,6 persen.

"KPAI menerima 3.883 pengaduan pada 2023, 2.057 kasus pada 2024, dan 2.031 pengaduan pada 2025," kata Sylvana dalam konferensi pers di Kantor KPAI, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Meski jumlah pengaduan menunjukkan tren penurunan, Sylvana menegaskan hal itu belum tentu mencerminkan kondisi yang sebenarnya di lapangan.

Menurutnya, berbagai pelanggaran hak anak justru masih banyak terjadi di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi mereka, yakni keluarga, satuan pendidikan, dan ruang digital.

"Ketika ruang yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak justru masih menjadi lokasi terjadinya berbagai pelanggaran hak anak," ujarnya.

Untuk memperkuat pengawasan dan mencegah kasus serupa terulang, KPAI akan meluncurkan Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Pengawasan (SIMEP) Versi 3.

Komisioner KPAI Diyah Puspita Rini mengatakan, sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan proses monitoring dan evaluasi secara lebih terintegrasi, transparan, dan akuntabel.

"Melalui SIMEP Versi 3, KPAI berharap proses monitoring dan evaluasi dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, transparan, dan akuntabel," kata Diyah.

baca juga

Selain meluncurkan sistem baru, KPAI juga menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat sistem perlindungan anak di Indonesia, antara lain:

  • Mendorong pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengasuhan Anak sebagai landasan hukum yang lebih kuat.
  • Mendorong Mahkamah Agung menyusun pedoman pelaksanaan eksekusi putusan hak asuh anak.
  • Memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di satuan pendidikan melalui implementasi kebijakan, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan aparat penegak hukum, serta penegakan hukum yang berperspektif korban.
  • Mempercepat implementasi Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah.
  • Mempercepat pelaksanaan Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian/lembaga mengenai kesehatan jiwa anak.
  • Memperketat pengawasan terhadap industri rokok yang berdampak pada kesehatan anak.
  • Memperkuat edukasi kesehatan fisik anak melalui kolaborasi Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, dan pemerintah daerah.
  • Memastikan seluruh indikator pemenuhan hak anak dipenuhi sejak dini.
  • Memperkuat tata kelola perlindungan anak berbasis data melalui implementasi SIMEP Versi 3.

Diyah berharap momentum Hari Anak Nasional 2026 menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk memperkuat perlindungan terhadap anak.

"Momentum Hari Anak Nasional 2026 hendaknya menjadi pengingat bahwa setiap anak Indonesia berhak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi dalam lingkungan yang aman," pungkasnya.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

25 Kata-Kata Ucapan Hari Anak Nasional Islami yang Penuh Doa dan Makna

25 Kata-Kata Ucapan Hari Anak Nasional Islami yang Penuh Doa dan Makna

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:36 WIB

4 Contoh Teks Doa Hari Anak Nasional 2026 yang Penuh Harapan, Cocok Dibacakan di Sekolah

4 Contoh Teks Doa Hari Anak Nasional 2026 yang Penuh Harapan, Cocok Dibacakan di Sekolah

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:24 WIB

10 Puisi Hari Anak yang Menyentuh Hati, Cocok untuk Lomba dan Upacara

10 Puisi Hari Anak yang Menyentuh Hati, Cocok untuk Lomba dan Upacara

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:18 WIB

Terkini

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:53 WIB

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:45 WIB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:38 WIB

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:37 WIB

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Jogja | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:36 WIB

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:33 WIB

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:30 WIB

×