- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri pelantikan DPC PKB se-Indonesia di Kota Tua pada Rabu (22/7/2026).
- Pramono mengungkap kedekatannya dengan Cak Imin sejak gerakan mahasiswa 1998 yang memperkuat hubungan politik kedua partai.
- Kedekatan tersebut berhasil mengantarkan Megawati Soekarnoputri menjadi Wakil Presiden pada tahun 1999 atas dukungan penuh PKB.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap kisah sejarah hubungan politik antara PDI Perjuangan dan PKB saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB masa bakti 2026–2031 se-Indonesia.
Berlangsung di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (22/7/2026) malam, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB.
Dalam sambutannya, Pramono mengenang kedekatannya dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sejak masa gerakan mahasiswa Reformasi 1998.
"Kami berdua sering bersama-sama dalam berbagai forum diskusi yang ada," kenang eks Sekretaris Kabinet itu.

Pramono mengungkapkan, kedekatan personal itulah yang kemudian mengantarkan Megawati Soekarnoputri menjadi Wakil Presiden pada 1999.
Dirinya saat itu mendapat tugas langsung dari Megawati untuk berkomunikasi dengan Khofifah Indar Parawansa yang mewakili PKB.
"Singkat cerita, alhamdulillah, Ibu Mega menjadi Wakil Presiden itu yang mencalonkan adalah PKB, 100 persen PKB," ungkap Pramono.
Kisah tersebut dibagikan politikus senior itu di hadapan pengurus DPC PKB yang baru dilantik dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebelumnya, Pramono lebih dulu menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Cak Imin yang dinilainya telah teruji membawa perkembangan bagi PKB.
Di akhir sambutannya, ia mengucapkan selamat atas Harlah ke-28 PKB sekaligus pelantikan pengurus DPC PKB se-Indonesia.